CARA MENGHITUNG HARI BAIK PERNIKAHAN

1,983 views
CARA MENGHITUNG HARI BAIK PERNIKAHAN
Setelah prosesi penghitungan perjodohan, apabilah telah dinyatakan cocok biasanya langsung menentukan hari baik untuk melaksanakan pernikahan. Untuk menentukan waktu dalam prosesi pernikahan diperlukan perhitungan-perhitungan seperti dijelaskan di bawah ini.
Bulan                                                  Hari                            Maknanya
Besar                                                   Senin                           baik sekali
Rabu                            baik
Suro                                                     Rabu                            baik
Selasa                          baik
Sapar                                                   Selasa                          baik sekali
Kamis                          baik
Maulud                                                Rabu                            baik sekali
Jumat                           baik
Bakda mulud                                      Kamis                          baik sekali
Sabtu                           baik
Jumadil awal                                       Jumat                           baik sekali
Minggu                        baik
Jumadil akhir                                       Sabtu                           baik sekali
Rajab                                                   Rabu                            baik sekali
Jumat                           baik
Ruwah                                                 Minggu                        baik
Pasa                                                     Minggu                        baik sekali
Senin                           baik sekali
Sawal                                                  Minggu                        baik sekali
Selo                                                     Minggu                        baik sekali
CARA MENGHITUNG HARI BAIK PERNIKAHAN
Bulan yang baik/tidak untuk hajad nikah adalah:
Sura           : Jangan dilanggar, karena kalau dilanggar akan mendapat kesukaran dan selalu  bertengkar.
Sapar                 : Boleh dilanggar, walau akan kekurangan dan banyak hutang.
Rabiulawal        : Jangan dilanggar, karena salah satu akan meninggal.
Rabingulakir      : Boleh dilanggar, walau sering digunjingkan dan dicacimaki.
Jumadilawal      : Boleh dilanggar, walau sering tertipu, kehilangan dan banyak musuh.
Jumadilakir        : Kaya akan harta benda.
Rejeb                 : Selamat serta banyak anak.
Ruwah               : Selamat dan selalu damai.
Pasa                   : Jangan dilanggar, akan mendapat kecelakaan besar.
Sawal                : Boleh dilanggar, walau sering kekurangan dan banyak hutang.
Dulkangidah     : Jangan dilanggar, akan sering sakit, sering bertengkar dengan teman.
Besar                 : Kaya, dan mendapat kebahagiaan
Dalam menentukan hari pernikahan juga harus melihat sifat hari, pekan, bulan dan tahun. Dalam primbon telah dijelaskan secara rinci sifat-sifat tersebut untuk menentukan waktu yang baik dalam melangsungkan pernikahan dan menghindari yang buruk, diantaranya;
CARA MENGHITUNG HARI BAIK PERNIKAHAN
a.             Sifat hari yang buruk:
Hari yang buruk memiliki sifat hari yang disebut,
1)   Hari Taliwangke (hari sengkala)
Didalam 30 wuku, hari taliwangke ada 6, usahakan untuk tidak mengerjakan sesuatu yang perlu pada hari itu. Yaitu hari Senin Kliwon, Selasa Legi, Rabu Pahing, Kamis Pon, Jum‟at Wage dan sabtu Kliwon.
2)   Hari Samparwangke (hari sengkala)
Dalam 30 wuku, hari Samparwangke ada 5 dan jatuh pada ringkel aryang, hendaknya dihindari untuk mengerjakan sesuatu karena mengandung hari naasnya seseorang (naasing jalma). Diantaranya hari Senin Kliwon, Senin Legi, Senin Paing, Senin Pon, Senin Wage.
3)   Kunarpawarsa (tahun bencana)
Dilarang berhajad menikahkan dan sebagainya, hitungannya jatuh pada setiap tanggal 29 atau 30 didalam bulan Besar. Diantaranya hari Sabtu Pahing pada tahun Alip, Kamis Pahing tahun Ehe, Senin Legi tahun Jimawal, Jum‟at Legi tahun Je, Rabu Kliwon tahun Dal, Ahad Wage tahun Be, Kamis Pon tahun Wawu, Selasa Pon tahun Jimakir.
4)   Sangarwarsa (tahun bencana)
Dilarang berhajad menikah dan sebagainya, hitungannya tetap jatuh pada 3 hari setelah tahun baru Jawa (setiap tanggal 3 bulan Sura). Dan masih banyak lagi perhitungan-perhitungan yang diatur dalam Primbon termasuk perhitungan pasaran/weton suami dan istri.82
b.             Sifat hari yang baik:
CARA MENGHITUNG HARI BAIK PERNIKAHAN
Hari yang baik harus memiliki sifat hari yang disebut,
1)      Bulan Rahayu (bulan baik)
Baik untuk mengerjakan sesuatu yang dianggap perlu, diantaranya pada Bulan Besar, Sura, Sapar (Hari Rabu, Kamis), pada Bulan Rabiulawal, Rabiulakir, Jumadilawal (Hari Jum‟at), pada Bulan Jumadilakir, Rejeb, Ruwah (Hari Sabtu, Ahad), pada Bulan Puasa, Sawal, Dulkaidah (Hari Senin, Selasa).
2)      Bulan Sarju (bulan sedang)
Untuk mengerjakan sesuatu yang dianggap perlu pada Bulan Besar, Sura, Sapar (Hari Jum‟at), pada Bulan Rabiulawal, Rabiulakir, Jumadilawal (Hari Sabtu, Ahad), pada Bulan Jumadilakir, Rejeb, Ruwah (Hari Senin, Selasa), pada Bulan Puasa, Sawal, Dulkaidah (Hari Rabu, Kamis).
3)      Anggara Kasih
BACA JUGA  PENGERTIAN PERLINDUNGAN KONSUMEN

Saat bulan yang tidak memiliki hari Anggara Kasih, dilarang untuk melaksanakan hajad nikah dan lain-lainnya. Yaitu dalam tahun Alip hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Jumadilakir dan Besar, dalam tahun Ehe hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Rejeb, dalam tahun Jimawal hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Sura dan Ruwah, dalam tahun Je hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Sapar dan Ruwah, dalam tahun Dal hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Rabiulawal dan Puasa, dalam tahun Be hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Rabiulakir, dalam tahun Wawu hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Rabiulakir dan Dulkaidah, dalam tahun Jimakir hari Anggara Kasih tidak terdapat pada bulan Jumadilawal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *