PENGERTIAN, KARAKTER PRIBADI, FUNGSI SERTA TUGAS GURU

579 views

PENGERTIAN GURU

PENGERTIAN, KARAKTER PRIBADI, FUNGSI SERTA TUGAS GURU
Ada beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru. Salah satu yang paling terkenal adalah “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Julukan ini mengindikasikan betapa besarnya peran dan jasa yang dilakukan guru sehingga guru di sebut pahlawan. Guru juga merupakan sosok yang rela mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengajar dan mendidik siswa.
Sementara menurut Chotimah yang kutip oleh Asmani pengertian guru adalah orang yang memfasilitasi alih ilmu pengetahuan dari sumber belajar kepada peserta didik. 2 Guru (dalam bahasa Jawa) adalah seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua muridnya. Harus di gugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini kebenaran oleh semua murid. Seorang guru juga harus ditiru, artinya seorang guru menjadi suri tauladan bagi semua muridnya.

KARAKTER PRIBADI DAN SOSIAL BAGI SEORANG GURU

PENGERTIAN, KARAKTER PRIBADI, FUNGSI SERTA TUGAS GURU
Karena alasan di atas, profesi menjadi guru bukanlah profesi yang mudah. Seorang guru hendaknya senantiasa memiliki spirit yang kuat untuk meningkatkan kualitas pribadi maupun sosialnya, maka keberhasilan dalam menjalankan tugasnya akan lebih cepat untuk tercapai, yaitu mampu melahirkan para siswa yang memiliki budi pekerti yang luhur, memiliki karakter sosial dan professional sebagaimana yang menjadi tujuan fundamental dari pendidikan. Adapun karakter pribadi dan sosial bagi seorang guru dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sikap, yaitu:
1.    Guru hendaknya menjadi orang yang mempunyai wawasan yang luas. Oleh karena itu, seorang guru harus selalu berusaha secara maksimal untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuannya. Sebagai pendidik, prinsip belajar sepanjang hayat (long life education) harus menjadi bagian tidak terpisah dari kehidupan seorang guru.
2.    Apa yang disampaikan oleh seorang guru harus merupakan sesuatu yang benar dan memberikan manfaat. Guru adalah panutan, terutama bagi siswa. Menyampaikan ilmu yang tidak benar dan tidak membawa manfaat merupakan sebuah bentuk penyebaran kesesatan secara terstrukur. Jika apa yang disampaikan tidak memiliki landasan kebenaran keilmuan yang kukuh serta tidak memberikan nilai kemanfaatan, maka belajar akan kehilangan relevasinya bagi siswa.
3.    Dalam  menghadapi  setiap  permasalahan,  seorang  guru  harus mengedepankan sikap yang objektif. Sikap objektif merupakan bentuk usaha dari seorang guru untuk memahami dan menyikapi setiap persoalan secara proporsional.
4.    Seorang guru hendaknya memiliki dedikasi, motivasi, dan loyalitas yang kuat. Karakter semacam ini akan menjadikan seorang guru semakin berwibawa dan menjalankan profesinya dengan penuh penghayatan dan loyalitas.
5.    Kualitas dan kepribadian moral harus menjadi aspek penting yang melekat dalam diri guru. Tugas seorang guru bukan sekedar mengajar, tetapi juga menjadi teladan karena apapun yang ada pada diri guru akan menjadi perhatian dan sorotan pada siswanya.
6.    Perkembangan Iptek yang kian pesat juga mengharuskan seorang guru untuk senantiasa mengikutinya dan memiliki inisiatif yang kreatif. Kondisi ini mengaharuskan seorang guru untuk melek informasi dan teknologi.
BACA JUGA  TUJUAN PENDIDIKAN INKLUSIF

FUNGSI DAN TUGAS GURU

PENGERTIAN, KARAKTER PRIBADI, FUNGSI SERTA TUGAS GURU
Selain sebagai aktor utama dalam kesuksesan pendidikan, guru memiliki fungsi dan tugas sebagai guru, antara lain:
1.    Educator (pendidik) Tugas pertama guru adalah mendidik murid-murid sesuai dengan materi pelajaran yang diberikan kepadanya, sebagai seorang edukator, ilmu adalah syarat utama. Membaca, menulis, berdiskusi mengikuti informasi, dan reponsif terhadap masalah kekinian sangat menunjang peningkatan kualitas ilmu guru.
2.    Leader (pemimpin) Guru juga seorang pemimpin kelas, karena itu ia harus bisa menguasai, mengendalikan dan mengarahkan kelas menuju tercapainya tujuan pembelajaran yang berkualitas. Sebagai seorang pemimpin, guru harus terbuka, demokratis, egaliter dan menghindari cara-cara kekerasan.
3.    Fasilitator, Sebagai fasilitator, guru bertugas memfasilitasi murid untuk menemukan dan mengembangkan bakatnya secara pesat. Menemukan bakat anak didik bukan persoalan mudah, ia membutuhkan eksperimentasi maksimal, latihan terus menerus, dan evaluasi rutin.
4.    Motivator, Sebagai  seorang  motivator,  seorang  guru  harus  mampu membangkitkan semangat dan mengubur kelemahan anak didik bagaimanapun latar belakang hidup keluarganya, bagaimanapun kelam masa lalunya, dan bagaimanapun berat tantangannya.
5.    Administrator, Sebagai seeorang guru, tugas administrasi sudah melekat dalam dirinya, dari mulai melamar menjadi guru, kemudian diterima dengan bukti surat keputusan yayasan, surat instruksi kepala sekolah, dan lain-lain. Urusan yang ada di lingkup pendidikan formal biasanya memakai prosedur admistrasi yang rapi dan tertib.

6.    Evaluator, Sebaik apapun kualitas pembelajaran, pasti ada kelemahan yang perlu dibenahi dan disempurnakan. Disinilah pentingnya evaluasi seorang guru,. Dalam evaluasi ini, guru bisa memakai banyak cara, dengan merenungkan sendiri proses pembelajaran yang diterapkan, meneliti kelemahan dan kelebihan, atau dengan cara yang lebih obyektif, meminta pendapat orang lain, misalnya kepala sekolah, guru yang lain dan murid-muridnya.

BACA JUGA  TUJUAN DAN LANDASAN HUKUM RUMAH SAKIT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *