BEBERAPA PENDEKAT TERHADAP PSIKOLOGI

155 views

BEBERAPA PENDEKAT TERHADAP PSIKOLOGI
Apa saja dan bagaimana bentuk umum daripada kelakuan manusia merupakan sasaran atau obyek penyelidikan daripada psikologi. Linschoten, memakai istilah lain yaitu fungsi sebagai pengganti daripada istilah peristiwa jiwa. Linschoten mengatakan bahwa fungsi adalah bentuk umum cara bergaul dengan benda-benda dalam medan

kelakuan manusia yang tak dapat dijabarkan lagi. Pada definisi tersebut kita dapatkan suatu pengertian baru bahwa aktivitas yang dilakukan oleh manusia adalah disebabkan oleh karena adanya pergaulan manusia dengan benda-benda dalam medan kelakuannya; manusia sebagai pribadi atau subyek, sedang benda-benda dalam medan kelakuannya adalah merupakan situasi atau obyek yang sekaligus merupakan sistem alasan dan sistem hubungan kelakuan-kelakuan. Di sinilah kita sampai pada pengertian bahwa antara subyek ada hubungan dengan obyek atau situasi, sehingga terjadi suatu aktivitas yaitu pelaksanaan fungsi.

Hubungan antara subyek dan situasi itu ditentukan oleh hubungan intensional, artinya hubungan yang berarti, suatu proses psikis, yang tak dapat dijabarkan atau diuraikan lebih lanjut lagi. Linschoten mengatakan bahwa. proses psikis tersebut tak dapat dijabarkan atau diuraikan. Dasar penulisan mengapa fungsi tersebut tak dapat dijabarkan lagi adalah sudut pandangan psikologis yang berbeda daripada sudut pandangan fisiologis atau ilmu tata kerja anatomi tubuh. Psikologi memandang hubungan antara subyek dan obyek sebagai hubungan intensional atau hubungan yang berarti sedang fisiologi memandangnya dan hubungan kausal atau sebab akibat.
Misalnya Si A melihat sebuah lukisan, maka proses psikis yang terjadi adalah karena si A tersebut tertarik pada lukisan tersebut sebab kalau ia tak tertarik pada lukisan itu mungkin yang terlihat bukanlah lukisan tetapi sepiring pisang goreng yang ada di situ pula. Jadi pribadi yang tak terpisahkan terhadap obyeknya karena adanya hubungan yang berarti atau hubungan intensional tadi. Dapat diambil misal yang lain, bilamana si Anto dan si yanti berdiri di depan etalase toko, maka mungkin yang terlihat oleh Si Anto pada pandangan yang pertama adalah dasi, sedang si Yanti beda, dua benda yang terlihat berlainan karena masing-masing pribadi mempunyai perhatian berbeda satu dan lainnya.
 Sementara itu bila ditinjau dari fisiologi, maka proses itu dapat dijabarkan lebih lanjut lagi. Proses melihat lukisan pada si A adalah karena adanya subyek dan obyek. Lukisan sebagai benda yang dapat memantulkan sinar dengan kekuatan tertentu, sinar tersebut diterima oleh cornea mata, diterima kemudian oleh ujung-ujung syaraf sensors dan oleh syaraf motorist, ia diteruskan ke pusat susunan syaraf. Proses tersebut dapat dijabarkan sedemikian mendetail karena ditinjau dan sudut fisiologi, sementara kalau ditinjau dan sudut psikologi tak dapat di urai karena antara subyek dan obyek diikat oleh bungan intensional tadi. Juga pada misal yang kedua seharusnya menurut fisiologi si Anto dan Si Yanti sana-sama menampak benda yang sama pula, ternyata hal tersebut tidak benar Kalau si Anto melihat dasi karena dasi memantulkan sinar yang kemudian diterima oleh cornea matanya, tentu hal ini juga tampak oleh si yanti sesuai dengan tinjauan fisiologi, namun mengapa si yanti menampak benda yang lain yaitu bedak oleh karena adanya hubungan intensional hubungan yang berarti sesuai dengan analisis psikologi.  Jadi di situ dua sudut pandangan dan analisa yang berbeda antara ahli Psikologi dan ahli ilmu tata kerja Anatomi tubuh. Terhadap hal tersebut kita tidak akan menperdebat justru sejak mula kita berangkat dengan sudut pandang psikologi walaupun memang diakui bahwa sangat besar sumbangan psikologi terhadap penyelidikan kejiwaan manusia. Penemuan-penemuan fisiologi memperkaya psikologi sehingga dapat melengkapi penyelidikan yang dilakukan terhadap pandangan tersebut. Dengan demikian beberapa perbedaan diambil dari arah pandangan kedua ilmu tersebut cara pelaksanaan fungsi. Adapun perincian perbedaan pandangan antara psikologi dan fisiologi tersebut adalah sebagai berikut;
Psikologi
1.      Fungsi tidak dapat dijabarkan lagi
2.      Memandang fungsi dari hubungan intensional
3.      Alat indera disebut alat komunikasi dengan dunia luar
4.      Rangsangan dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan sistem kelakuan
Fisiologi
1.      Fungsi dapat dijabarkan
2.      Memandang dari hubungan kausal
3.      Alat indera disebut alat aseptor, penerangan yang mulus
4.      Rangsangan atau sebagai suatu istilah stimulasi yang dipandang sebagai sistem penyebab proses
Sementara itu beberapa ahli psikologi tidak menganggap dua pandangan itu sebagai hal yang terpakai justru mereka memandang kegiatan kejiwaan sebagai suatu sistem psikofisis. Psikologi yang modern justru mempergunakan metode-metode eksperimental dengan mengambil manfaat dari kemajuan-kemajuan penemuan di bidang psikologi dan matematika guna mempelajari dan menganalisa persoalan-persoalan psikologi. Beberapa peristiwa kejiwaan yang dapat diterangkan dari adanya pengetahuan yang sangat lengkap tentang neurology misalnya: sehingga para ahli berpendapat bahwa ada kerjasama yang erat antara jiwa dan jasmani. Beberapa fungsi fungsional kadang-kadang dipengaruhi sedemikian kuatnya oleh biologi selama mereka juga menggunakan cara meninjau dan metode obyektif pengetahuan ini. Mereka mencapai obyektivitas yang tegas dari ilmu pengetahuan alam sehingga tugas psikologi menurut mereka adalah pengamatan dan tingkah laku yang tampak dan luar menurut metode obyektif.
 Arah pandangan psikologi ini akhirnya sampai pada suatu pendapat bahwa manusia hanya terdiri dari refleks dan bahwa semua bentuk tingkah-laku dapat dikembalikan pada refleks tersebut.
 Wilhelm Wundt, dengan laboratorium psikologi telah mempopulerkan metode observasi eksperimental yang ilmiah sehingga banyak ahli dari Amerika, Inggris dan Perancis ikut mendirikan aliran yang khusus mempelajari kejiwaan.
 Psikoreflexologi ini mempercepat perkembangannya aliran-aliran psikologi yang disebut Behaviorism, di mana salah seorang tokoh radikal nya Watson yang beranggapan bahwa dalam mempelajari psikologi tak perlu diperhatikan adanya kesadaran dalam istilah jiwa sebab apabila orang memakai istilah-istilah tersebut dalam penganalisaan tingkah-laku, maka ia akan kembali kepada sudut pandangan filosofis, Karena pandangan yang demikian ini maka Watson dengan behaviorism nya disebut aliran Psikologi tanpa jiwa J?.
psikologi Gestalt menolak pandangan yang optimis dan mekanistis terhadap jiwa karena kejiwaan tersebut tidak disusun dari jumlah refleks yang dimiliki manusia, tetapi kesatuan keseluruhan yang mengandung arti. Bahwa totalitas ini adalah lebih penting dari pada sekedar suatu penjumlahan bagian-bagian yang tersendiri, sebab bagian-bagian dari totalitas itu baru berarti dalam hubungan dengan keseluruhannya
Baik Koffka maupun Kohler dan kemudian Kurt Lewin tidak setuju terhadap pandangan penganalisaan fenomenal saja, tetapi mendasarkan atas  satuan-satuan fungsional dalam proses-proses fisiologis, dimana pusat urat syaraf, yang refleks termasuk didalam nya, bukanlah satu-satunya sarabut syaraf yang masing-masing berfungsi sendiri-sendiri tetapi sebagai medan dalam arti fisiologis. Dengan demikian maka psikologi Gestalt sekaligus mendasarkan penganalisaan
Dalam perkembangan aliran-aliran yang mempelajari psikologi ini yang masing-masing membawa sudut pandangan sendiri-sendiri kita lihat bahwa mulanya ada yang sangat ekstrim berpegang pada pendapatnya namun lama-kelamaan penganut-penganut mereka harus mengakui kelebihan aliran atau ahli yang lain di samping memang ada kelemahan-kelemahannya, oleh karena memang titik tolak analisa yang berlainan maka dengan adanya saling melengkapi terjadilah suatu estafet ilmiah dalam bidang psikologi ini dimana ahli yang terdahulu menyumbangkan penemuan-Penemuannya sementara ahli-ahli berikutnya mewarisi dan meneruskan penyelidikan-penyelidikan itu.
 Demikian juga aliran yang satu akhirnya memberikan sumbangan penemuan yang dapat dipakai oleh aliran yang lain dalam menganalisa kejiwaan tersebut sebagai kelengkapan cara penganalisaan kejiwaan mulai dari yang filsafat, fungsional, personalities, biologis, phenomenologist, behavioristis dan gestalt.
 Tokoh-tokoh sosiologis kemudian menambahkan satu sudut pandangan sosial. Dasar pemikiran mereka adalah bahwa pada hakekatnya di samping manusia tidak beda dengan binatang .tetapi yang dapat dan harus dididik dan mendidik, maka ia adalah makhluk sosial di mana beberapa tingkah lakunya dipengaruhi sekali oleh aspek-aspek sosiologis. Bahwasanya di samping kebutuhan-kebutuhan atau dorongan-dorongan biologis yang dimiliki manusia yang menentukan tingkah lakunya manusia juga memiliki kebutuhan dan dorongan-dorangan social yaitu untuk serasi dengan lingkungannya.
Dengan demikian mereka mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme secara keseluruhan, dalam penyesuaiannya terhadap lingkungannya. Berarti, organisme dalam lingkungan sosiologis.  (sumber: F.Patty dkk, Pengantar Psikologi Umum)

 

BACA JUGA  PENGERTIAN KINERJA KARYAWAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *