PENANGANAN MENGATASI PEMBIAYAAN BERMASALAH

324 views
PENANGANAN MENGATASI PEMBIAYAAN BERMASALAH
Banyak cara yang dapat dilakukan bank untuk menyelesaikan pembiayaan bermasalah, tergantung pada berat ringannya permasalahan yang dihadapi, serta sebab-sebab terjadinya kemacetan. Apabila pembiayaan itu masih dapat diharapkan akan berjalan baik kembali, maka bank dapat memberikan keringanan-keringanan, misalnya menunda jadwal angsuran (reschaduling).
Untuk keperluan penghapusan itu bank diharuskan untuk membentuk cadangan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) sebagai berikut:
a. Bank wajib membentuk cadangan 1% dari seluruh pembiayaan
b. Cadangan 3% dari pembiayaan yang tergolong tidak lancer (setelah dikurangi nilai agunan yang telah dikuasai)
c. Cadangan 50% dari pembiayaan yang tergolong diragukan (setelah dikurangi nilai agunan yang dikuasai)
d. Cadangan 100% dari pembiayaan yang tergolong macet (setelah dikurangi nilai agunan yang dikuasai)
PENANGANAN MENGATASI PEMBIAYAAN BERMASALAH

Penanganan pembiayaan bermasalah adalah bagian yang tidak dapat dihindari dalam proses pembiayaan. Ada dua hal penting yang akan dilakukan dalam proses penanganan pembiayaan bermasalah yaitu :
a. Analisis dan Penyelasaian Pembiayaan bermasalah.
Risiko yang terjadi dari peminjaman adalah peminjaman yang tertunda atau ketidak mampuan peminjam untuk mebayar kewajiban yang telah dibebankan untuk mengantisipasi hal tersebut maka suatu lembaga keuangan syariah harus mampu menganalisis penyebab permasalahan. adapun langkah-langkah dalam analisis ini adalah :
a. Analisis penyebab kemacetan yang meliputi aspek Internal dan aspek eksternal.
b. Menggali potensi pinjaman, anggota yang emngalami kemacetan dalam memenuhi kewajibanya harus dimotivasi untuk memulai lagi atau membenahi dan, mengantipasi penyebab kemacetan usaha dan angsuran.
Dalam proses penganganan pembiayaan bermasalah dilakukan sesuai dengan kolektabilitas pembiayaan, yaitu sebagai berikut :
1) Pembiayaan lancar dilakukan dengan cara
a) Pemantauan usaha nasabah
b) Pembinaan anggota dengan pelatihan-pelatihan
2) Pembiayaan potensial bermasalah, dilakukan denga cara :
a) Pembinaan anggota.
b) Pemberitahuan dengan surat teguran
c) Kunjungan lapangan atau silaturahmi oleh bagian pembiayaan kepada nasabah
d) Upaya preventif dengan penanganan rescheduling yaitu penjadwalan kembali jangka waktu angsuran serta memperkecil jumlah angsuran. Juga dapat dilakukan dengan reconditioning, yaitu memperkecil margin keuntungan.
3) Pembiayaan kurang lancar, dilakukan dengan cara :
a) Membuat surat teguran atau peringatan
b) Kunjungan lapangan atau silaturahmi oleh bagian pembiayaan kepada nasabah dengan lebih sungguh-sungguh.
c) Upaya preventif dengan penanganan rescheduling yaitu penjadwalan kembali jangka waktu angsuran serta memperkecil jumlah angsuran. Juga dapat dilakukan dengan reconditioning, yaitu memperkecil margin keuntungan.
4) Pembiayaan diragukan atau macet.
a) Dilakukan resheduling, yaitu menjadwalkan kembali jangka waktu angsuran serta memperkecil jumlah angsuran.
b) Dilakukan reconditioning, yaitu memperkecil margin keuntungan atau bagi hasil usaha.
c) Dilakukan pengalihan atau pembiayaan ulang dalam bentuk pembiayaan qordul hasan.
PENANGANAN MENGATASI PEMBIAYAAN BERMASALAH
b. Penyitaan Barang Jaminan.
Penyitaan jaminan di bank syariah sangat tergantung dari kebijakan manajemen. Ada yang melakukan eksekusi ada juga yang tidak melakukan eksekusi jaminan nasabah yang mengalami kemacetan pembiayaan. Kebanyakan lebih memilih melakukan rescheduling, reconditioning dan pembiayaan ulang dengan qorddul hasan dan jaminan harus tetap ada sebagai persyaratan jeminannya.
Jika memang harus dilakukan maka penyitaan harus sesuai dengan kaidah islam yaitu :
1) Simpati : sopan, menghargai dan fokus pada tujuan penyitaan.
2) Empati : menyelami keadaan nasabah, bicara seakan untuk kepentingan nasabah, membangkitkan kesadaran nasabah untuk mengembalikan utangnya.
3) Menekan : tindakan ini dilakukan jika dua tindakan sebelumnya tidak diperhatikan.
Apabila ketiga langkah tersebut di acuhkan maka akan ditempuh cara lain yaitu:
1) Menjual barang jaminan

2) Menyita barang yang senilai dengan pinjaman 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *