PENGERTIAN GENDER DAN SOSIAL GENDER

1,014 views

Sosiologi gender adalah bagian dari kajian sosiologi. Sejak tahun 1950, sudah banyak literatur atau naskah akademik yang membahas term gender dan mengidentifikasi maskulinitas dan feminitas. Term ini dikenalkan oleh Money (1955). Di Indonesia kajian tentang gender diawali dengan maraknya kajian perempuan yang kurang lebih telah diperbincangkan sejak dua puluh tahun terakhir ini dengan perkembangan yang demikian pesat mengenai pembahasan perbedaan gender, ketidakadilan gender, kekerasan gender serta upaya-upaya penyadaran kesetaraan gender dan pengarus-utamaan gender. Namun, sebenarnya dalam perspektif sosiologi kajian tentang perbedaan perempuan dan laki-laki dalam konteks sosial telah berkembang sejak kurang lebih seabad lamanya.
Sosiologi gender adalah sebuah kajian tentang gender melalui pertanyaan-pertanyaan berdasarkan perspektif sosiolog, misalnya bagaimana identitas gender dikonstruksi secara sosial? Bagaimana interseksi gender dengan ras, etnisitas, kelas, seksualitas dan dimensi identitas yang lain? Bagaimana realitas gender dalam keluarga, pendidikan, politik dan ekonomi? Oleh karena itu, berikut ini kita akan membahas bagaimana dan mengapa masyarakat menciptakan kategori gender, bagaimana gender dan seksualitas memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, serta bagaimana perubahannya.
Dalam memahami pengertian gender, kita harus membedakan kata gender dengan jenis kelamin (sex). Pengertian seks (jenis kelamin) merupakan pembagian 2 jenis kelamin manusia yang dibedakan berdasarkan biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu. Menurut Manssour Fakih, manusia berjenis kelamin laki-laki adalah manusia yang memiliki sifat seperti, manusia yang memiliki penis, memiliki jakala (kalamenjing) dan memproduksi sperma. Kaum perempuan memiliki alat reproduksi seperti rahim dan saluran untuk melahirkan, memproduksi sel telur, memiliki alat vagina dan mempunyai alat menyusui (1994: 8), artinya alat-alat tersebut sepanjang kehidupan manusia akan terus melekat pada manusia berjenis kelamin baik laki-laki maupun pada jenis kelamin perempuan, alat-alat ini tidak dapat diubah dan dipertukarkan karena ini merupakan ketentuan biologi yang merupakan ketentuan Tuhan atau kodrat.
Secara biologis ketentuan jenis kelamin ini dipengaruhi oleh kandungan kromosom yang ada pada saat pembuahan. Lebih jelasnya Simone de Beauvoir seorang eksistensialis menulis dalam bukunya The Second Sex (1975: 4243) bahwa kini diketahui jenis kelamin ditentukan oleh kandungan kromosom. Menurut spesies tersebut, gamet jantan atau gamet betina yang mewujudkan hasil ini. Pada hewan mamalia misalnya, spermalah yang memproduksi dua jenis kromosom dalam jumlah yang sama, yaitu kromosom X (yang diproduksi oleh sel telur) dan kromosom Y (tidak diproduksi oleh sel telur). Terlepas dari kromosom X dan kromosom Y, sel telur dan sperma mengandung satu set kesamaan dari tubuh ini. Ketika terjadi pembuahan, yaitu proses bertemunya sperma dan sel telur maka sel telur yang dibuahi akan berisi dua set kromosom, membentuk dua set kromosom pada spesies tersebut. Apabila pembuahan dilakukan oleh sperma yang membawa kromosom X, sel telur yang dibuahi akan berisikan dua kromosom X dan akan berkembang menjadi betina (XX). Demikian pula bila sperma yang membawa kromosom Y membuahi sel telur maka hanya satu kromosom X yang hidup dan jenisnya adalah jantan (XY).
Beauvoir juga membahas sperma manusia yang ukurannya jauh lebih kecil dari hewan mamalia, ukuran sperma manusia panjangnya berdiameter 0,040,06 mm sedemikian kecilnya hingga satu kubik milimeter dapat mengandung 60.000 sperma. Sperma yang memiliki ekor, seperti benang dan kepalanya oval serta datar membawa banyak kromosom karena bentuknya yang demikian maka tidak ada beban baginya. Dengan strukturnya ini sperma dapat benar-benar hidup dan mempunyai mobilitas (1975: 44). Hal ini berbeda dengan sel telur yang tersimpan atau tertutup atau terlindungi. Oleh karena sel telur tak bergerak, sel telur menunggu, berlawanan dengan sperma yang mobil dan lincah.
Proses Pembuahan di mana Sperma Bertemu dengan Sel Telur - PENGERTIAN GENDER DAN SOSIAL GENDER

Pengertian secara biologis tersebut di atas dipakai oleh Hegel dalam bukunya Philosophy of Nature bahwa kedua sel kelamin ini tetap berbeda di mana laki-laki adalah makhluk yang aktif dan perempuan adalah makhluk yang pasif karena ia tetap berkembang pada kesatuannya (Beauvoir, 1975: 41).
Pengertian secara biologis mengenai seks telah kita ketahui, lalu apakah pengertian gender itu? Untuk memahami konsep gender harus dibedakan dengan konsep seks (jenis kelamin) secara biologis seperti yang telah diuraikan di atas. Beauvoir misalnya, sebagai seorang feminis eksistensialis menyebut perempuan sebagai second sexdisebut demikian karena mereka dikeluarkan dari aktivitas publik di mana laki-laki bebas terlibat di dalamnya. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa laki-laki dinamai „laki-laki‟ sang diri (self) dan „perempuan‟ dinamai liyan (others). Pengertian tentang liyan dan diri ini ia adopsi dari penjelasan biologi tentang peran reproduksi jantan dan betina yang berbeda, berikut pendapatnya:
“sperma, yang memulainya hidup sang jantan ditransendensi dalam liyan, pada saat yang sama menjadi sesuatu yang asing baginya dan terpisah dari tubuhnya sehingga sang jantan menemukan kembali individualitasnya dalam keadaan tidak terusik ketika ditransendensi. Telur sebaliknya, mulai memisahkan diri dari tubuh perempuan, ketika sudah sangat matang, muncul dari folikel dan jatuh ke dalam oviduct, tetapi jika telur itu dibuahi oleh gamet dari luar, telur itu akan menempel kembali melalui implantasi di dalam uterus. Setelah dirudapeksa, perempuan kemudian dialienasi-ia menjadi, sebagian dari dirinya, liyan daripada dirinya sendiri” (1975:25).
Nampak bahwa perempuan menjadi tidak esensial, yang esensial adalah laki-laki. Namun, Beauvoir juga memberi catatan bahwa, tubuh itu belum cukup mendefinisikan perempuan, tidak ada kenyataan hidup yang sesungguhnya, kecuali yang dimanifestasikan oleh individu yang sadar melalui kegiatan dan apa yang ada dalam masyarakat. Biologi tidak cukup untuk menjawab pertanyaan yang menghadang mengapa perempuan adalah liyan. Oleh karena itu, penjelasan yang nonbiologi tentang seks (jenis kelamin) menjadi sangat penting.
Pengertian gender menurut Jary dan Jary, misalnya dalam Dictionary of Sociology (1991: 254) ada dua pengertian. Pertama, kata gender biasa digunakan untuk membedakan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan anatomi jenis kelamin. Pada pengertian kedua, terutama pengertian yang digagas para sosiolog dan psykolog bahwa gender lebih diartikan ke dalam pembagian masculine‟ dan feminine‟ melalui atribut-atribut yang melekat secara sosial dan psikologi sosial, banyak sosiolog yang menekankan bahwa diskursus tentang gender digunakan ketika diciptakan pembagian secara.
sosial dalam masyarakat ke dalam kategori siapa yang „masculine‟ dan siapa yang „feminine‟. Para antropolog seperti halnya psikolog dan sosiolog, telah menekankan bahwa gender bukan didefinisikan secara biologi tetapi secara sosial dan kultural. Gender dipandang secara kultural dan historis, seperti, makna, interpretasi, dan ekspresi dari kedua varian gender di antara pelbagai kebudayaan. Faktor-faktor sosial, seperti kelas, usia, ras, dan etnisitas juga mempertajam makna khusus, ekspresi dan pengalaman gender, inilah hal yang memberikan fakta bahwa gender tidak dapat disamakan secara sederhana dengan jenis kelamin (seks) atau seksualitas.

Dengan kata lain, dalam konsep gender ini melekat sifat-sifat yang dikonstruksi secara sosial, misalnya apabila laki-laki, dianggap lebih kuat, perkasa, jantan, agresif, dan rasional sedangkan perempuan dianggap lemah lembut, cantik, keibuan, pasif dan emosional. Akan tetapi, dalam perjalanan waktu dan sejarah terdapat pula sifat-sifat yang dipertukarkan, misalnya ada laki-laki yang lembut, emosional dan keibuan atau sebaliknya ada perempuan yang kuat, perkasa dan rasional. Namun, lepas dari perjalanan itu semua, konstruksi sosiallah yang membedakan sifat-sifat yang melekat pada kedua gender tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *