HAKIKAT ATURAN HIDUP

675 views
HAKIKAT ATURAN HIDUP
Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan hidupnya, baik terhadap bahaya dari dalam maupun yang datang dari luar. Setiap manusia akan terdorong melakukan berbagai usaha untuk menghindari atau melawan dan mengatasi bahaya – bahaya itu.
Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia dan teciptanya aturan-aturan dalam kehidupan baik seacra langsung ataupun tidak langsung.
Kehidupan dalam kebersamaan (ko-eksistensi) berarti adanya hubungan  aturan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Hubungan yang dimaksud dengan hubungan sosial (social relation) atau relasi sosial. Yang dimaksud hubungan sosial adalah hubungan antar subjek yang saling menyadari kehadirannya masing – masing serta menyadari aturan yang berlaku dalam masyarakat. Dalam hubungan sosial itu selalu terjadi interaksi sosial yang mewujudkan jaringan relasi-relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai aturan hidup dalam bermasyarakat.
Ketertiban aturan hidup didukung oleh tatanan yang mempunyai sifat berlain – lainan karena norma – norma yang mendukung masing – masing tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.

Setiap individu dalam kehidupan sehari – hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh aturan kehodidupan yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram dan damai tanpa gangguan, maka bagi tiap manusia perlu menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing – masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban masing – masing. Tata itu lazim disebut aturan hidup (Kesuma dkk, 2011:28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *