FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA

1,512 views
FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA
Bagi orang Jawa mengetahui Weton amatlah sangat penting, karena Weton sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang paling penting kegunaan mengetahui Weton adalah sebagai hitungan saat akan melangsungkan pernikahan, untuk membangun rumah atau pindah rumah maupun untuk menentukan waktu untuk bepergian. Jumlah Weton dapat diketahui dari hari lahir serta pasaran, rata-rata orang Jawa tahu hari lahir serta pasaran bahkan sampai ke yang lebih detail biasanya dicatat oleh orang tuanya.
Sebagaimana dalam sebuah harmoni, hubungan yang paling tepat adalah terpastikan, tertentu, dan bisa diketahui. Demikian pula agama, seperti suatu harmoni adalah pada akhirnya suatu ilmu, tak peduli betapapun praktek aktualnya mungkin lebih mendekati suatu seni. Penggunaan perhitungan Primbon memberikan suatu jalan untuk menyatakan hubungan ini, dan dengan demikian menyesuaikan perbuatan seseorang dengan sistem itu. Penggunaan perhitungan Primbon merupakan cara untuk menghindarkan semacam disharmoni dengan tatanan umum alam yang hanya akan membawa ketidak untungan.
FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA
Menurut keyakinan masyarakat Jawa menggunakan sistem Petungan adalah untuk mencari keuntungan dalam pelaksanaan suatu perkawinan. Mereka percaya dengan menentukan atau mencari hari-hari baik dengan Petungan semua hajat dalam pesta Perkawinan akan mendapatkan keberuntungan, baik keberuntungan dalam kelancaran acara hajatan, keberuntungan dalam hal rezeki maupun keberuntungan yang lain bagi calon kedua pengantin.
Kalender adalah penanggalan yang memuat nama-nama bulan, hari tanggal dan hari keagamaan seperti terdapat pada kalender Masehi. Kalender Jawa memiliki arti dan fungsi tidak hanya sebagai petunjuk hari tanggal dan hari libur atau hari keagamaan, tetapi menjadi dasar dan ada hubungannya dengan apa yang disebut petangan Jawi atau perhitungan Jawa, yaitu perhitungan baik buruk yang dilukiskan dalam lambang dan watak suatu hari, tanggal, bulan, tahun, pranata mangsa, wuku dan lainnya. Semua itu warisan asli leluhur Jawa yang dilestarikan dalam kebijaksanaan Sultan Agung dalam kalendernya.
FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA
Petangan Jawi atau Perhitungan Jawa sudah ada sejak dahulu, merupakan catatan dari leluhur berdasarkan pengalaman baik buruk yang dicatat dan dihimpun dalam Primbon. Purwadi dan Siti Maziyah dalam bukunya mempunyai definisi sedikit berbeda, yaitu Primbon berasal dari kata: rimbu, berarti simpan atau simpanan, maka Primbon memuat bermacam-macam catatan oleh suatu generasi diturunkan kepada generasi penerusnya.
Dalam sistem Petungan atau Primbon tidak selalu mutlak dalam kebenaran, kadang kala telah dilakukan sistem Petungan namun masih ada Sengkala atau halangan ketidak beruntungan yang dialami oleh seseorang dalam melangsungkan pesta hajatan perkawinan. Namun, setidaknya dengan penggunaan perhitungan Primbon seseorang yang mempunyai hajat memperoleh kemantaban dan kenyamanan serta berhati-hati untuk menghindari dari segala Sengkala ataupun marabahaya.
Purwadi dan Siti Maziyah yang mengutip dari bukunya Kamajaya mengatakan bahwa pada hakikatnya Primbon tidak merupakan hal yang mutlak kebenarannya, namun sedikitnya patut menjadi perhatian sebagai jalan mencapai keselamatan dan kesejahteraan hidup lahir batin. Primbon hendaklah tidak diremehkan, meskipun diketahui tidak mengandung kebenaran mutlak. Primbon sebagai pedoman penghati-hati mengingat pengalaman leluhur, jangan menjadikan surut atau mengurangi keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa maha pengatur segenap makhluk dengan kodrat dan iradat-Nya.
FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA
Sistem perhitungan Primbon juga digunakan untuk menentukan dari arah mana orang harus masuk rumah kalau ingin mencuri tanpa ketahuan, untuk menentukan di sebelah mana orang harus duduk dalam arena adu ayam supaya menang dalam taruhan, untuk meramalkan apakah orang akan untung atau rugi dalam perdagangan dihari tertentu, untuk memilih obat yang tepat bagi suatu penyakit, untuk menentukan hari baik buat khitanan dan pernikahan (biasanya sampai kepada jam yang tepat dimana upacara harus dilangsungkan), dan untuk meramalkan apakah suatu pernikahan yang direncanakan bisa terlaksana atau tidak. Untuk hal yang terakhir ini, hari lahir pengantin wanita dan pria akan dijumlahkan, hampir selalu oleh seorang dukun atau Juru Dungke, untuk melihat apakah mereka cocog kalau tidak perkawinan itu tak akan berlangsung, paling tidak demikianlah dalam kalangan tradisional yang kepercayaan begininya masih kuat. Pada beberapa kasus suatu konflik mungkin timbul bilamana keluarga pengantin wanita atau keluarga pengantin pria atau dukun-dukun mereka menggunakan sistem yang berlainan.
Dalam suatu kasus terkadang terjadi perbedaan pendapat dimana masing-masing pihak keluarga pengantin sama-sama mencari hari baik dengan sistem perhitungan Primbon. Dalam kedua keluarga pengantin berbeda dalam pelaksanaan hajatan yang mengakibatkan beda pendapat, namun dalam kasus seperti ini biasanya yang digunakan adalah sistem perhitungan Primbon dari pihak keluarga pengantin wanita, sebab budaya dimasyarakat Jawa hajatan pesta perkawinan dan upacara Ijab Qabul dilaksanakan di rumah keluarga pengantin wanita.
Jadi fungsi penggunaan perhitungan Primbon dalam masyarakat Jawa tidak hanya digunakan untuk menentukan waktu pelaksanaan pernikahan, namun juga digunakan untuk menentukan waktu untuk bepergian, kematian, pindah rumah ataupun membangun rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *