Anak Prasekolah

467 views

Anak Prasekolah1.    Pengertian Anak Prasekolah
Yang dimaksudkan dengan anak prasekolah adalah mereka yang herusia aniara 3-6 tahun menurut Biechler dan Snowman (1993). Mereka biasanya mengikuti program prasekolah dan kinderganten.  Sedangkan di Indonesia. umumnya mereka mengikuti program Tempat Penitipan Anak (3 bulan – 5 tahun) dan Kelompok bertnain (usia 3 tahun). sedangkan pada usia 4-6 tahun biasanyn mereka mengikuti
program Taman Kanak-Kanak.
Menurut teori Erik Erikson yang membicarakan perkembangan kepribadian seseorang dengan titik berat pada perkembangan psikososial tahapan 0-1 tahun, berada pada tahapan oral sensorik dengan krisis emosi antara ‘trust versus mi.strust’, tahapan 3-6 tahun. mereka berada dalamtahapan dengan krisis autonomy versus shame & doubt (2-3 tahun), initiative versus guilt (4-5 tahun) dan tahap usia 6-11 tahun mengalami krisis ‘industry versus inferiori..
Dari teori Piaget yang membicarakan perkembangan kognitif. perkembangan dari tahapan sensorimotor (0-2 tahun). praoperasional (2- 7 tahun), operasional konkret (7-12 tahun). dan operasional formal (12- 15 tahun). maka perkembangan kognitif anak masa prasekolah berada pada tahap praoperasional.
2. Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh berarti berambah dalam ukuran. Tumbuh dapat berarti bahwa sel tubuh bertambah banyak atau sel tumbuh dalam ukuran. Mengukur pertumbuhan biasanya dilakukan dengan menimbang dan mcngukur tubuh anak. Relatif, melaksanakan pengukuran ini relatif lebih mudah dibandingkan mengukur perkembangan sosial atau perkembangan kepribadian seseorang.
Pertumbuhun dipengaruhi oleh jumlah dan macam makanan yang dikoasumsi tubuh. Hubungan antara makanan yang dikonsumsi tubuh dan peertumbuhan badan menjadi perhatian para ahli gizi. Namun kenyataannya pertumbuhan tubuh tidak hanya dipengaruhi okh makanan yang dikonsumsi baja tetapi Juga proses sosial.
Dengan perkataan lain. pcrtumbulian tidak hanya dipengaruhi oleb jumlah dan kualitas makanan saja tetapi juga sejauh mana makanan tersebut dapat diaslimilasi dan dipergunakan tubuh. Baik tidaknya makanan tersebut dapat diserap tubuh tergantung pula oleh saraf kcsehatan anak. Anak yang scdang diane. tentu badan tidak akan tumbub menyerap makanan dengan baik. Ppertumbuhan anak juga dipengaruhi perkembangan sosial,  psikologi,  dan oleh kualitas hubungan anak dengan pengasuh yang bebas dari stres.
Perkembangan anak tidak sama dengan pertumbuhannya. Keduanya (pertumbuhan dan perkembangan) memang benar  saling berkaitan dan dalam penggunaan kedua pengcertian tersenbut seringkah dikacaukan satu sama lain, bila pertunbuhan menjelaskan perubahan dalam ukuran. sedangkan perkembangan adalah perubahan dalam kompleksitas dan fungsinya.
Seorang anak sudah dapat melihat sejak lahir. Seorang anak sudah dapat berkomunikasi sejak lahir dengan menangis. ekspresi muka dan gerakan-gerakan. Oleh karcna itu, scjak lahir scbaiknya para orang tua diberi keterampitan untuk mcngembangkan perkembangan anak, dengan membantu orang tua agar lebih tanggap dan melakukan komunikasi dengan anak.
Apabila anak berinteraksi dengan lingkungan berarti sekaligus anak dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan.  dengan demikian hubungan anak dcngan lingkungan bersifat timbal balik. baik yang bcrsifat pcrkemhangan psikologis maupun pertumbuhan dan perkembangan fisik.
Perkembangan kognitif dan sosial dipengaruhi oleh pertumbuhan sel otak dan perkembangan hubungan antar sel otak, Kondisi kesehatan dan gizi anak walaupun masih dalam kandungan ibu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembaugan anak.
Walaupun semua anak memiliki kebutuhan dasar tertentu. secara individual rnasing-masing anak memiliki kebutuhan yang sifatnya pribadi. Juga dikatakan bahwa semua anak berkembang, tetapi  beberapa anak berkembang lebih cepat sedang yang lain lebih Lambat.

BACA JUGA  PENGERTIAN PENDIDIKAN AKHLAK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *