MISKIN DI DALAM AL-QUR’AN

180 views

MISKIN DI DALAM AL-QUR'AN'AN

Miskin (مسكين) berasal dari kata سكن. Dalam mu’jam al-maqaayiis fi al-lughah dikatakan bahwa sakana يدل على خلاف الاضطراب والحركة :(سكن) (menunjuk pada ketenangan dan diam). Sedangkan سكون, bentuk mashdar dari سكن, dalam Mu’jam Mufradaat Alfaazh al-qur’an diartikan ثبوت الشئ بعد تحرك (tetap atau diamnya sesuatu setelah bergerak). Sementara itu miskin dalam Qaamuus alMuhiith diartikan dengan من لاشيءله, أوله مالايكفيه, أوأسكنه الفقر (orang yang tidak memiliki sesuatu, atau memiliki sesuatu tetapi tidak mencukupinya, atau orang yang dibuat diam, oleh kefakiran). Bisa juga berarti الذّ ليل والضعيف (orang yang hina dan lemah).[1]

Dalam buku Teologi kaum tertindas dijelaskan bahwa dalam Lisaan al-‘Arab disebutkan, وقيل الذي لاشيءله يكفي عياله   المسكين الذي لاشيءله(miskin adalah orang yang tidak memiliki apa-apa. Ada juga yang mengatakan, miskin adalah orang yang tidak memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya), kemudian disebutkan pula perbedaan pendapat para pakar tentang siapa yang lebih baik keadaan ekonominya antara fakir dan miskin. Ada yang berpendapat fakir lebih baik keadaannya dari miskin. Menurut pendapat ini fakir adalah orang yang memiliki sesuatu yang dapat menutupi sebagian kebutuhannya. Ada juga yang berpendapat sebaliknya, miskin lebih baik keadaannya ketimbang fakir. Pendapat inilah yang kemudian dipilih oleh Ibnu Manzhuur, pengarang Lisan al-‘Arab, dengan alasan:[2]

Pertama, berkenaan orang miskin Allah berfirman: أمّا السّفينة فكانت لمساكين     يعملون فى البحر (QS. al-Kahfi/18:79). Disini Allah mengabarkan bahwa mereka adalah orang-orang miskin dan bahwa mereka memiliki bahtera yang secara umum masih dapat dipergunakan.

Kedua, berkenaan orang fakir Allah berfirman:

“Keadaan yang diberitakan Allah tentang kaum fukara berbeda dengan keadaan yang diberitakan tentang kaum miskin. Seperti kita lihat, keadaan kaum miskin lebih baik, mereka memiliki sesuatu yang dapat dijadikan jalan usaha  (QS. al-Baqarah/2:273).[3]

BACA JUGA  PENGERTIAN, KARAKTER PRIBADI, FUNGSI SERTA TUGAS GURU

 Kata سكن dengan segala derivasinya dalam al-Qur’an terulang sebanyak 69 kali. Tentunya tidak semua bermakna orang miskin. Adapun yang bermakna orang miskin terdapat 23 ayat dan disampaikan dalam term-term berikut:[4]

  • مسكين, term ini terdapat dalam dua ayat, al-Baqarah/2:184 dan al-Qalam/68:24;
  • مسكينا, term ini terdapat dalam tiga ayat, al-Mujaadilah/58:4, al-Insaan/76:8 dan al-Balad/90:16;
  • المسكين, term ini terdapat dalam enam ayat, al-Haaqqah/69:34, al-Mudatstsir/74:44, al-Fajr/89:18, al-Maa’uun/107:3; al-Israa’/17:26, dan al-Ruum/30:38;
  • مساكين, term ini terdapat dalam tiga ayat, al-Maaidah/5:89, 95 dan al-Kahfi/18:79;
  • المساكين, term ini terdapat dalam sembilan ayat, al-Baqarah/2:83, 177, 215, al-Nisaa’/4:8, 36, al-Anfaal/8:41, at-Tawbah/9:60, al-Nuur/24:22, dan al-Hasyr/59:7.

Dari 23 ayat tersebut, ayat yang menyebut orang miskin sebagai pihak yang harus dibantu kehidupan ekonominya sebanyak 21 ayat, yaitu al-Baqarah/2:83, 177, 184, 215, al-Nisaa’/4:8, 36, al-Maa’idah/5:89, 95, al-Anfaal/8:41, at-Tawbah/9:60, al-Israa’/17:26, an-Nuur/24:22, ar-Ruum/30:38, al-Mujaadilah/58:4, al-Hasyr/59:7, al-Haaqqah/69:34, al-Mudatstsir/74:44, al-Insaan/76:8, al-Fajr/89:18, al-Balad/90:16 dan al-Maa’uun/107:3.[5]

[1]Abad Badruzaman, Teologi Kaum Tertindas: Kajian Tematik Ayat-ayat Mustadh’afiin dengan Pendekatan Keindonesiaan, (Yogyakarta: P3M STAIN Tulungagung Kerjasama dengan Pustaka Pelajar, 2007), hlm. 110-111.

[2]Abad Badruzaman, Teologi Kaum Tertindas…, hlm. 111-112.

[3]Ibid., hlm. 112.

[4]Ibid.,

[5]Ibid., hlm. 113.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *