PENGERTIAN PENDIDIKAN AKHLAK

292 views
PENGERTIAN PENDIDIKAN AKHLAK
PENDIDIKAN
      Sebelum dipaparkan mengenai pengertian pendidikan akhlak maka terlebih dahulu akan diketengahkan beberapa pendapat tentang pengertian pendidikan.
Menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasy di dalam kitabnya Ruh At-Tarbiyah Wa At-Ta’lim disebutkan bahwa :
Artinya :
“Pendidikan adalah mempersiapkan seseorang untuk hidup dengan sempurna, yaitu hidup bahagia, cinta tanah air, kuat lahiriyah, sempurna akhlaknya, sistematis pemikirannya, halus perasaannya, terampil dalam pekerjaannya, tolong menolong dengan sesamanya, baik hati dalam tulisan dan pengucapannya serta semangat dalam bekerjanya”.
Khursid Ahmad mendefinisikannya sebagai berikut :
“Education is a mental, physical and moral training and its objective is to produce highly cultured men and women fit to discharge their duties as good human beings and as worthy citizens of a state”.
Artinya :
“Pendidikan adalah latihan mental fisik dan moral yang bertujuan membentuk manusia laki-laki dan perempuan yang berbudaya tinggi (beradab), cakap dalam melaksanakan kewajibannya sebagai manusia yang baik dan warga negara yang beradab ”.
      Sedangkan menurut Drs. Ahmad D. Marimba “pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama atau insan kamil.”
Dari beberapa pendapat yang telah diuraikan secara terinci maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan secara istilah adalah suatu usaha sadar melalui bimbingan, pengarahan, dan atau latihan untuk membantu dan mengarahkan anak didik agar berkepribadian tinggi menuju hidup sempurna serta mampu melaksanakan kewajibannya terhadap agama dan negara.
PENGERTIAN PENDIDIKAN AKHLAK
AKHLAK
Adapun akhlak menurut Dr. Hamzah Ya’qub “berasal dari bahasa Arab, jama’ dari ‘khuluqun’ (خُلُقٌ) yang menurut luqhat diartikan budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabi’at.”
Sedangkan menurut Ibnu Miskawaih karakter (khuluq) adalah suatu keadaan jiwa yang mendorong untuk melahirkan tindakan atau tingkah laku tanpa dipikir atau dipertimbangkan secara mendalam. Keadaan ini ada dua jenis. Yang pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Misalnya pada orang yang gampang sekali marah karena hal yang paling kecil, atau yang takut menghadapi insiden yang paling sepele. Juga pada orang yang terkesiap berdebar–debar disebabkan suara yang amat lemah yang menerpa gendang telinganya, atau ketakutan lantaran mendengar suatu berita. Atau tertawa berlebih–lebihan hanya karena suatu hal yang amat sangat biasa yang telah membuatnya kagum, atau sedih sekali cuma karena hal yang tak terlalu memprihatinkan yang telah menimpanya. Yang kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan, pada mulanya keadaan ini terjadi karena dipertimbangkan dan dipikirkan, namun kemudian, melalui praktik terus menerus, menjadi karakter.
Sedangkan Al-Ghazali memberikan pengertian akhlak sebagai berikut :
Artinya :
“Akhlak adalah suatu kemantapan (jiwa) yang menghasilkan perbuatan atau pengamalan dengan mudah tanpa perlu pemikiran dan pertimbangan, jika kemantapan itu sedemikian sehingga menghasilkan amal-amal yang baik, yaitu amal yang baik menurut akal dan syariah, maka itu disebut akhlak yang baik. Jika amal-amal yang muncul dari keadaan (kemantapan) itu amal yang tercela, maka itu dinamakan akhlak yang buruk”.
        Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa hakikat akhlak menurut Al-Ghazali mencakup dua syarat :
1.    Perbuatan itu harus konstan, yaitu dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi kebiasaan. Misalnya seseorang yang memberikan sumbangan harta hanya sekali-sekali karena dorongan keinginan sekonyong-konyong saja, maka orang itu tidak dapat dikatakan sebagai pemurah selama sifat demikian itu belum tetap dan meresap dalam jiwa.
2.    Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksif dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan-tekanan, paksaan-paksaan dari orang lain, atau pengaruh-pengaruh dan bujukan-bujukan indah dan sebagainya. Misalnya orang yang memberikan harta benda karena tekanan moral dan pertimbangan. Maka belum juga termasuk kelompok orang yang bersifat pemurah.
      Setelah membahas tentang pengertian “Pendidikan” dan “Akhlak”, maka yang dimaksud pendidikan akhlak disini adalah usaha sadar untuk membimbing dan menuntun kondisi jiwa khususnya agar dapat menumbuhkan akhlak dan kebiasaan yang baik sesuai dengan aturan akal manusia dan syariat agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *