MODEL PEMBELJARAN THINK PAIR SHARE

136 views
MODEL PEMBELJARAN THINK PAIR SHARE
Strategi Think Pair Share atau berpikir berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi sisw . strategi Think pair shareini berkembang dari penelitian belajar kooperatif dan waktu tunggal. Pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dma koleganya di Universitas Marylandyang sesuai dikutip Arends, menyatakan bahwa think pair share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suatu pola disukusi kelas. (Trianto : 2007. hlm. 61)
Seperti namanya “thinking”, pembelajaran ini diawali dengan guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh peserta didik. Guru member kesemapatan kepada mereka memikirkan jawabannya .
Selanjutnya “pairing”, pada tahapan ini guru meminta kepada peserta didik berpasang-pasangan . beri kesempatan kepada pasangan-pasangan itu untuk berdiskusi. Diharapkan diskusi ini dapat memperdalam makna dari jawaban yang ada dioikirannya melalui intersubjektif dengan pasangannya
Hasil diskusi intersubjektif di tiap-tiap pasangan hasilnya dibicarakan dengan pasangan kelas. Tahap ini dikeanal dengan “sharing”. Dalam kegiatan ini diharapkan terjadi Tanya jawab yang mendorong pada pengonstruksian pengetahuan secara integratif. Peserta didik dapat menemukan struktur dari pengetahuan yang dipelajarinya ( Agus Suprojono: 2011.hlm. 91)                                   
Guru memilih menggunakan think pair shareuntuk membandingkan Tanya jawab kelompok keseluruhan. Guru mengunakan langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Langkah 1 : Berpikir (Thingking)
Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang diakaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikirsendiri jawaban atau masalah. Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir
b.      Langkah 2: Berpasangan (pairing)
Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khususnya yang lebih dari 4 atau menit untuk berpasangan
c.       Langkah 3: (sharing)
Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasanan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan (Trianto : 2006. Hlm. 61-62)
Berdasarkan pernyataan diatas dapat dipahami bahwa model pembelajaran  Think-Pair-Share  adalah salah satu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk  menunjukkan partisipasi kepada orang lain. Model pembelajaran Think-Pair-Share  memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri  serta bekerja sama dengan orang lain, sehingga diharapkan siswa menjadi  lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan model pembelajaran  Think-Pair-Share dapat mengembangkan pemikiran siswa secara individu karena adanya waktu berpikir, sehingga kualitas jawaban  juga dapat meningkat. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena banyak siswa yang terlihat antusias saat proses belajar mengajar berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *