KUALITAS PEMBIYAAN

124 views

Kualitas Pembiyaan

 

Pembiayaan adalah pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan deficit unit.” “dan financing, yaitu pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga.

Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan.” Sedangkan pengertian kualitas pembiayaan adalah tolok ukur untuk menilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif (pokok termasuk bunga) berdasarkan kriteria tertentu; di Indonesia, kualitas pembiayaan dinilai berdasarkan tingkat ketertagihannya, yaitu lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, atau macet (earnings asset quality)”.

Pembiayaan bank menurut kualitasnya pada hakikatnya didasarkan atas resiko kemungkinan menurut bank terhadap kondisi dan kepatuhan nasabah pembiayaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban untuk membayar bagi hasil, mengangsur, serta melunasi pembiayaanya kepada bank.

Pengolongan kolektabilitas pembiayaan yaitu merupakan penggolongan ketidak lancaran nasabah membayar angsuran pokok maupun bagi hasil atau profit margin pembiayaan menyebabkan adanya kolektabilitas pembiayaan secara umum kolektabilitas pembiayaan dikategorikan menjadi lima macam, yaitu: (a) lancar atau kolektabilitas 1, (b) kurang lancar atau kolektabilitas 2, (c) diragukan atau kolektabilitas 3, (4) perhatian khusus atau kolektabilitas 4, (d) macet atau kolektabilitas 5.41 Dengan penjelasan sebagai berikut:

Pembiayaan lancar (pass) Pembiayaan yang digolongkan lancar apabila memenuhi kriteria yaitu: pembayaran angsuran pokok tepat waktu, memiliki mutasi rekening yang aktif, bagian dari pembiayaan yang dijamin dengan angunan tunai (cash collateral) dengan indikator sebagai berikut: (a) Industri: diterima/umum, permintaan cukup, profitabilitas cukup, persaingan minimal (b) Perusahaan: diatas rata-rata sektor, daya saing kuat, produk dan pasar yang baik (c) Keuangan: menguntungkan, likuid, cash flow memedai rasio hutang rendah, dua sumber pembayaran kembali, sedikit ketergantungan terhadap foreign cxchage dan stabilitas suku bungan. (d) Manajemen: memiliki kemampuan, memiliki integritas, memiliki visi strategis yang jelas, kontrol yang baik, eksternal audit yang baik.(e) Viability: tidak ada resiko yang significant.

BACA JUGA  KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN

Perhatian khusus (special mention) Pembiayaan yang digolongkan dalam pembiayaan khusus apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: Terdapat tunggakan angsuran pokok , Kadang-kadang terjadi cerukan. Mutasi rekening relatif aktif, Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan, Didukung oleh pinjaman baru. Dengan indikator sebagai berikut (a) Indusri: dipertanyakan, pendapatan menurun, kompetisi meningkat, kompetisi harga meningkat, biaya operasi meningkat, dalam real estate, tingkat hunian dan atau daya serap menurun, (b) Perusahaan: di dalam rata-rata sektor, beberapa kelemahan dalam persaingan (c) Keuangan: keuntungan rendah, likuiditas dapat diterima, rasio hutang moderat, aliran kas lebih rendah dari pada pembayaran pokok, (d) Manajemen: mampu memenuhi syarat, memiliki intergitas, beberapa permasalahan strategi, perbaikan dalam kontrol, komite pemilik dan manajemen, eksternal auit dapat ditterma, (e) Viability: kemauan melepas diri dari masalah, kekuatan untuk menggulangi.

Kurang lancar (subtandard) Pembiayaan yang digolongkan ke dalam pembiayaan kurang lancar apabila memenuhi kriteria berikut ini: Terdapat tunggakan angsuran pokok, sering terjadi cerukan, Frekuasi mutasi rekening relatif rendah, Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjijan lebih dari 90 hari, Terdapat indikasi masakah keuangan yang dihadapi debitur, Dokumentasi pinjaman yang lemah. Dengan indikator: (a) Industri: bergejolak, pendapatan menurun, permintaan menurun, risiko libberalisasi, risiko bahan mentah, risiko devaluasi, (b) Perusahan: dibawah rata-rata sektor, tingkat kompetisi tinggi, aspek teknologi lemah, (c) Keuangan: pendapatan rendah mendekati nol (0), likuiditas rendah, rasio hutang tinggi, meningkatya masalah modal kerja, (d) Manajemen : kepastian rendah, kurang pengalaman, integritas diragukan, tidak ada visi strategis, (e) Viability: dukungan pemilik diragukan, memerlukan pemasaran yang baru, resko masa depan yang potensial.

Diragukan (doubtful) Pembiayaan yang digolongkan ke dalam pembiayaan diragukan apabila maemenuhi kretiria sebagai berikut: Terdapat tunggakan angsuran pokok yang telah melampaui 180 hari, Terjadi cerukan yang bersifat permanen, Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari, Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian pembiayaan maupun pengikatann jaminan, Industri: tidak baik, pendapatan 0 (nol) atau negatif, kompetisi harga sangat tajam, harga menurun, memrlukan retrukturisasi operasional, Perusahan: jauh dibawah rata-rata sektor, tingkat kompetisi yang sangat tinggi, masalah teknologi yang parah, memerlukan modernisasi yang mendesak dengan indikator: (a) Keuangan: kerugian operasional, tidak likuid, menjual aset untuk memperthankan usaha, aliran kas lebih kecil dari pada embayaran bunga, rasio hutang sangat tinggi, (b) Manajemen: parah, tidak kompeten, tidak bisa bekerja sama, kontrol sangat lemah, eksternal audit yang parah, (c) Viability: masalah operasional, kelebihan tenaga kerja yang banyak, membutuhkan penghapusan hutang, retrukturisasi produk, retrukturisasi proses.

BACA JUGA  PENGERTIAN BANK KONVENSIONAL (BANK UMUM) DAN BANK SYARIAH

Macet (loss) Pembiayaan yang digolongkan ke dalam pembiayaan macet apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: Terdapat tunggakan angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari, Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru, Dari segi hukum maupun kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar. Dengan indikator sebagai berikut: (a) Industri: hampir mati, struktur industri lemah, bersifat anakronis, (b) Perusahan: tidak dapat berkompetisi, ketinggalan teknologi, produk yang lemah, (c) Keuangan: kerugian yang besar, penjualan aset sangat merugi, masalah kas dan hutang yang parah, (d) Manajemen: sangat parah, tidak dapat dipercaya, sangat tidak kompeten, (e) Viability: sangat dipertanyakan, harus dilikuidasi, harus dipecah-pecah, pembeli dedikit.

Tujuan pembiayaan dalam membahas tujuan kualitas pembiayaan, mencangkup lingkup yang luas pada dasarnya terdapat dua fungsi yang saling berkaitan dari pembiayaan yaitu sebagai berikut: Profitability, yaitu tujuan untuk memperoleh hasil dari pembiayaan berupa keuntungan yang diraih dari bagi hasil yang diperoleh dari usaha yang dikelola bersama nasabah. Oleh karena itu bank hanya akan menyalurkan pembiayaan kepada usaha-usaha nasabah yang diyakini mampu dan mau mengembalikan pembiayaan yang telah diterimanya. Dalam faktor kemampuan dan kemauan ini tersimpan unsur keamanan (safety) dan sekaligus juga unsur keuntungan (profitability) dari suatu pembiayaan, sehingga kedua unsur tersebut saling berkaitan. Dengan demikian keuntungan merupakan tujuan dari pemberi pembiayaan yang berwujud dalam bentuk hasil yang diterima. Safety, yaitu keamnan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar tercapai tanpa hambatan yang berarti. Oleh karena itu dengan keamnan ini dimaksudkan agar prestasi yang diberikan dalam bentuk modal, barang, atau jasa itu betul-betul terjamin pengembalianya, sehingga keuntungan (profitability) yang diharapkan dapat menjadi kenyataan.

BACA JUGA  PENGERTIAN, LANDASAN FILOSOFIS PRILAKU KONSUMEN

Selain itu ada tiga pihak atau pelaku yang terlibat dalam setiap pemberian pembiayaan sehingga dalam pemberian pembiayaan akan mencakup pula pemenuhan tujuan ketuga pelaku utama tersebut, yaitu sebagai berikut: Lembaga keuangan syariah (selaku mudharib atau sahibul maal) yaitu menghimpun dana masyarakat yang mengalami kelebihan dana, Penyaluran atau pemberian pembiayaan merupakan bisnis utama, Penerimaan bagi hasil dari pemberian pembiayaan bagi lembaga keuangan syariah, Sebagai salah satu media bagi lembaga keuangan syariah dalam berkontribusi dalam pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *