PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMBIAYAAN

4,394 views
PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMBIAYAAN
Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan, yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan baik dilakukan sendiri maupun dijalankan oleh orang lain. Dalam arti sempit pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syari’ah kepada nasabah.[1] Menurut ketentuan Bank Indonesia adalah penanaman dan Bank Syariah baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, qardh, surat berharga syariah, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitemen dan kontijensi pada rekening administratif serta sertifikat wadiah Bank Indonesia.[2]
Pengertian pembiayaan menurut Undang-undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.[3]
PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMBIAYAAN
Menurut Veithzal Rival dan Arviyan Arifin, dalam bukunya Islamic Banking menyatakan, bahwa pembiyaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan/ atau lembaga keuangan lainnya dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.[4] Dalam Undang-Undang Perbankan Syariah 2008 (UU RI No. 21 Tahun 2008) menyebutkan Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan / piutang yang dapat dipersamakan dengan itu dalam:[5]
a)      Transaksi investasi yang didasarkan antara lain atas akad Mudharabah dan atau Musyarakah;
b)      Transaksi sewa yang didasarkan antara lain atas akad Ijarah atau akad ijarah dengan opsi perpindahan hak milik (ijarah muntahiya bit tamlik);
c)      Transaksi jual beli yang didasrakan antara lain atas akad Murabahah, salam, dan istisnha;
d)     Transaksi pinjaman yang didasarkan antara lain akad Qard; dan
e)      Transaksi multi jasa yang didasarkan antara lain atas akad ijarah dan kafalah.
Perbedaan antara pembiayaan yang diberikan oleh Bank berdasarkan konvensional dengan pembiayaan yang diberikan oleh berdasarkan prinsip syariah adalah terletak pada keuntungan yang diperoleh melalui bunga, sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip bagi hasil berupa imbalan atau bagi hasil.[6]
BACA JUGA  PENGERTIAN DAN TUJUAN PENDIRIAN KOPERASI SYARIAH/BMT



[1] Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah(Yogyakarta: Ekonosia, 2005), hal. 260
[2] Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, (Yogyakarta: Ekonisia, 2004), hal. 196.
[3] Kasmir, Manajamen Perbankan……., hal. 73
[4] Veithzal Rival dan Arviyan Arifin, Islamic Banking, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hal. 700
[5] UU Perbankan Syariah 2008 (UU. No. 21 Tahun 2008), (Jakarta: Sinar Grafika, 2008), hal. 92
[6] UU Perbankan Syariah 2008 (UU. No. 21 Tahun 2008,…, hal. 73

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *