PERENCANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

318 views

PERENCANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

PERENCANAAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Bidang pekerjaan pertama adalah perencanaan sumber daya manusia yang meliputi kegiatan perencanaan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (human resource planning) serta kegiatan perancangan pekerjaan bagi sumber daya manusia (job disign).

Kegiatan perencanaan kualitas dan kuantitas SDM merupakan pekerjaan manejemen sumber daya manusia yang paling mengandung ketidak pastian karena pertama-tama mereka harus meramalkan kecenderungan yang terjadi di dalam lingkungan usaha perusahaan yang akhir-akhir ini bergerak sangat dinamis terutama kecenderungan perkembangan teknologi yang dapat berpengaruh langsung pada kualitas dan kuantitas sumber daya manusia perusahaan di masa mendatang. Menurut Meldona perencanaan tenaga kerja mempunyai kaitan yang vital terhadap perencanaan strategis perusahaan dan manajemen sumber daya manusia.

Sementara itu untuk kegiatan perancangan pekerjaan bagi SDM, tersedia tiga alternatif pendekatan menurut Schuler & Jackson:

  1. Alternatif pertama adalah pendekatan mekanistik, menurut pendekatan ini sumber daya manusia harus diberi pekerjaan yang sangat sederhana (tidak memerlukan tingkat keahlian atau keterampilan yang tinggi), terstruktur (sangat jelas dan terarah) dan terspesialisasi (tidak bervariasi) sehingga efisiensi dan produktivitas kerja mereka dapat mencapai titik maksimum.
  2. Alternatif ke dua adalah pendekatam ergonomis yang merancang pekerjaan berdasarkan dimensi fisik tubuh manusia. Misalnya saja pekerjaan dirancang atas dasar prinsip-prinsip biomekanik (prinsip-prinsip yang mengarahkan pekerjaan fisik dan fungsi otot) untuk meminimalkan stres dan kelelahan kerja. Kegunaan perancangan pekerjaan dengan pendekatan ergonomis sangat terasa umpamanya ditempat kerja yang SDM-nya berusia lebih dari 50 tahun.
  3. Alternatif ketiga adalah pendekatan motivasional menurut pendekatan ini, perancangan pekerjaan harus berdasarkan pada job characteristics model (lihat bagan 1).

 

Dari bagan tersebut jelas bahwa suatu pekerjaan akan dapat memotivasi dan memberikan kepuasan kerja kepada sumber daya manusia apabila ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Menurut keahlian atau keterampilan yang bervariasi
  2. Utuh (dari awal hingga akhir proses) sehingga dikatakan memiliki identitas
  3. menentukan keberhasilan kerja sub unit atau unit organisasi atau bahkan keberhasilan seluruh perusahaan (berperan penting)
  4. Otonom dalam arti penting memberikan kebebasan kepada sumber daya manusia untuk memilih cara-cara untuk menyelesaikan pekerjaan
  5. Memberikan umpan balik kepada sumber daya manusia atas apa-apa yang mereka kerjakan.
BACA JUGA  FUNGSI DAN KEGGUNAAN WETON DALAM HITUNGAN JAWA

Membandingkan ketiga alternatif di atas, tampak bahwa pendekatan motivasionallah yang paling sesuai dengan tiga prinsip pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien. Namun demikian, tidak mudah untuk merancang pekerjaan yang memiliki lima ciri yang dipersyaratkan. Kalaupun memungkinkan, manajemen sumber daya manusia perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan kualifikasi individu yang akan mengerjakan. Individu yang berpendidikan rendah dan berpengalaman minimal, misalnya akan mengalami kesulita untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan keahlian atau keterampilan yang bervariasi dan yang berkomprehensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *