PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH

1,459 views
PENGERTIAN MUSYARAKAH
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH

Pengertian musyarakah (syirkah atau syarikah atau serikat atau kongsi) adalah bentuk umum dari usaha bagi hasil dimana dua orang atau lebih menyumbangkan pembiayaan dan manajemen usaha, dengan proporsi bisa sama atau tidak. Keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan antara para mitra dan kerugian akan dibagikan menurut proporsi modal.
Transaksi musyarakah dilandasi adanya keinginan dari calon angota/ nasabah dan pengurus lembaga keuangan untuk memulai kerjasama, para pihak yang bekerja sama untuk meningkatkan nilai asset yang mereka miliki secara bersama-sama dengan memadukan seluruh sumber daya.[1]
LANDASAN SYARIAH
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH
 “……. maka mereka berserikat pada sepertiga………” (An-Nisaa : 12)[2]
dalam surah An-Nisaa menunjukkan bahwa dalam Al-Quran juga dijelaskan tentang pengakuan Allah akan adanya perserikatan dalam kepemilikan harta, tetapi dalam surah An-Nisaa 12 perkongsian secara otomatis karena waris, dan terjadi karena adanya kesepakan/ akad.
JENIS-JENIS MUSYARAKAH
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH
1)      MusyarakahKepemilikan, musyarakah yang tercipta karena warisan, wasiat atau kondisi lainnya yang mengakibatkan pemilikan satu asset oleh dua orag atau lebih. Dalam musyarakah ini, kepemilikan dua orang atau lebih berbagi dalam sebuah asset nyata dan berbagi pula dari keuntungan yang dihasilkan asset tersebut.
2)      Musyarakah akad, tercipta dengan cara kesepakatan dimana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah. Mereka pun sepakat berbagi keuntungan dan kerugian. Musyarakah akad dibagi menjadi:
a)      Syirkah al-‘Inan
Syirkah al-‘Inan adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua pihak berbagi dalam keuntungan dan kerugian sebagaimana yang disepakai di antara mereka. Akan tetapi, porsi masing-masing pihak, baik dalam dana maupun kerja atau bagi hasil, tidak harus sama dan identik sesuai dengan kesepakatan mereka. Mayoritas ulama membolehkan jenis al-Musyarakah ini.
b)      Syirkah Mufawadhah
Syirkah mufawadhah adalah kontrak kerja sama antara dua orang atau lebih. Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. setiap pihak membagi keuntungan dan kerugian secara sama. Dengan demikian, syarat utama dari jenis almusyarakah ini adalah kesamaan dana yang diberikan, kerja, tanggung jawab, dan beban dibagi oleh masing-masing pihak.
c)      Syirkah A’maal
AlMusyarakahini adalah kontrak kerja sama dua orang seprofesi untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu. Misalnya,  kerja sama antara dua orang arsitek untuk menggarap sebuah proyek atau kerja sama dua orag penjahit untuk menerima order pebuatan seragam sebuah kantor. Al-Musyarakah ini kadang-kadang disebut musyarakah abdan atau sanaa’i.
d)     Syirkah Wujuh
Syirkah Wujuh adalah kontrak antara dua orang atau lebih yang memiliki reputasi dan prestisi baik serta ahli dalam bisnis. Mereka membeli barang secara kredit dari suatu perusahaan dan menjual barang tersebut secara tunai. Mereka berbagi dalam keuntungan dan kerugian berdasarkan jaminan kepada penyuplai yang disediakan oleh tiap mitra. Jenis al-Musyarakah ini tidak memperlukan modal  karena pembelian seacra kredit berdasarkan jaminan tersebut. Karenanya kontrak ini pun lazim disebut sebagai musyarakah piutang.
APLIKASI DALAM PERBANKAN
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH
1)      Pembiayaan Proyek
Al-Musyarakah biasanya diaplikasikan unutk pembiayaan proyek dimana nasabah dan bank sama-sama menyediakan dana unutk membiayaai proyek tersebut. setelah proyek tersebut selesai, nasabah menembalikan dan tersebut bersama bagi hasil yang terlah disepakati unutk bank.
2)      Model Ventura
Pada lembaga keuangan khusus yang diperbolehkan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan, al-musyarakahditerapkna dalam skema modal ventura. Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu dan setelah itu bank melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya, baik secara singkat maupun bertahap.[3]
MANFAAT MUSYARAKAH
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH
terdapat banyak manfaat dari pembiayaan secara musyarakah ini, diantaranya sebagai berikut:
1)      BMT (Koperasi)  akan dapat menikmati peningkatan pendapatan seiring dengan naiknya pendapatan anggota
2)      BMT (Koperasi)  tidak akan terbebani biaya dana tetap (Fix cost of fund), tetapi hanya menanggung beban biaya bagi hasil atas dana dari anggota penyimpan sesuai dengan pendapatan dari anggota peminjam atau mitra musyarakah. Dengan demikian BMT (Koperasi)  tidak akan mengalami kerugian karena biaya dana (negative spread)
3)      Anggota akan merasa terbantu, karena tidak akan menanggung beban tetap. Bagi hasil baru bisa diketahui setelah ada pendapatan usaha dan bukan sebalum usaha dimulai. Anggota tidak akan pernah menanggung beban biaya diatas pendapatan usahanya.
4)      Anggota tidak akan tetap mampu menjaga stabilitas cahs flow perusahanya, karena mengembalikan cicilan pokok disesuaikan dengan jadwal cash flow yang disepakati bersama
5)      Anggota akan mendapat konsultasi, bimbingan dan bantuan pemasaran usaha dari BMT (Koperasi), karena skema musyarakah memungkinkan BMT (Koperasi)  untuk melakukan pendampingan dan konsultasi usaha bagi anggota
6)      BMT (Koperasi)  akan lebih berhati-hati dalam menentukan investasinya, karena pendapatan BMT sangat dipengaruh oleh pendapatan usaha anggota
7)      Anggota akan lebih mudah mendapatkan remisi jangka waku dan beban bagi hasilnya, karena jika usahanya merugi BMT (Koperasi) tidak akan menagih secara rigid, melainkan akan dilakukan evaluasi ulang terutama menyangkut penyebab kerugian dan kemungkinan prospek usaha selanjutnya[4].
RESIKO MUSYARAKAH
PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, JENIS, PENEREPAN, MANFAAT, DAN RESIKO MUSYARAKAH
1)      Terjadinya side streaming dari anggota, yakni anggota akan menerapkan pembukuan ganda, sehingga BMT (Koperasi) akan menerima pembukuan yang mencantumkan pendapatan usaha yang lebih rendah dibanding dengan kondisi yang sesungguhnya terjadi
2)      Resiko inefisiensi, BMT (Koperasi) akan mengerahkan tenaga yang berlebih untuk mengontrol atau mengawasi usaha anggota. Bahkan BMT (Koperasi)  akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi lagi jika ternyata ada indikasi bahwa laporan anggota meragukan. Karena BMT (Koperasi) akan melakukan audit terhadap kondisi usaha, hal ini karena belum tentu semua anggota sudah mampu mambayar eksternal audit atau akuntan publik.
3)      Resiko Likuiditas, pada umumnya pembiayaan musyarakah menggunakan standart cash flowusaha yang dibiayai, sehingga sangat mungkin BMT (Koperasi) akan mendapatkan angsuran pokok sesuai dengan termin pendapatan anggota. Belum lagi jika ternyata klien anggota menunda pembayaran. BMT (Koperasi)  akan turut menanggung resiko likuiditas sebagaimana yang dialami oleh anggota[5]
BACA JUGA  PENGERTIAN MASYARAKAT



[1]Laela Mukaromah, Anaisis Pembiayaan Musyarakah di BMT Tumang Cabang Cepogo 2013, dalam http://eprints.iainsalatiga.ac.id/798/1/ANALISIS%20PEMBIAYAAN%20 MUSYARAKAH-STAIN%20SALATIGA.pdf diakses pada 13-03-2015
[2]Kementerian Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya Majeeda (Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2013), Hal. 79
[3]Muhammad Syafii Antonoi, Bank Syariah…, Hal. 91
[4]Muhammad Ridwan, Sistem dan Prosedur…, hal. 43
[5]Ibid., hal. 45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *