PENGERTIAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

305 views

PEGERTIAN KEPUTUSAN

PENGERTIAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN
Johannes Supranto mendefinisikan mengambil atau membuat keputusan berarti memilih satu diantara sekian banyak alternatif.[1]Dalam tahap evaluasi konsumen membentuk preferensi antar merk dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merk yang paling disukai. Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan merk, penyaluran, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran.[2]
Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli itu sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh komponen, yaitu:
1)      Keputusan tentang jenis produk.
2)      Keputusan tentang bentuk produk.
3)      Keputusan tentang merk.
4)      Keputusan tentang penjualan.
5)      Keputusan tentang jumlah produk.
6)      Keputusan tentang waktu pembelian.
7)      Keputusan tentang cara pembayaran.
Dalam suatu pembelian barang keputusan yang diambil tidak selalu berurutan seperti di muka. Pada situasi pembelian seperti penyelesaian masalah ekstensif, keputusan yang diambil dapat bermula dari keputusan tentang penjual karena penjual dapat membantu merumuskan perbedaan-perbedaan di antara bentuk-bentuk dan merk produk.[3]

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

PENGERTIAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN

Menurut Kotler faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan adalah:
1)      Faktor Budaya, yaitu meliputi budaya (penentu keinginan dan perilaku yang mendasar), sub-budaya (bangsa, agama, suku, daerah), dan kelas sosial.
2)      Faktor Sosial, perilaku seorang konsumen dipengaruhi faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, peran dan status.
3)      Faktor Pribadi, merupakan faktor pribadi (usia, tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep-diri pembeli).
4)      Faktor Psikologis, faktor psikologi utama yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan, serta keyakinan dan pendirian.[4]
Dalam agama Islam kita dianjurkan untuk melakukan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang buruk.  Begitupula dalam mengambil keputusan kita harus benar-benar memperhitungkan keputusan yang akan kita ambil. Berikut ini ada beberapa ayat yang di dalamnya terkandung unsur dalam pengambilan keputusan.
Menurut pandangan Islam mengenai pengambilan keputusan tersebut berdasarkan QS. Al-Maidah ayat 100 yaitu:
Artinya : “Katakanlah : tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan”
Riba diharamkan dengan dikaitkan kepada suatu tambahan yang berlipat ganda. Allah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 130:
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”[5]
Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun dari mereka, dan bermusyawaratlah dengan merekadalam urusan itu [246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadanya-Nya (QS. Ali ‘Imran : 103)”.[6] 
BACA JUGA  KEMAMPUAN KOMUNIKATIF



[1] J. Supranto, Teknik pengambilan keputusan, (Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2005), hal. 1
[2] Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2008), hlm.258 
[3] Basu Swasta DH, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty Yogyakarta 2005), hal.118-119
[4] Lutfi Efendi, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah pada Bank Muamalat Malang, (Malang: Skripsi tidak diterbitkan, 2009), hal. 25
[5] Al-Quran Digital, Versi 2.1, (Freeware©Hak cipta hanya milik Allah SWT)
[6] Departemen Agama Republik Indonesia, Al- Qur`an dan Terjemahnya, (Jakarta: Departemen Agama Islam, 1998), hal. 103

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *