PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

714 views


Pada dasarnya pembelajaran Group inestigation merupakan salah satu dari model dari pembelajaran Koorperatif. Pembelajaran koorperatif (cooperative learning) merupakan bantuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan berkerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotarnya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat hiterogen (Rusman, 2009: hlm. 202)
Pembelajaran koorperatif learning tidak sama dengan sama dengan sekedar belajar kelompok. Ada unsur dasar pembelajaran koorperatif  yang membedakan dengan pembelajaran kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksaan prinsip dasar pokok sistem pembelajaran koorperatif dengan benar akan memungkinkan guru menglola kelas dengan lebih efektif. Dalam pembelajaran koorperatif proses pembelajaran tidak harus belajar dari guru ke siswa. Siswa dapat saling membelajarkan sesama siswa lainnya. (Rusman, 2009: hlm. 203)
Karakteristik atau ciri pembelajaran koorperatif dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Pembelajaran Secara Tim
Pembelajran koorperatif adalah pembejaran dilakukan secara tim. Tim merupakan tempat mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran
2.      Didasarkan Pada Menajemen Koorperatif
Menajemen seperti yang telah kita pelajari pada baba sebelumnya mempunyai fungsi yaitu : (a) Fungsi menajemen sebagai perencanaan pelaksanaan menunjjukan bahwa pembelajaran koorperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkah-langkah pembelajaran yang telah ditentukan. Misalnya tujuan apa yang haru dicapai, bagaimana cara mencapainya, apa yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan bagaimana lain segalanya. (b) Fungsi menajemen sebagai organisasi, menunjjukan bahwa pembelajaran koorperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif. (c) Fungsi menajemen sebagai kontrol, menunjukan bahwa dalam pembelajaran koorperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun nontes
3.      Kemauan Untuk Bekerja Sama
Keberhasilan pembelajaran koorperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prinsip kebersamaan atau kerja sama perlu ditekankan dalam pembelajaran koorperatif. Tampa kerja sama yang baik, pembelajaran koorperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal
4.      Keterampilan Bekerja Sama
Kemampuan bekerja sama itu dipraktikan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara kelompok. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. (Rusman, 2009: hlm. 207-208)
Adapun unsur dalam pembelajaran koorperatif adalah sebagai berikut :
1.      Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka sehudup sepenanggungan bersama
2.      Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, seperti milik mereka sendiri
3.      Siswa haru melihat bahwa semua anggota dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama
4.      Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama antara anggota kelompoknya
5.      Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberi hadian/penghargaan yang akan dikenakan untuk semua anggota kelompok
6.      Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar selama proses berjalan
7.      Siswa diminta mempertanggungjawabkan secara individu materi yang ditangani dalam kelompok koorperatif (Rusman, 2009: hlm208)
Tabel II : Langkah Model Pembelajaran Koorperatif (Rusman,2009: hlm.221-222)
Tahap
Tingkah Laku Guru
Tahap 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada kegiatan pelajaran dan menekankan pentingnya topik yang akan dipelajari dan memotivasi siswa belajar
Tahap 2
Menyampaikan informasi
Guru menyampaikan informasi atau materi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau melalui bahan bacaan
Tahap 3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membantuk kelompok belajar dan membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efesien
Tahap 4
Membimbing kelompok bekerja dengan belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka
Tahap 5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Tahap 6
Memberikan Penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok
Strategi belajar koorperatif Group Investigation dikembangkan oleh Shlomon sharan di universitas tel Aviv, Israel(Rusman, 2009: hlm. 220)
Pengembangan belajar koorperatif Group Investigation didasarkan pada suatu premis bahwa suatu proses belajar di sekolah menyangkut kawasan dalam domain sosial dan intelektual, dan proses yang terjadi merupakan penggabungan nilai-nilai kedua domain tersebut. (Rusman, 2009: hlm. 221)
Implementasi strategi belajara kooperatif tipe Group Investigation dalam pembelajaran, secara umum dibagi menjadi Enam tahapan, yaitu :
1.  Mengindentifikasikan topik dan mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok (para siswa) menelaah sumber-sumber informasi, memilih topik, dan mengategorasikan saran-saran; para siswa bergabung ke dalam kelompok belajar dengan pilihan topik yang sama dan heterogen; guru membantu atau memfasilitasi dalam memperoleh informasi
2.  Merencanakan tugas-tugas belajar (direncanakan secara bersama-sama oleh para siswa dalam kelompoknya masing-masing, siapa sebagai apa__ pembagian kerja; untuk tujuan apa toik ini diinvestigasikan)
3.  Melaksanakan investigasi (siswa mencari informasi, menganalisis data dan membuat kesimpulan; setiap anggota kelompok harus berkonstribusi kepada usaha kelompok; para siswa bertukar pikiran, mendiskusikan, mengklarifikasi, dan mensintesiskan ide-ide)
4.  Menyiapkan laporan akhir (anggota kelompok menentukan pesan-pesan essensial proyeknya; merencanakan apa yang akan dilaporkan dan bagaimana membuat presentasinya; membentuk panitia acara untuk mengoordinasikan rencana presentasi)
5.  Mempresentasika laporan akhir (presentasi dibuat untuk keseluruhan kelas dalam berbagai macam bentuk; bagian-bagian presentasi harus secara aktif dapat melibatkan pendengar (kelompok lainnya); pendengar mengevaluasi kejelasan prensentasi menurut kriteria yang telah ditentukan keseluruhan kelas)
6.  Mengevaluasi (para siswa berbagi mengenai balikan terhadap topik yang dikerjakan, kerja yang telah dilakukan, dan pengalaman-pengalaman efektifitasnya; guru dan siswa berkolaborasi dalam mengevaluasi pembelajaran; asesmen diarahkan untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan keretampilan berpikir kritis)
Dalam metode Group Investigation terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/06/20/strategi-pembelajaran-kooperatif-metode-group-investigation/)
Slavin mengemukakan hal penting untuk melakukan metode Group Investigation adalah :
1.      Membutuhkan Kemampuan Kelompok
Di dalam mengerjakan setiap tugas, setiap anggota kelompok harus mendapat kesempatan memberikan kontribusi. Dalam penyelidikan, siswa dapat mencari informasi dari berbagai informasi dari dalam maupun di luar kelas, kemudian siswa mengumpulkan informasi yang diberikan dari setiap anggota untuk mengerjakan lembar kerja
2.      Rencana Koorperatif
Siswa bersama-sama menyelidiki masalah mereka, sumber mana yang mereka butuhkan, siapa yang melakukan apa, dan bagaimana mereka akan mempresentasikan proyek mereka didalam kelas
3.      Peran Guru
Guru menyediakan sumber dan fasilitator. Guru memutar diantara kelompok-kelompok memperhatikan siswa mengatur pekerjaan dan membantu siswa mengatur pekerjaannya dan membantu jika siswa menemukan kesulitan dalam interaksi kelompok (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/06/20/strategi-pembelajaran-kooperatif-metode-group-investigation/)
Langkah-langkah penerapan metode Group Investigation dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Seleksi Topik
Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan
2.      Merencanakan Kerja Sama
Para siswa bersama guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) diatas
3.      Implementasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan
4.      Analisis dan Sintesis
Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas
5.      Penyajian Hasil Akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Persentasi kelompok dikordinir oleh guru
6.       Evaluasi
Guru berserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, ataukeduanya(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/06/20/strategi-pembelajaran-kooperatif-metode-group-investigation/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *