KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN

1,726 views
KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN
Menurut Basu Swastha dan Irawan bahwa falsafah kosep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Kegiatan ini meliputi kegiatan pada semua bagian yang ada, seperti kegiatan personalia, produksi, keungan, riset dan pengembangan, serta fungsi-fungsi lainnya. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi konsep tersebut perlu dilaksanakan.
Perusahaan yang menganut konsep pemasaran ini tidak hanya sekedar menjual barang saja, tetapi lebih dari itu, dimana perusahaan juga harus memperhatikan konsumen berdasarkan kebutuhannya.
Jadi secara definitive Bayu Swastha dan Irawan juga menjelaskan mengenai pengertian konsep tersebut yaitu: konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.[1]
Berikut ini akan digambarkan konsep-konsep dasar dalam pemasaran:
1)      Kebutuhan
Kebutuhan adalah sesuatu yang dirasa kurang atrau sebuah kondisi dimana kita merasa kekurangan atas suatu barang tertentu, dan ada sebuah dorongan untuk memenuhinya.
2)      Keinginan
Keinginan adalah sesuatu yang dirasa kurang karena lingkungan. Keinginan manusia sangat beraneka ragam bahkan tidak terbatas, tetapi alat pemuasnya terbatas sehingga muncul masalah tertentu.
3)      Permintaan
Permintaan adalah keinginan disertai dengan daya beli. Atau keinginan akan berubah menjadi permintaan bilamana didukung daya beli. Jadi perusahaan harus mengukur bukan saja berapa banyak orang yang menginginkan produk tersebut tetapi lebih penting lagi berapa banyak yang secara nyata bersedia dan mampu membeli.
4)      Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan guna memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Menurut Kotler, inti produk adalah pelayanan dan manfaat. Manfaat adalah taksiran konsumen mengenai kapasitas keseluruhan suatu produk untuk memuaskan kebutuhan.
5)      Nilai
Nilai adalah kemampuan produk untuk memberikan kepuasan. Konsumen hanya mau membeli yang bernilai karena mereka memandang bahwa produk tersebut mempunyai nilai dan manfaat yang lebih tinggi dibanding harganya.
6)      Pertukaran
Pertukaran adalah tindakan seseorang yang memperoleh produk yang diinginkan dengan sesuatu sebagai ganti. Dengan kata lain pemasaran terjadi bilamana orang memutuskan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya melalui pertukaran.
7)      Transaksi
Dua pihak dikatakan terlibat dalam pertukaran jika mereka bernegosiasi dan bergerak ke arah kesepakatan. Jika kesepakatan tercapai maka transaksi terjadi. Transaksi merupakan perdagangan nilai-nilai antar kedua belah pihak.
8)      Pasar
Pasar adalah himpunan pembeli potensial suatu produk. Dengan kata lain pasar adalah bertemunya penjual dan pembali potensial untuk mengadakan transaksi atas produk yang bernilai dan dapat memuaskan kebutuhan serta keinginan.
a.       Manajemen pemasaran
Dalam aktivitas bisnis manajemen dibutuhkan bagi perusahaan untuk mengatur, mengelola aktivitas perusahaan begitupun dalam pemasaran dibutuhkan manajemen tersebut. Namun sebelimnya perlu dipahami, manajemen pemasaran sebagaimana yang diungkapkan oleh Philip Kotler dan Kevin Lane Keller adalah sebagai seni ilmu memilih pasar sasaran  dan mendapatkan, menjaga, dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.[4]
Kemudian menurut Philip Kotler mendefinisikan manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar yang ditujukan dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasional. Hal ini sangat tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar tersebut serta menentukan harga, mengadakan komunikas, dan distribusi yang efektif untuk memberitahu, mendorong, serta melayani pasar.[5]
Menurut asosiasi pemasaran Amerika (American Marketing Association), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga: promosi dan distribusi, gagasan, barang, dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran perorangan dan organisasi.[6]
Dari definisi tersebut menerangkan bahwa manajemen pemasaran sebagai bagian proses yang melibatkan analisa, rencana, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencangkup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dan dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk mempengaruhi tingkat pemilihan waktu pada permintaan sedemikian rupa sehingga membantu organisasi dalam mencapai tujuan.
Kemudian Basu Swastha juga mengemukakan bahwa dalam kegiatan pemasaran di suatu perusahaan diperlukan suatu pelaksanaan manajemen pemasaran yang berorientasi pada kepuasan pelanggan atau konsumen dan kesejahteraan lingkungan di antaranya adalah:[7]
1)      Tahap orientasi produksi
Dalam tahap pertama ini perusahaan berorientasikan pada produksi (production oriented) tujuan dan perencanaan perusahaan ditentukan oleh bagian produksi. Adapun konsep yang dianut oleh perusahaan dalam tahap ini disebut konsep produk (product concept)
2)      Tahap orientasi penjualan
Membuat barang yang baik saja tidak cukup menjamin berhasilnya pemasaran. Hasil kerja dalam  penjualan masih diukur terutama dari volume penjualan yang dihasilkan, dan bukan dari laba pemasaran. Jadi, perusahaan yang berorientasi pada penjualan (sales orientation) ini menganut sebuah konsep yang disebut konsep penjualan (sales concept).
3)      Tahap orientasi pemasaran
Perusahaan yang berorientasikan pada pemasaran memandang bahwa orientasi penjualan tidak lagi memenuhi harapan karena adanya perubahan yang cepat di bidang teknologi dan sosial. Selain itu, juga terdapat persaingan yang sangat ketat, disertai dengan adanya rasa jenuh pada konsumen. Di sini, perusahaan lebih mementingkan kebutuhan dan keinginan konsumen dari pada hanya sekedar meningkatkan penjualan. Perusahaan yang demikian ini menganut suatu konsep yang disebut konsep pemasaran (marketing concept).
4)      Tahap orientasi manusia dan tanggung jawab sosial
Tahap ini menyangkut kondisi sosial dan perekonomian dalam tahun 1970-an, yaitu suatu tahap yang mana perusahaan berorientasikan pada masyarakat (socieal orientation). Jika perusahaan ingin berhasil atau bahkan dapat hidup terus, ia harus dapat menanggapi cara-cara atau kebiasaan dalam masyarakat. Di sini, perusahaan berusaha memberikan kemakmuran kepada konsumen dan masyarakat untuk jangka panjang. Konsep yang dianutnya sebuah konsep pemasaran masyarakat (socieal marketing concept).
Dari itu diharapkan dalam kegiatan pemasaran di suatu perusahaan harus diorganisasikan dan dikelola dengan baik, artinya pimpinan harus merencanakan pemasaran secara menyeluruh. Untuk itulah perlu filsafah yang dapat memberikan tuntunan kepada usaha pemasaran, sehingga akan tercapai keseimbangan antara kepentingan organisasi atau perusahaan, konsumen dan masyarakat.


BACA JUGA  METODE PEMBELAJARAN SOCRATES

[1] Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern…, hal. 7-10
[2] Irawan, Pemasaran Prinsip dan Kasus, (Yogyakarta: BPFE, 2001), hal. 10
[3] Irawan dkk, Pemasaran Prinsip…, hal. 10-13
[4] Philip Kotler dan Kevin L. Keller, Manajemen Pemasaran…, hal. 6.
[5] Basu Swatha & Irawan, Manajemen Pemasaran Modern…, hal. 7
[6] Panji Anoraga, Manajemen Bisnis…, hal. 217
[7] Basu Swastha, Azas-Azas Marketing…hal. 23-27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *