PENGUKURAN KINERJA

289 views
PENGUKURAN KINERJA

Sehubungan dengan ukuran penilaian prestasi kerja maka kinerja pegawai, menurut Dharma (dalam Iswahyu Hartati: 2005), diukur dengan indikator-indikator sebagai berikut:
1.    Kuantitas hasil kerja, yaitu meliputi jumlah produksi kegiatan yang dihasilkan.
2.    Kualitas hasil kerja, yaitu yang meliputi kesesuaian produksi kegiatan dengan acuan ketentuan yang berlaku sebagai standar proses standar proses pelaksanaan kegiatan maupun rencana organisasi.
3.    Ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, yaitu pemenuhan kesesuaian waktu yang dibutuhkan atau diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan
4.    Efektifitas biaya (Cost Effectiveness), yaitu tingkat sejauh mana penerapan sumber daya manusia, keuangan, teknologi, material dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya.
5.    Kebutuhan akan pengawasan (Need for supervisor), merupakan tingkat sejauh mana seorang pekerja dapat melaksanakan fungsi suatu pekerjaan tanpa memperdulikan pengawasan seorang supervisor untuk mencegah tindakan yang kurang diinginkan.
6.    Interpersonal impact, merupakan tingkat sejauh mana karyawan memelihara haerga diri, nama baik dan kerjasama di antara rekan kerja dan bawahan. Selanjutnya Malthis dan Jacson(2002) menetapkan lima standar utama dalam melakukan penilaian kinerja, yaitu:
1. Kuantitas output
2. Kualitas output
3. Jangka panjang
4. Kehadiran di tempat kaerja
5. Sikap koopertif
PENGUKURAN KINERJA
Berkaitan  dengan  pengukuran  kinerja  secara  umum,  yang  kemudian diterjemahkan ke dalam penilaian perilaku secara mendasar, meliputi:
1. Kuantitas kerja
2. Kualitas kerja
3. Pengetahuan tentang pekerjaan.
4. Pendidikan tentang pekerjaan.
5. Keputusan yang diambil.
6. Perencanaan kerja.
7. Daerah organisasi kerja

BACA JUGA  PENGERTIAN, LANDASAN HUKUM, SYARAT, MANFAAT, DAN RESIKO MURABAHAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *