PENGERTIAN, JENIS DAN SUMBER MOTIVASI BELJAR

2,448 views
PENGERTIAN, JENIS DAN SUMBER MOTIVASI BELJAR

Istilah motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut  bertindak  atau  berbuat (Sofyan, 2004). Dikatakan pula bahwa motivasi tidak dapat diamati secara langsung tetapi dapat diinterpretasikan dalam  tingkah  laku  yang berupa rangsangan,  dorongan  atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu. Motivasi akan mendorong  keberhasilan  siswa menyelesaikan belajarya baik dalam proses  maupun  hasil  belajarnya.
Selain itu, menurut Slamet (1988) motivasi adalah sebagai pendorong manusia untuk berbuat agar tujuan untuk memenuhi kebutuhan, kegiatan tersebut dilakukan secara kolektip. Motivasi  merupakan  hasrat untuk belajar individu. Secara umum dapat  dikatakan  bahwa  motivasi merujuk  kepada  seluruh  proses bergerak yang mendorong dan timbul dari dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi tersebut dan tujuan akhir dari gerakan atau perbuatan. Dengan peranan seperti itu maka motivasi belajar menjadi faktor yang sangat penting bagi siswa, guna mencapai hasil belajar yang optimal (Sardiman,  1988).  Melihat  teori motivasi  tersebut  terlihat  bahwa aktifitas  yang  termotivasi  berarti tingkah laku mereka diarahkan pada pencapaian  tujuan  yang  member kepuasan  tertentu  dan  di  mana perbuatan itu didasarkan pada adanya kebutuhan sebagai faktor pendorong
Motivasi dapat terbagi menjadi dua yaitu  motivasi  intrinsik  dan motivasi ekstrinsik. Schunk (2012) menyatakan bahwa motivasi intrinsic mengacu  pada  motivasi  yang melibatkan diri dalam sebuah aktivitas karena nilai/manfaat aktifitas itu sendiri (aktifitas itu sendiri merupakan sebuah tujuan akhir). Individu-individu yang termotivasi secara intrinsic mengerjakan tugas-tugas tersebut menyenangkan. Partisipasi pengerjaan tugas merupakan penghargaan yang didapatkan dari pengerjaan tugas itu sendiri dan tidak bergantung pada penghargaan eksplisit atau pembatas ekternal lain. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi melibatkan diri dalam sebuah aktifitas sebagai suatu cara mencapai sebuah tujuan. Individu-individu yang termotivasi  secara  ekstrinsik mengerjakan  tugas-tugas  karena mereka meyakini bahwa partisipasi tersebut akan menyebabkan berbagai konsekwensi yang diinginkan, seperti mendapatkan hadiah, menerima pujian dari guru, atau terhindar dari hukuman.
Lepper dan Hodell (Schunk, 2012), mengidentifikasikan  empat sumber utama motivasi intrinsik, yaitu:
(1) tantangan,
(2) keingintahuan,
(3) kontrol,
(4) fantasi.

Motivasi intrinsic mungkin bergantung pada para murid mendapati  bahwa  aktifitas-aktifitas yang  bersifat  menantang,  seperti ketika tujuan-tujuan berada pada level kesulitan menengah dan keberhasilan tidak pasti terjadi. Motivasi intrinsic juga  mungkin  bergantung  pada keingintahuan para pembelajar yang distimulasi  oleh  aktivitas  yang mengejutkan, tidak kongruen, atau memiliki kesenjangan dengan ide-ide mereka yang sudah ada sebelumnya. Motivasi intrinsik sebagian berasal dari pengalaman para murid merasakan kontrol atas  pembelajaran  dan partisipasi pengerjaan tugas mereka Aktivitas yang membantu para siswa menjadi terlibat dalam khayalan dan fantasi  mungkin  meningkatkan motivasi intrinsik. Berangkat  dari  teori-teori motivasi  tersebut  di  atas,  dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan suatu dorongan yang timbul oleh adanya  rangsangan  dari  dalam maupun dari luar sehingga seseorang berkeinginan  untuk  mengadakan perubahan tingkah laku tertentu yang lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *