PERANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

337 views
PERANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Pada umumnya yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak di dalam keluarga adalah Bapak dan  Ibn,  tetapi sering juga kita lihat dan anggapan sementara orang yang berkewajiban mendidik anak di dalam keluarga adalah ibu Beberapa hasil penelitian memberi garnbaran bahwa Bapak mempunyai arti yang berbeda-beda di mata anak. Seorang anak kecil memandang bapaknya sebagai seorang yang dapat melindungi dirinya dan sumber kekuatan yang dapat mengatasi semua masalah.  Oleh sebab itu dalam perkembangan anak perlu adanya interaksi antara anak dan bapak Sebab hubungan yang baik antara bapak dan anak sangat penting.  Untuk anak perempuan bapak dipandang sebagai pendorong perkembangannya. Apabila di sekolah ditemukan anak yang mengalami masalah ketiadaan ayah, rnaka  guru  seyogianya dapat membantu mengatasi masalah itu antara lain dengan mengalihkan figur pengganti ayah (Tirtarahardja dan Sulo  1994).
Begitu juga ibu memegang peran yang sangat menentukan pendidikan anak di dalam keluarga.  Ibu  dipandang sebagai figur yang lemah lembut,  penuh perhatian terhadap anak. Sehingga ada yang beranggapan ibu adalah pendidik yang utama di dalam keluarga, karena memang keseharian anak lebih banyak dengan ibu dan memang ibu lebih banyak  di  rumah apabila dibandingkan dengan bapak.
Apabila kita melihat dari perspektif gender  sebenarnya yang berkewajiban penuh dalam mendidik anak di dalam keluarga adalah bapak dan ibu  .  Kesetaraan/keseimbangan pendidikan yang diberikan bapak dan ibu sangat di perlukan, termasuk juga disini kesetaraan/keseimbangan dalam memperlaku kan anak baik laki-laki maupun perempuan. Berikanlah perhatian terhadap semua anak dan berikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan bakatnya. Misalnya, anak laki-laki diarahkan untuk  menjadi anak yang memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, sehingga dapat menjadi pemimpin sementara anak perempuan cukup untuk memperoleh pendidikan tingkat menengah dan hanya untuk menjadi guru atau bawahan. Dari contoh seperti ini dapat kita lihat bahwa keluarga telah memarjinalkan perempuan,  tidak adanya kesetaraan gender, dan yang jelas terlihat salah satu aspek dirugikan yakni perempuan.

Menurut Beijing Platform for Action  1995  dalam Hidayat (2002) yang dimaksud dengan kesetaraan gender (gender equality) adalah keadaan perempuan dan laki-laki menikmati status yang sama  dan  memiliki kondisi yang sama untuk menggunakan haknya dan kemampuannya secara penuh dalam memberikan kontribusi kepada pembangunan politik, ekonomi, masyarakat dan budaya. Dengan dernikian kesetaraan gender  men~pakan penilaian yang sama yang diberikan masyma kat atas kesamaan ataupun perbedaan antara perempuan dan laki-laki, dan atas berbagai peran yang mereka mainkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *