DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN AKHLAK

439 views

DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN AKHLAK
DASAR PENDIDIKAN ISLAM
Tidak dapat dipungkiri, bahwa Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah sumber hukum Islam, baik dalam masalah aqidah, ibadah maupun akhlak. Mengenai pendidikan akhlak, secara implisit dan eksplisit Al-Qur’an telah menyebutkan beberapa kali mengenai perbuatan baik dan buruk yang merupakan obyek kajian akhlak. Sedangkan dasar pendidikan akhlak adalah :
Artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik…” (QS. Al-Ahzab “ 21)
Ayat tersebut menunjukkan, bahwa rasulullah sebagai suri teladan dalam segala lapangan kehidupan termasuk pendidikan akhlak. Oleh karena itu perkataan dan perbuatan beliau harus dijadikan panutan. Dan Allah  sendiri telah memuji beliau dalam firman-Nya pada surat Al-Qalam.
Artinya :
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. Al-Qalam: 4)
Sedangkan dasar al-Hadist adalah sabda Rasulullah saw, yang berbunyi :
Artinya :
“Dari Anas bin Malik, sesungguhnya ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda : Muliakanlah anak-anak kalian dan didiklah dengan budi pekerti yang baik”. (HR. Ibnu Majah).
Dalam konteks ini, manusia telah diberi Allah  potensi yang baik dan potensi buruk. Potensi-potensi ini perlu mendapatkan bimbingan menuju ke arah akhlak yang mulia. Disinilah pentingnya pendidikan akhlak.
DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN AKHLAK
TUJUAN PENDIDIKAN AKHLAK
Dalam segala usaha yang dilakukan secara sadar oleh manusia, pasti tidak lepas dari tujuan. Demikian pula halnya dengan pendidikan akhlak.
Tujuan pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali adalah diarahkan pada pembentukan kebagusan akhlak. Dan kebagusan ahlak menurut Al – Ghazali adalah “…….. iman. Dan keburukan akhlak itu adalah nifaq (sifat orang munafiq).” Pendapat Al – Ghazali tersebut, ia sandarkan pada firman Allah berikut ini :
Artinya :
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya.  Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.” (QS. Al-Mukminun : 1-10)
Di samping itu, dikatakan pula bahwa diantara tujuan daripada  pendidikan ahlak dapat dilihat pada hasil usaha perbaikan akhlak yaitu “… Untuk membersihkan qalbu dari kotoran – kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima nurcahaya Tuhan.”
Berdasarkan keterangan – keterangan Al – Ghazali di atas, tujuan pendidikan akhlak dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1.    Tujuan Tertinggi
Yaitu kembali pada kedudukan manusia di dunia sebagai hamba Alah, yaitu agar taat (beriman ) kepada – Nya. Hal ini sesuai firman Allah sebagai berikut :
Artinya :
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz-Dzariat : 56)
2.    Tujuan Perantara
Maksudnya adalah tujuan yang dicapai untuk tujuan yang lebih tinggi lagi. Dalam hal ini berupa kebiasaan yang baik dan menjauhkan dari perbuatan yang tercela. Sehingga dapat mencapai derajat muttaqin. Seperti disebutkan dalam surat al–Mukminun ayat 1-10 tentang tanda- tanda orang beriman, diantaranya adalah orang yang khusyu’ sholatnya, membayar zakat, dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan pendapat Barmawie Umary yang mengatakan tujuan dari pendidikan akhlak adalah “supaya dapat terbiasa melakukan yang baik, indah, mulia, terpuji, serta menghindari yang buruk, jelek, hina, tercela.
Sedangkan tujuan pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih adalah mencetak tingkah laku manusia yang baik, sehingga dia berperilaku terpuji, sempurna sesuai dengan substansinya sebagai manusia, ………”
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terbentuknya manusia muttaqin yang memiliki kesempurnaan jiwa dan terbiasa melakukan yang baik, indah, mulia, terpuji, serta menghindari yang buruk, jelek, hina, tercela.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *