MEDIA PEMBELAJARAN

107 views
Untuk mendownload file microsoft word nya klick “disini
1. Peranan Media Pembelajaran
Menurut Komarudin yang dimaksud dengan peranan adalah ;
1.      Bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan dalam seseorang dalam menajemen
2.      Pola penilaian yang diharpakan dapat menyertai suatu status
3.      Bagian atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau pranata
4.      Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya
5.      Fungsi setiap variabel dalam hubungna sebab akibat[1]
 Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”  Association of Education and Communication Technology (AECT) mendefenisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.[2]
Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.[3]
Pengertian diatas dipekuat oleh Sayaifl Bahri Djamaran yang  mendefenisikan Media sebagai berikut :
Kata media berasal dari kata latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang secara harfiah berarti “perantata atau pengantar”. Dengan demikian, media wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan[4]
Asnawir dan Basyiruddin Usman juga menyebutkan setidaknya ada 6 kriteria dalam pemilihan media yaitu :
1.    Media yang dipilih hedaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.    Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media
3.    Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
4.    Ketersediaan media disekolah atau memugkinkan bagi guru mendisain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru.
5.    Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
6.    Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemamfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai.[5]
Sedangkan menurut Nana Sudjana sebagaimana menyebutkan dalam penggunaan media henyaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip itu adalah :
1.      Menentukan jenis media dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan
2.      Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat; perlu diperhitungkan apakah penggunaan media sesuai dengan tingkat kematangan kemampuan anak didik
3.      Menyajikan media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pelajaran haruslah sesuai dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada.
4.      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Atrinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media yang digunakan. Tentu tidak setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus menerus memperlihatkan atau menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran[6].
Hal ini senada sebagaimana yang diungkapkan oleh Wilkinson, dia mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran yakni :
1.      Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari criteria utama
2.      Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik
3.      Keadaan Siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Misalnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif
4.      Ketersediaan
Walaupunn suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru
5.      Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.[7]
Menurut Rudi Bretz sebagaimana yang dikutip oleh Asnawir dan Basyiruddin Usman mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak, sehingga terdapat 8 klasifikasi media yaitu  :
1.      Media Audio Visual Gerak.
2.      Media Audio Visual Diam
3.      Media Audio Seni Gerak
4.      Media Visual Gerak
5.      Media Visual Diam
6.      Media Seni Gerak
7.      Media Audio
8.      Media Cetak.[8]
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tampa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Maka perlu adanya keterkaitan yang positif antara media dan proses pembelajaran
Bila kita cermati pembelajaran yang terjadi disekolah-sekolah saat ini, pada umumnya dikelolah secara klasikal. Karena metode pengajaran klasikal sangat diminati oleh guru karena pembelajaran dengan cara ini paling mudah dilaksanakan. Pada pembelajaran klasikal pada umumnya komunikasi terjadi searah, yaitu dari guru ke siswa, dan hampir tidak terjadi sebaliknya. Oleh karena itu penggunaan media banyak didominasi oleh guru. Untuk meminimalkan dominasi guru, maka perlu direncanakan media untuk kelompok atau individu, baik untuk alat peraga maupun sarana.
Ada beberapa keuntungan bila media digunakan untuk kegiatan kelompok, yaitu antara lain ;
1.     Adanya tutor sebaya dalam kelompok, yang kadang-kadang lebih mudah menerangkan temuan-temuanya pada temannya.
2.     kerjasama yang terjadi dalam penggunaan media akan membuat suasana kelas lebih menyenangkan
3.     Banyak nya anggota yang relatif kecil dalam kelompok akan membuat siswa aman mengemukakan pendapat dan temuan-temuanya dibandingkan dalam 1 kelas.[9]
“Dari sudut proses, sebuah pembelajaran harus memiliki sumber-seumber yang sesuai, memiliki model-model yang pas dengan bidang studi yang akan diajarkan, dan mimiliki kesesuaian atara audien dengan suasana belajar yang berlangsung”.[10]
Bila membicarakan tentang pembelajaran maka hal tersebut tidak terlepas dari makna belajar itu sendiri karena “…belajar merupakan tindakan dan prilaku yang kompleks, sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa itu sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya proses belajar, proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada dilingkungan sekitar.[11]
 Istilah kata “belajar” tidak dapat dipisahkan dari kata “pendidikan”, dan “perkembangan”, ketiga kata tersebut saling terkait, karena sama-sama membicarakan psikis atau mental manusia.[12]

BACA JUGA  PENGERTIAN BANK, BANK UMUM, BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

[1] http://dspace.widyatama.ac.id/bitstream/handle/10364/513/bab2.pdf?sequence=4
[2] Asnawir & M. Bnsyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers, 2002. hlm.11
[3] http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/media-pembelajaran.html
[4] [4] Syaiful Bhari Djamarah, Aswan Zain, op.cit. hlm.136
[5] Ibid, hlm 15-16
[6] Syaiful Bahri Djamaran, Aswan Zain, op.cit. hlm 144-145
[7] http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/media-pembelajaran.html
[8] Arif Sadiman dkk, op.cit. hlm.20
[9] Sukayati, Pelatihan Supervisi Untuk Sekolah Dasar,19 juni-2 juli 2003, PPPG Matematika, Yogyakarta
[10] Mukhtar & Martinis Yamin, Metode Pembelajaran Yang Berhasil, Jakarta : CV Sesama Mitra Suksesa, 2003. hlm 1
[11] Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta, 1999. hlm. 7
[12] Maratinis Yamin, op.cit, hlm 104

One thought on “MEDIA PEMBELAJARAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *