PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH

8,228 views

PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN

PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusi barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.[1]
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.[2]Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa perusahaan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.[3] Adapun konsep dalam pemasaran adalah sebagai berikut:
a.       Konsep Produksi
Konsep produksi menegaskan bahwa akan memilih produk yang tersedia secara luas dan tidak mahal. Manajer bisnis yang berorientasi pada produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi yang tinggi, biaya rendah, dan distribusi masal. Mereka menganggap bahwa konsumen utama akan tertarik pada ketersediaan produk dan harga yang rendah. Kecenderungan ini masuk akal di Negara berkembang. Konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk dari pada kelengkapannya. Juga bisa digunakan apabila perusahaan ingin memperluas pasar.[4]Jadi konsumen itu lebih mementingkan produknya yang berkualitas dan barangnya pun lebih murah dan mudah dijangkau dipasaran.
b.      Konsep Penjualan
Konsep penjualan adalah salah satu kecenderungan bisnis yang umum. Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen dan bisnis, jika dibiarkan begitu saja, tak akan membeli cukup banyak produk dari organisasi tertentu. Dengan demikian, organisasi harus melakukan usaha penjualan dan promosi dan agresif. Konsep ini menganggap bahwa konsumen umumnya menunjukkan kelambanan atau penolakan untuk merangsang pembelian yang lebih banyak.
Konsep penjualan dipraktikkan secara agresif dengan barang-barang yang tak dicari, atau barang-barang yang pembeli secara normal tak terpikir untuk membelinya, seperti asuransi, ensklopedi, dan lokasi pemakaman.[5]Jadi para konsumen itu hanya membeli barang yang dibutuhkan saja atau membeli barang yang diperlukan saja, walaupun para penjual itu sudah menawarkan produk yang dijual tapi konsumen itu tidak mau membelinya.
c.       Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyebutkan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi jika perusahaan itu lebih efektif dari pada pesaingnya dengan menciptaka, menyerahkan, dan mengkomunikasikan manfaat pelanggan yang lebih unggul bagi pasar sasaran yang dipilihnya.
Konsep pemasaran berbeda dengan tiga konsep yang dinyatakan di atas. Konsep ini berorientasikan memenuhi keperluan dan kemahuan dan efektif, sedangkan tiga konsep sebelumnya berorientasikan kepentingan industri untuk menjual produk.
Konsep pemasaran terdiri dari empat pilar yaitu:
1)      Pasar sasaran: perusahaan bisa melakukan yang terbaik jika mereka memilih pasar sasaran dengan hati-hati dan mempersiapkan program pemasaran yang sesuai.
2)      Kebutuhan pelanggan: setelah perusahaan menentukan pasar sasarannya, mereka harus memahami kebutuhan pelanggan.
3)      Pemasaran terpadu: pada saat semua departemen di sebuah perusahaan bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan, hasilnya berupa pemasaran terpadu.
4)      Profitabilitas: tujuan terpenting dari konsep pemasaran adalah membantu organisasi untuk mencapai tujuan. Bagi perusahaan swasta, tujuan utamanya adalah kemampuan untuk memperoleh keuntungan secara terus-menerus dalam jangka panjang, bagi organisasi nirlaba dan kemasyarakatan, tujuannya adalah bertahan dan menarik cukup banyak dana untuk menjalankan pekerjaan yang bermanfaat.[6]
Jadi dalam menentukan pemasaran seseorang penjual harus berusaha menawarkan kepada calon pembali supaya tertarik dengan produk yang ditawarkan itu, dengan begitu kalau pembeli itu sudah tertarik dengan produk yang ditawarkan maka pembeli itu akan membeli produk yang ditawarkan oleh penjual itu.
d.      Konsep Pelanggan
Jika perusahaan yang menjalankan konsep pemasaran bekerja pada tingkat segmen pelanggan, dewasa ini semakin banyak jumlah perusahaan yang membentuk penawaran layanan, dan pesan yang berbeda untuk pelanggan individu. Perusahaan ini mengumpulakan informasi mengenai transaksi pelanggan dimasa lalu, demografis, psikografis, dan media serta distribusi yang lebih disukai.Mereka berharap mendapatkan pangsa lebih besar dari pengeluaran masing-masing pelanggan dengan membangun loyalitas pelanggan yang tinggi dan berfokus pada nilai masa hidup pelanggan.[7]
Jadi dengan adanya kepercayaan dari seseorang pembeli maka produk yang ditawarkan itu sudah dipercayai oleh seseorang pembeli dan penjual itu harus juga memberi kepercayaan kepada pelanggannya seperti ramah kepada pembeli, produk yang ditawarkan berkualitas, dan tidak menyelewengan dari ajaran Agama dan harganya pun tidak terlalu tinggi.
e.       Konsep Produk
Konsep produk yang menyatakan konsumen akan memilih produk yang menawarkan kualitas, kinerja atau kelengkapan inovatif yang terbaik para manajer di organisasi semacam ini terfokus untuk membuat produk yang lebih unggul dan terus-menerus memperbaikinya. Mereka menganggap bahwa pembeli lebih menyukai produk yang dibuat dan dapat mengevaluasi kualitas dan kinerja.[8]
Jadi para pembeli itu lebih suka produk yang berkualitas dan baik serta dengan adanya produk yang berkualitas maka pembeli akan terus-menerus percaya dengan produk yang ditawarkan oleh penjual dan dengan begitu penjual akan membuat produk itu menjadi lebih  baik lagi karena sudah diberi kepercayaan dari konsumen atau pembeli itu.
f.       Konsep Pemasaran Kepada Masyarakat
Mengajukan bahwa tugas organisasi adalah menetukan kebutuhan, keinginan dan kepantingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dari pada kompetitor dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.[9]
Konsep pemasaran kepada masyarakat meminta agar pemasar mempertimbangkan sosial dan etis kedalam praktik pemasaran. Mereka harus menyeimbangkan dan mengelola kriteria yang sering berlawanan dari keuntungan perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, dan keperntingan masyarakat. Perusahaan melihat pemasaran dengan tujuan yang sangat baik sebagai kesempatan untuk meningkatkan reputasi mereka, meningkatkan kesadaran seperti mereka, dan lebih meningkatkan kesetiaan para pelanggan yang telah percaya dengan produk yang ditawarkan.[10]
Jadi dalam membuat produk itu perusahaan harus mempunyai tanggung jawab kepada masyarakat sekitar karena dengan adanya perusahaan masyarakat sekitar akan tercemar dengan limbah perusahaan itu, dan dengan adanya pembuat produk harus disesuaikan dengan keinginan para konsumen atau para masyarakat yang sudah mempercayai produk yang dibuat itu.
STRATEGI PEMASARAN
PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran, dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan perubahan strategi dalam pemasaran yaitu:
a.       Daur hidup produk.
b.      Posisi persaingan perusahaan di pasar.
c.       Situasi ekonomi.
Pelaksanaan strategi ini di bagi kedalam:
a.    Strategi Produk
Dalam strategi produk yang perlu diingat adalah yang berkaitan dengan produk yang utuh, mulai dari nama produk, isi atau pembungkus. Karena strategi produk berkaitan dengan produk secara keseluruhan, sebelum kita membicarakan lebih jauh, kita harus mengenal produk. Dalam artian sederhana produk dikatakan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.[11]
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi sehingga dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.[12]Dengan demikian dalam menawarkan produk yang ditawarkan itu harus beda, lebel, tanggal dan tahun pembuatan, tanggal dan tahun kadaluarsanya, nama produk, bahan-bahan pembuatan, bungkusnya harus harus masih bagus serta bahan-bahannya tidak mengandung dari bahan yang berbahaya atau sesuatu yang dilarang atau tidak boleh digunakan. Dengan begitu konsumen atau pembeli itu tahu yang ada didalam produk itu.
b.    Strategi Harga
Harga merupakan sejumlah nilai (didalam mata uang) yang harus dibayar konsumen untuk membeli atau menikmati barang atau jasa yang ditawarkan. Penentuan harga merupakan sangat penting untuk diperhatikan mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk yang ditawarkan. Adapun tujuan penentuan harga oleh suatu perusahaan secara umum adalah sebagai berikut:
1)        Untuk bertahan hidup
Tujuannya adalah agar produk atau jasa yang ditawarkan laku di pasaran dengan harga yang murah, tetapi masih dalam kondisi yang menguntungkan.
2)        Untuk memaksimalkan laba
Penentuan harga bertujuan agar penjualan meningkat sehingga laba menjadi maksimal. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah.
3)        Untuk memperbesar market share
Artinya adalah untuk memperluas jumlah tingkat konsumen.
4)        Mutu produk
Tujuan mutu produk adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yanag ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dari kualitas pesaing.
5)        Karena pesaing
Bertujuan agar harga yang ditawarkan lebih kompetitif dibandingkan harga yang ditawarkan pesaing. Artinya dapat melebihi pesaing untuk produk tertentu.[13]
c.    Strategi Tempat dan Distribusi
Distribusi adalah cara perusahaan menyalurkan barangnya. Mulai dari perusahaan sampai ke tangan konsumen akhir. Strategi distribusi penting dalam upaya perusahaan melayani konsumen tepat waktu dan tepat sasaran,
Fungsi saluran distribusi adalah sebagai berikut:
1)      Fungsi transaksi.
2)      Fungsi logistik.
3)      Fungsi fasilitas.
 Faktor yang mempengaruhi strategi distribusi tersebut adalah:
1)      Pertimbangan pembeli.
2)      Karakteristik produk.
3)      Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan.[14]
Pembeli sebelum membeli barang pastinya harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Karena takut kalau produk yang ditawarkan penjual itu mengandung barang yang berbahaya. Dan penjual itu harus memberi kepercayaan kepada konsumen terhadap produknya itu dengan begitu konsumen tertarik untuk membelinya.
d.   Strategi Promosi
Promosi adalah suatu teknik komunikasi yang dirancang untuk mendistribusi konsumen. Perusahaan menggunakan metode promosi untuk menyampaikan empat hal kepada calon konsumen yaitu membuat mereka sadar terhadap keberadaan suatu produk, membuat mereka mengenal lebih jauh, membujuk mereka untuk menyukai produk, dan akhirnya membujuk mereka untuk membeli produk. Tujuan dari kegiatan promosi adalah untuk meningkatkan penjualan.
Kegiatan promosi yang banyak dipakai untuk barang konsumsi adalah:
1)      Promosi penjualan, seperti: kupon berhadiah, sampel, dan lain lain.
2)      Periklanan.[15]
Bauran promosi yang terdiri dari:
1)      Periklanan.
2)      Penjualan pribadi.
3)      Promosi penjualan.
4)      Hubungan masyarakat.[16]
Bauran pemasaran dibagi menjadi “4P”:
1)      Produk (product) adalah segala sesuatu yang ditawarkan didalam suatu pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan dan dikonsumsi sehingga dapat memuaskan konsumen. Produk dapat berupa kombinasi barang-barang dan jasa perusahaan yang ditunjukan kepada target pasarnya.[17]
2)      Harga (price) adalah jumlah uang yang dikenalkan untuk produk jasa tertentu, atau jumlah nilai yang tukar konsumen untuk memperoleh keuntungan dari memiliki menggunakan atau suatu produk atau jasa, atau jumlah nilai yang ditukar konsumen untuk memperoleh keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa.
3)      Tempat (place) adalah tempat menunjukan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi konsumen atau pelanggan sasaran.
4)      Promosi (promotion) adalah promosi merupakan bagian dari keseluruhan aktifitas perusahaan yang menangani tentang komunikasi dan menawarkan produknya kepada target konsumen. Dari definisi yang ada dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah alat pemasaran yang terdiri dari produk, price, place, dan priomotion yang digunakan oleh perusahaan utnuk mencapai pasar yang dituju.
PEMASARAN SYARI’AH
PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH
a.       Pengertian Pemasaran Syari’ah
Marketing Syari’ah adalah sebuah disiplin bisnis strategi yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran dan perubahan value dari suatu inisiator kepada stek holdernya, yang didalam keseluruhan prosesnya sesuai dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah (bisnis) dalam Islam.[18]
Ini artinya bahwa Syari’ah marketing, seluruh proses baik proses penciptaan, proses penawaran, maupun proses perubahan nilai (value), tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip muamalah yang islami. Sepanjang hal tersebut dapat dijamin, dan penyimpangan prinsip-prinsip muamalah islami tidak terjadi dalam suatu transaksi dalam pemasaran dapat dibolehkan.
Dalam Q.S Al-Ahzab 21 sebagai berikut:
ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’Îû ÉAqߙu‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöqu‹ø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ
Artinya: “sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullullah itu duri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Q.S.Al-Ahzab: 21).[19]
Kiat membangun citra sesuai dengan Rasulullah SAW:
1)      Penampilan: tidak membohongi pelanggan, baik menyangkut besaran (kuantitas).
2)      Pelayanan: pelanggan yang tidak sanggup membayar kontan hendaknya memberi tempo untuk melunasinya. Selanjutnya, pengampunan (bila memungkinkan) hendaknya diberikan jika ia benar-benar tidak sanggup membayarnya.
3)      Persuasi: menjahui sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang.
4)      Pemuasan: hanya dengan kesepakatan bersama, dengan seatu usulan dan penerimaan, penjualan akan sempurna.[20]
b.      Karakteristik Marketing Syari’ah
Ada karakteristik syari’ah marketing yang dapat menjadi panduan bagi para pemasar sebagai berikut:
1)      Teistis (rabbaniyah) : ini di maksudkan bahwa sumber utama etika dalam islam adalah kepercayaan total dan murni terhadap kesatuan (keesaan) Tuhan.
2)      Jiwa seseorang Syari’ah marketer meyakini bahwa hukum-hukum syari’ah yang teistis atau bersifat ketuhanan ini adalah yang paling adil, paling sempurna, paling selaras dengan segala bentuk kebaikan, paling banyak mencegah segala bentuk kerusakan, paling mampu mewujudkan kebenaran, memusnahkan kebatilan dan menyebarluaskan kemaslahatan.
3)      Etis (akhlasiyyah): keistimewaan lain dari Syari’ah marketer selain karena teistis (rubbaniyyah) juga karena ia sangat mengedepankan masalah akhlaq (moral, etika) dalam seluruh aspek kegiatannya, karena nilai-nilai moral dan etika adalah nilai yang bersifat universal, yang diajarkan oleh semua agama.
4)      Realistis (al-waqiyyah): Syari’ah marketer adalah konsep pemasaran yang fleksibel, sebagaimana keluasan dan keluwesan Syari’ah Islamiyyah yang melandasinya. Syari’ah marketer adalah para pemasar professional dengan penampilan yang bersih, rapi dan bersahaja, apapun model atau gaya berpakaian yang dikenakan, bekerja dengan mengedepankan nilai-nilai religious, kesalehan, aspek moral dan kejujuran aktifitas pemasaran.
Syari’ah Marketing harus bertumpu pada empat prinsip dasar:[21]
a)      Ketuhanan (Rubbaniyyah)
Dihati yang paling dalam, seorang Syari’ah marketer meyakini bahwa Allah SWT. Selalu dekat dan mengewasinya ketika dia sedang melaksanakan segala macam bentuk bisnis dan dia yakin segala hal sekecil apapun nanti akan diminta pertanggung jawabannya.
b)   Menjunjung tinggi akhlak mulia/ Etis (Akhlaqiyah)
Syari’ah marketer sangat mengedepankan masalah akhlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kegiatannya.Beberapa kasus korupsi di negara kita menunjukan bahwa nilai dan moral sudah tidak lagi menjadi pedoman dalam berbisnis. Segala cara dihalalkan asalkan bisa mendapatkan keuntungan finansial yang sebesar-besarnya.
c)   Mewaspadai keadaan pasar yang selalu berubah/Realitas (Waqi’iyah)
Syari’ah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatik, anti-modernitas, dan kaku. Syari’ah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel dan luwes dalam bersikap dan bergaul. Sangat memahami bahwa dalam situasi pergaulan lingkungan yang sangat hetrogen, dengan beragam suku, agama, dan ras, ada ajaran yang diberikan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk bersikap lebih bersahabat, santun, dan simpatik terhadap saudara-saudaranya dari umat lain.
d)  Selalu berorientasi untuk memartabatkan manusia/humanities (Al-Insaniyyah)
Syari’at Islam adalah Syariah yang humanistis. Syariat Islam diciptakan untuk manusia sesuai dengan kapasitasnya tanpa menghiraukan ras, warna, kulit, kebangsaan dan status. Dengan memiliki nilai ini. Manusia menjadi terkontrol dan seimbang, bukan karena manusia yang serakah, yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Bukan menjadi manusia yang bisa bahagia di atas penderitaan orang lain. Hal inilah yang membuat Syari’ah memiliki sifat universal sehingga Syari’at humanistis universal.[22]
BACA JUGA  PENGALIHAN (TRANSPER) DALAM LINGUISTIK DAN BAHASA INDONESIA



[1] Philip Kotler, dkk, Manajemen Pemasaran Sudut Pandang Asia, (Indonesia: Indeks, 2004).
[2] Ibid., hal. 12
[3] Ibid.,hal. 24
[4] Ibid., hal. 21
[5] Ibid., hal. 23
[6] Ibid., hal. 29
[7] Ibid., hal. 31
[8] Ibid., hal. 22
[9] Ibid., hal.32
[10] Ibid., hal.33
[11] Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), hal. 173
[12] Philip Kotler, dkk, Manajemen Pemasaran…, hal 22
[13] Kasmir, Kewirausahaan…, hal. 173-177
[14] Ibid., hal. 182
[15] Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 1985), hal. 174
[16] Rheinald Kasali, Model Kewirausahaan, (Jakarta Selatan: Hikmah, 2010), hal. 157
[17] Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 1985), hal. 176
[18] Hermawan Kertajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syari’ah Marketing, (Bandung: Mizan, 2006), hal.139
[19] Departemen  Agama RI, Al-Qu’an Terjemah Indonesia, (Jakarta: Sari Agung, 2005), hal.827
[20] Hermawan , Syari’ah Marketing…, hal.186
[21] Ibid., hal. 187

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *