PENGERITAN IDDAH

16 views

PENGERTIAN IDDAH

Istilah iddah ini sudah dikenal oleh orang-orang pada masa jahiliyah dulu. Bahkan mereka hampir tidak pernah meninggalkan kebiasaan iddah ini. Lalu ketika Islam datang, kebiasaan itu diakui dan dijalankan terus karena ada beberapa kebaikan atau hikmah di dalamnya. Sekarang para ulama sepakat bahwa iddah itu wajib hukumnya.(1)

Sebelum kita membahas iddah secara jauh, perlu dipahami apa makna iddah itu sendiri sehingga pemahaman mengenai istilah iddah ini sesuai dengan apa yang dimaksudkan. Secara bahasa, kata iddah merupakan bentuk mashdar dari kata  عَد –  يَعُد yang artinya “menghitung”, jadi kata iddah berarti hitungan, perhitungan, atau sesuatu yang harus diperhitungkan.  Dalam buku  Fikih Sunnah 4 dijelaskan bahwa iddah berarti hari-hari dari masa haid yang dihitung oleh perempuan.(2)

Iddah ini dikhususkan bagii wanita walaupun di sana ada kondisi tertentu seorang laki-laki juga memiliki masa tunggu, tidak halal menikah kecuali habis masa iddah wanita yang dicerai.(3) Sedangkan pengertian menurut istilah, banyak para cendekiawan fikih memberikan penjabaran yang rinci mengenai arti dari iddah tersebut. Ash-Shon‟ani memberikan definisi iddah sebagai berikut(4):

Iddah merupakan suatu nama bagi masa tunggu yang wajib dilakukan oleh wanita untuk tidak melakukan perkawinan setelah kematian suaminya atau perceraian dengan suaminya itu, baik dengan melahirkan anaknya, atau beberapa kali suci / haid, atau beberapa bulan tertentu.

Sedangkan Muhammad Abu Zahrah memberikan definisi iddah sebagai berikut(5) :

Suatu masa yang ditetapkan untuk mengakhiri pengaruh-pengaruh perkawinan. Jika terjadi perceraian antara seorang lelaki dengan isterinya, tidaklah terputus secara tuntas ikatan suami isteri itu dari segala seginya dengan semata-mata terjadi perceraian, melainkan isteri wajib menunggu, tidak boleh kawin dengan laki-laki lain, sampai habisnya masa tertentu yang telah ditentukan oleh syara.”

BACA JUGA  PERBEDAAN KEKELIRUAN DAN KESALAHAN DALAM ILMU LINGUISTIK (APROXIMATE SYSTEM)

Dalam kitab fathul qorib, Muhammad ibnu Qosim Al-Ghozi memberikan definisi iddah sebagai berikut (6):

Iddah secara bahasa adalah suatu nama (istilah) bagi orang yang menunggu, sedangkan menurut syara‟ berarti penantian seorang wanita dalam suatu masa sehingga diketahui bersihnya rahim dengan hitungan Quru’, bulan, atau sampai melahirkan.”

Refferensi:

1)Slamet Abidin, Aminuddin, Fiqih Munakahat II, Bandung: CV Pustaka Setia, cet. I, 1999, hal. 121.
2)Departemen Agama, Ilmu Fiqh, Jilid II, Jakarta: Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama, cet. II, 1985, hal. 274.
3)Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah 4, Abdurrahim, Masrukhin (penerj), Jakarta: Cakrawala Publishing, cet. I, 2009, hal. 118
4)Abdul Aziz Muhammad Azzam, Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, Fiqh Munakahat, Abdul Majid Khon, (penerj), Jakarta: Amzah, cet. I, 2009, hal. 318.
5)Departemen Agama, loc. cit.
6)Muhammad Abu Zahrah, Al-Ahwal as-Syakhshiyyah, Darul Fikr Al-Arabi, 1957, hal. 435.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.