MENCEGAN DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET

786 views
MENCEGAN DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET
Sama seperti penyakit lainnya, pada perbankan juga berlaku nasehat “lebih baik mencegah dari pada mengobati” banyak tenaga, biaya dan perhatian yang harus dikeluarkan untuk menyelasaikan sebuah pembiayaaan bermasalah. Tindakan pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sebuah pembiayaan bermasalah adalah berhati-hati dalam memberikan pembiayaan. Seorang Account Officer harus bertindak konservatif dalam menyalurkan pembiayaan. Dalam mengantisipasi masa depan (dalam pemberian pembiayaan selalu terdapat dimensi waktu, yaitu suatu masa pembiayaan baru yang harus oleh Mudharib), jangan hanya berprediksi dari sudut optimis, yakni usaha Mudharib berkembang dengan baik dan maju, tetapi juga harus dari estimasi yang peimis atau konservatif. Tentu saja tidak ada yang berharap skenario gagalnya usaha Mudharib terjadi, tetapi seorang Account Officer harus bertanya bahwa seandainya hal tersebut terjadi, bagaimana posis bank sebagai Shahibul maal.
Beberapa langkah konkrit dalam tindakan konservatif tersebut adalah :
a. Mengikuti prosedur pembiayaan pembiayaan dengan baik, karena langkah tersebut proses seleksi akan terjadi dengan sendirinya
b. Seorang Account Officer harus selalu menjunjung tinggi nilai proesionalisme dalam tindakannya.
c. Seorang Account Officer harus memiliki prinsip sendiri berdasarkan analisis yang dilakukannya.
d. Jangan segan-segan menolak sebuah pembiayaan jika dari hasil analisis memang tidak layak untuk di biayai oleh bank.
e. Lengkapi dokumentasi sebelum pembiayaan di realisasi.
f. Seorang Account Officer harus menyadari bahwa tidak semua keinginan nasabah dapat dan harus dipenuhi oleh bank. Seorang Account Officer harus selalu memelihara posisi sebagai penghubung antara bank dengan nasabah, dan pada titik terakhir, ia harus selalu menempatkan bank sebagai prioritas utama.
MENCEGAH DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET - MENCEGAN DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET
Tindakan lain dalam mencegah timbulnya pembiayaan bermasalah adalah dengan pengawasan pembiayaan secara terus menerus.53 Karena sesungguhnya risiko pembiayaan baru saja dimulai ketika pencairan dilakukan, pengawasan dapat dilakukan dengan memantau realisasi pencapaian target usaha dengan bisnis plan yang telah dibuat sebelumnya.54 Dalam terjadinya proses realisasi pembiayaan yang ada di lembaga keuangan syariah tidaklah semulus apa yang dibayangkan.
Karena tidak semua nasabah memiliki karakter bisnis yang sama satu sama lainnya. Dalam kenyataanya ada nasabah yang sukses dalam mengelola bisnis namun ada pula yang gagal. Apabila terjadi tidak tercapainya target maka pihak bank harus segera melakukan tindakan penyelamatan, tindakan penyelamatan awal adalah dengan langsung turun ke lapangan menemui nasabah untuk mengetahui permasalahan utama yang dialami oleh nasabah, adapun beberapa langkah pengawasan yang harus dilakukan antara lain adalah:
1) Memantau mutasi rekening koran nasabah
2) Memantau pelunasan angsuran
3) Melakukan kunjungan rutin ke lokasi usaha nasabah untuk memantau langsung operasional usaha dan perkembangan usaha nasabah. Hal ini bermanfaat untuk memantau kemungkinan terjadinya side streaming atau penyimpangan tujuan penggunaan dana dan pencapaian target sesuai dengan bisnis plan.
4) Melakukan pemanatauan terhadap kegiatan usaha nasabah dengan mengunakan media lain.
MENCEGAH DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET - MENCEGAN DAN PENCEGAHAN TIMBULNYA KREDIT MACET
Dalam upaya meningkatkan pemantauan secara dini terhadap penyaluran dana yang diduga akan merugikan bank, harus dilakukan pengawasan secaa khusus, yang sekurang-kurangnya mencakup langkah-langkah berikut:
a)    Pejabat bank yang berwanang menyusun klasifikasi kualitas penyaluran dana yang tergolong lancar (pass), kurang lancar diragukan dan macet yang memberikan catatan untuk penyaluran dana yang kolektabilitasnya masih tergolong lancar namun terindentifikasi memburuk.
b)   Penentuan kolektabilitas tersebut harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank indonesia.
c)    Dalam penetapan kolektabilitas tersebut, tidak akan dilakukan pengecualian terutama penyaluran dana kepada pihak-pihak yang terkait.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan di Bank Syariah :
1) Tujuan Pengawasan pembiayaan
Tujuan pemantauan dan pengawasan pembiayaan yang dilakukan bank syariah adalah agar:
a) Kekayaan bank syariah akan selalu terpantau dan menghindari adanya penyelewengan-penyelewengan baik oknum dari luar maupun dari dalam bank syariah.
b) Untuk memastikan ketelitian dan kebenaran data administrasi di bidang pembiayaan
c) Unutuk memajukan efisiensi di dalam pengelolaasn tata laksanan usaha bidang peminjaman dan sasaran pencapaian yang ditetapkan.
2) Media pemantauan
a) Informasi dari luar bank.
Diupayakan data dari laporan periodik usaha dibiayai baik itu berupa laporan stok,realisasi kerja dan laporan keuangan. Laporan juga harus dikontrol melalui realisasi kerjanya jangan hanya berdasarkan laporan keuangannya saja.
b) Informasi dari dalam bank syariah, Penelitian mutasi keuangan anggota dalam rekening sehingga diperoleh gambaran mutasi yang sesungguhnya dan tidak terjadi manipulasi.
c) Meneliti perputaran yang terjadi atas debit dan kredit pada beberapa bulan berjalan.
d) Periksalah adakah tanggal-tanggal jatuh tempo yang dijanjikan terealisasi

e) Meneliti buku-buku tambahan atau map-map yang berkaitan dengan pembiayaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *