KELUARGA DAN SOSIALISASI

104 views
KELUARGA DAN SOSIALISASI

Sebagaimana kita ketahui lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama sekali dikenal oleh anak.  Di  &lam keluarga inilah anak-‘mak belajar bersosilasasi terutama mereka belajar dari orang tuanya. Aspek-aspek tingkah laku anak pertama sekali memamg dibentuk dari chlam keluarga, karenanya keluarga terutama ayah &n ibu dapat memberikan warisan tingkah laku yang baik kepada anak..  J.  Goode (1983), mengemukakan manusia lebih tergantung pada proses belajar ketimbang makhllik lain dan tidak dapat berkembang secara wajar tanpa kontak sosial. Dari pendapat tersebut dapat kita analisa secara lebih jauh bahwa pada dasarnya manusia sepanjang kehidupannya memerlukan proses belajar, kepribadiannya terbentuk dari interaksinya clengan orang lain. Sehubungan demgan itu ahli filsafat juga menyimpulkan bahwa manusia baru menjadi manusia yang sempurna apabila telah bergaul dengan manusia lainnya.
Pergaulan manusia dengan manusia lainnya itu dinamakan dengan interaksi sosial. Menurut Gerungan (1983) interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan yang lain. Berlangsungnya suatu proses interaksi sosial yang didasarkan pada berbagai faktor. Menurut Soekanto (1987), faktor-faktor dalam interaksi social adalah; imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah rnaupun dalam keadaan y’mg bergabung Untuk lebih jelasnya satu persatu akan dijelaskan berikut ini:
Pertama, imitasi, apabila ditinjau secara lebih mendalam, maka faktor ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positfiya adalah bahwa imitasi/peniruan dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku.
Kedua, sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Proses  ini  sebenamya hampir sama dengan imitasi akan tetapi titik tolaknya berbeda. Berlangsungnya sugesti ini dapat te jadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosinya, ha1 itu menghambat claya berfikimya secara rasional. Selain itu proses sugesti terjadi apabila orang yang memberikan pandangan adalah orang yang bmibawa atau mungkin karena sifatnya yang otoriter. Disamping itu sugesti dapat pula terjadi karena orang yang memberikan pandangan atau sikap merupakan bagian terbesar  dari  kelompok yang bersangkutan atau masyarakat.
Ketiga, identifikasi sebenarnya merupakan  kecendrungan-kecendrungan suatu keinginan- keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi ini sifatnya lebih mendalam dari pada Imitasi,  oleh karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses  ini.  Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya maupun. dengan disengaja oleh karena seringkali sesorang memerlukan ideal tertentu di dalam proses kehidupannya.
Keempat, proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Didalam proses ini persaan seseorang memegang peranan yang sangat penting,  walaupun  dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk  kerjasama denganrnya.
Faktor-faktor sosial seperti y’mg telah diuraikan di atas adalah cara-cara yang dipergunakan untuk mensosialisasikan gender kepada anak di dalam keluarga, dimana bapak dan ibu sebagiii orang yang sangat berperan dalam memasyarakatkan Gender.

Disamping itu keluarga sebagai lingkungan sosial yang tet-utama juga mengemban fimgsi-fungsi yang merupakan dasar bagi tingkah laku. Diantara fingsi-fungsi keluarga yang dimaksud aclalah:  (1)  fungsi biologis yaitu wawariskan ketunmnnya,  (2)  fungsi pendidikan yaitu mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab,  (3)  fungsi untuk memelihara kesehatan yaitu untuk mejadikan generasi yang sehat lahir dan batin, (4)  fungsi keagamaan yaitu menanamkan nillai-nilai agama kepada anak-anak sehingga menjadi anak yang beriman dan taqwa, dan  (5)  fungsi kmih saying yaitu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anggota keluarga terutama anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *