JENIS PEMBIAYAAN

4,819 views
JENIS PEMBIAYAAN
Sesuai dengan akad pengembangan produk pembiayaan ada beberapa jenis produk pembiayaan yang ada di lembaga keuangan syariah. Adapun jenis produk pembiayaan pada dasarnya padat dikelompokkan dalam beberapa aspek, diantaranya adalah:
1.    Pembiayaan menurut tujuan diantaranya adalah:
a.       Pembiayaan investasi
Investasi adalah penanaman dana dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dikemudian hari.25
b.      Pembiayaan modal kerja.
Pembiayaan modal kerja yaitu yang diperlukan untuk memenuhi kebituhan 1. Peningkatan produksi, baik secara kuantitif, yaitu jumlah hasil produksi, maupun secara kualitatif, yaitu peningkatan kualitas atau mutu produksi dan 2. Untuk keperluan perdagangan atau peningkatan utility of place dari suatu barang.26 Pembiayaan ini biasanya untuk kebutuhan upah kerja, biaya bahan baku dll.
c.       Pembiayaan konsumtif
Diberikan kepada nasabah untuk membeli barang-barang untuk keperluan pribadi dan tidak untuk keperluan usaha.
2.    Pembiayaan menurut jangka waktunya dibedakan menjadi :
a.       Pembiayaan jangka pendek, yaitu pembiayaan yang dilaksanakan dalam jangka waktu mulai 1 bulan sampai 1 tahun.
b.      Pembiayaan jangka waktu menengah, pembiayaan yang dilaksanakan dalam waktu 1 tahun sampai 5 tahun.
c.       Pembiayaan jangka panjang, pembiayaan ini dilakukan dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun.28
3.    Pembiayaan dilihat dari sektor usaha.
4.    Pembiayaan dilihat dari segi Jaminan.
a.       Pembiayaan dengan jaminan, yaitu pembiayaan dengan agunan yang cukup. Jaminan dapat dibedakan menjadi jaminan perorangan, jaminan benda berwujud, dan benda tidak berwujud.
b.      Pembiayaan tanpa jaminan, pembiayaan tanpa jaminan memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi karena tidak ada pengaman bagi bank syariah apabila terjadi Wanprestasi.
5.    Pembiayaan dilihat dari jumlahnya.
a.       Pembiayaan Retail yaitu pembiayaan yang diberikan kepada individu dengan skala yang kecil.
b.      Pembiayaan menengah
c.       Pembiayaan korporasi
Jenis pembiayaan pada lembaga keungan syariah akan diwujudkan dalam bentuk dalam bentuk Aktiva produktif dan Aktiva tidak produktif, yaitu:
1.    Jenis aktiva produktif pada lembaga keuangan Syari’ah untuk pembiayaan dengan jenis berikut:
  1. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, untuk jenis pembiayaan ini meliputi :
1)      Pembiayaan Mudharabah.
Yaitu akad antara dua belah pihak, dengan syarat bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi antara keduanya yaitu anatara pihak penanam dana dan pengelola dana. Aplikasinya :pembiayaan modal kerja, pembiayaan proyek dan pembiayaan ekspor.31
2)      Pembiayaan musyarakah.
Pembiayaan musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
  1. Pembiayaan dengan prinsip jual beli (piutang) Untuk jenis pembiayaan dengan prinsip ini meliputi :
1)      Pembiayaan murabahah
Adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati.
2)      Pembiayaan Salam
Yaitu penjualan barang dengan pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dengan ketentuan yang tertentu juga untuk pembayaran di lakukan di awal, namun juga bisa di angsur. Aplikasinya : pembiayaan sektor pertanian dan produk manufaktur.
3)      Pembiayaan istisna
Yaitu perjanjian jual beli dalam bentk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyarata tertentu yang disepakati antara pemesanan dan penjualan. Aplikasinya: pembiayaan kontruksi.
  1. Pembiayaan dengan prinsip sewa.
1)      Pembiayaan Ijarah.
2)      Pembiayaan ijarah muntahiya Biltamlik
3)      Surat berharga Syari’ah
4)      Penyertaan Modal Sementara.
5)      Transaksi rekening Administratif.
6)      Sertifikat Wadi’ah Bank Indonesia.
Jenis Aktiva tidak produktif yang berkaitan dengan aktivitas pembiayaan berbentuk pinjaman yang disebut dengan Perjanjian Qardh yaitu penyediaan dana atau tagihan antara Bank syariah dengan pihak peminjam yang mewajibkan pihak peminjam melakukan pembayaran sekaligus atau cicilan dalam waktu tertentu.

Pembiayaan merupakan sumber dari pendapatan yang ada di lembaga keuangan syariah ataupun sebuah lembaga keungan yang lainnya, dalam hal pemberian pembiaayaan harus digunakan dengan adil dan baik. Pembiayaan di bank syariah menggunakan prinsip bagi hasi, dengan tujuan kemaslahatan umat, dengan prinsip tolong menolong sesama manusia agar setiap pembiayaan yang di berikan tidak memberatkan anatara satu sama lain. Beberapa jenis pembiayaan di antaranya menggunakan prinsip jual beli, bagi hasil dan prinsip sewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *