PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

340 views

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pelaksanaan pembelajaran pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk  kegiatan yang sedang dilakukan oleh pihak manapun juga, melaksanakan suatu program maupun kegiatan.

Pengertian Pembelajaran Menurut Degeng menegaskan bahwa:
Pembelajaran/pengajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa-siswa. Dalam pengertian ini secara implicit dalam pengajaran terhadap kegiatan memilih, menetapkan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan  (Arief S. Sadiman, dkk : 2008, hal. 2)
Secara umum bahwa setiap guru dan lembaga pendidikan yang dikelola untuk memberikan pengetahuan dan mencetak siswa-siswi yang berprestasi sangat didambakan oleh semua orang, karena proses pembelajaran yang dilakukan yang akan diukur adalah bagaimana prestasi dan hasil belajar siswa itu sendiri.
Hal di atas akan sangat membeirikan pengaruh besar terhadap prestasi yang akan dicapai para siswa, karena inti dan target yang akan dicapai dalam proses pendidikan di sini adalah prestasi siswa yang baik dan berkualitas. Serta Faktor yang datang datang dari dalam diri anak dapat berupa keadaan jasmani anak, kecerdasan dan bakat serta kecakapan yang dimiliki anak Faktor yang datang dari luar diri anak dapat berupa faktor lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, fasilitas belajar yang dimiliki anak serta perhatian dari orang tua juga akan mempengaruhi hasil yang dicapai siswa dalam hasil pembelajaran. Dengan demikian perlu adanya penerapan strategi yang yang baik dalam pelaksanaan pembelajaran agar
Tujuan dari proses pembelajaran tersebut dapat dicapai dengan baik pula. Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satu kawasan dari taksonomi Benyamin S.Bloom dan D.Krathwohl memilih taksonomi pembelajaran dalam 3 kawasna, yakni kawasan ; Kognitif, Afektif, Psikomotorik (Hamza B. Uno, : 2006, hal. 35)
Martinis Yamin menjelasan mengenai Taksomoni diatas sebagai berikut: Kognitif berorientasi kepada kemampuan “berfikir” mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan
Kawasan Afektif merupakan tujuan yang berhubungan dengan perasaan, emosi, sistem nilai, dan sikap hati (attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu
Kawasan psikomotorik adalah kawasan yang berorientasi kepada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action) yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot (Matinis Yamin :2006, hal.27)
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu perlu adanya pelaksaan pembelajaran yang matang seperti adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Silabus Program Tahuna, Program Semester dan Metode dalam pembelajaran yang tepat dan lain-lain. Secara garis besar hal tersebut bisa kita katakana dengan perencaan pembelajaran. Dasar perlunya perencanaan pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai berikut :
  1. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran kecuali dengan perencanan pembelajaran yang diwujudkan dengna adanya desain pembelajara
  2. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem
  3. Perencanaan desain pembelajaran dilakukan pada bagaimana seorang belajar
  4. Untuk merencanakan suatu desai pembelajaran diacukan pada sisiwa perorangan
  5. Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran
  6. Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar ( Hamzah B.Uno, :2006, hal. 3)
Kemudian dijelaskan lagi oleh Oemar Hamalik jenis-jenis dar perencanaan pembelajran tersebut yaitu ada 6 jenis perencanaan pemebelajran yang harus dilakukanoleh seorang guru yaitu :
a.       Perencanaan Permulan ( Primary Planning)
b.      Perencanaan Tahunan
c.       Perencanaan Untuk Hari Pertama
d.      Perencanaan Terus-menerus
e.       Perencanaan Bersama
f.       Mengikutsertakan murid dalam perencanaan (Oemar Hamalik :2008, hal 136-139)
Sebagai objek dan subjek pendidikan siswa memegang peran yang sangat strategis. Dengan kata lain. Siswa sebagai satu indikator terwujudnya sekolah yang berprestasi. Hal ini ditentukan oleh karakteristik siswa baik  input, proses, maupuan out put dan outcome siswa.
Dalam strategi penyelenggaraan pendidikan yang bersifat klasikal masal, tentu memberikan perlakuan yang standar (rata-rata) kepada semua siswa. Padahal setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Akibatnya siswa yang memiliki  kemampuan dan kecerdasan belajar di bawah rata-rata atau memiliki kecepatan belajar di bawah siswa lainnya, akan selalu mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Sementara, siswa yang memiliki kemampuan kecerdasan di atas rata-rataa karena memiliki kecepatan belajar di  atas siswa lainnya, akan merasa jenuh sehingga prestasinya berada di bawah potensi yang sebenarnya ia miliki (under achiever). Karena itu, seorang guru harus mampu merumuskan teknik dan prinsip mengajar yang mampu mengakomodir potensi dasar (basic potential) yang dimiliki siswa.
Pada dasarnya, bila dilihat dari aspek kemampuan dan kecerdasan, siswa dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan di bawah rata-rata, siswa yang memiliki kecerdasan rata-rata, dan siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Penerapan prinsip dan teknik mengajar seorang guru terhadap siswa di kelas haruslah dilakukan dengan berbeda, pelayanan terhadap ketiga kelompok tersebut. Bagi siswa yang memiliki kecepatan belajar dan kecerdasan rata-rata maka ia diberikan pelayanan pendidikan dengan mengacu kepada kurikulum yang berlaku secara nasional. Bagai siswa yang memailiki kecepatan dan kecerdasan di bawah  rata-rata, maka diberikan pelayanan berupa pengajaran perbaikan (remedial teaching), sehingga ia membutuhkan waktu yang relatif lebih panjang daripada siswa-siswi lainnya untuk menyelesaikan materi kurikulum yang sama. Siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang melebihi teman sekelasnya, diharapkan mamapu mengukir prestasi, yang kemudian dapat mengidentifikasi menjadi sekolah berprestasi.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *