PLYOMETRICS PADA OLAH RAGA RENANG

139 views
PLYOMETRICS PADA OLAH RAGA RENANG

RENANG

Renang merupakan cabang olahraga yang diperlombakan untuk putra dan putri, dimulai dari tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada, pada dasarnya olahraga renang termasuk kedalam olahraga prestasi. Untuk memupuk suatu prestasi olahraga renang, baik tingkat nasional maupun internasional maka harus dimulai dengan mencari calon atlet berbakat dan kemudian dibina melalui latihan yang teratur, terarah, terencana serta berkesinambungan dan berkelanjutan. Berdasarkan Kristiyanto (2012:165).
Dalam aspek teknik, hal pertama yang dilakukan oleh perenang sebelum perlombaan adalah melakukan awalan start dan hal ini seringkali kurang dicermatinya oleh para pelatih pada saat perlombaan. Orientasi utama para pelatih hanya pada latihan fisik semata, padahal ketika sebuah teknik start dicermati pentingnya sebuah power yang kuat dan cepat ketika menolak pada bok start ada beberapa macam teknik start yang sering dilakukan oleh perenang diantaranya; Racing Start, Swing Start, Grab Start, dan Tract Start. Badruzaman (2009:26) Dalam cabang olahraga renang waktu start memerlukan gerakan otot tungkai dan lengan dibutuhkan gerakan eksplosif, karena untuk melakukan gerakan tersebut memerlukan daya ledak otot yang maksimal. ketika gerakan start dilakukan dibutuhkan sebuah power yang kuat dan cepat selain itu memerlukan gerakan reaksi, ketika aba-aba datang perenang harus memiliki reaksi yang baik guna menghasilkan tolakan start yang optimal.
PLYOMETRICS PADA OLAH RAGA RENANG
TEKNIK START
Start sangat menentukan keberhasilan seorang perenang mencapai prestasi yang di inginkan. Start adalah suatu teknik gerakan yang dilakukan menolak dengan cepat pada balok start pada permulaan perlombaan. Secara teoretis dan berdasarkan peraturan perlombaan, start dibagi menjadi dua yaitu start yang dilakukan di atas berdiri pada balok start dan start yang dilakukan di bawah menggantung pada balok start. Start yang dilakukan di atas balok start yaitu untuk gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu. Start yang dilakukan di bawah balok start dilakukan untuk gaya punggung. (Badruzaman, 2013:97)
Pada dasarnya dalam mekanika teknik start ada yang disebut dengan titik berat. Menurut Hidayat (1998:6) massa dari anggota tubuh yang bekerja sebagai gaya tahanan mempunyai titik pusat masa. Titik pusat masa tersebut disebut titik berat badan. Lebih jelasnya dipaparkan Hidayat (1998:6) titik berat adalah titik dimana gaya berat benda atau anggota tubuh itu bekerja. Dapat juga dikatakan bahwa titik berat adalah titik dimana gaya berat benda atau anggota tubuh itu bekerja. Dapat juga dikatakann bahwa titik berat adalah titik yang mewakili berat dari benda tubuh. Saat perenang melakukan tolakan start pada teknik grab start, titik berat harus melebihi titik tumpuan maka dengan sendirinya saat perenang melakukan tolakan start pada teknik grab start maka akan jatuh atau menolak dengan sendirinya.
Kecepatan sudut (angular velocity) melakukan tolakan pada teknik grab start dipengaruhi salah satunya kecepatan sudut sendi lutut dan sendi pinggul, merupakan gerak rotasi. Menurut Hidayat (1998:90) kecepatan dari gerakan melingkar ini disebut kecepatan rotasi, atau kecepatan sudut, atau kecepatan angular dan diberi lambang ɷ (omega). Kalau lintasan yang ditempuh oleh gerak linier dinyatakan dengan jarak S, maka lintasan yang ditempuh gerak angular dinyatakan dengan besar sudut ɵ (theta).
ɷ = ɵ / t
keterangan:
ɷ = Angular Velocity
ɵ = Perubahan Sudut (deg)
t = waktu (time)
Hukum implus dan momentum, momentum ialah besarnya gaya dorong dari suatu benda, dapat dikatakan momentum adalah kekuatan gerak, jadi momentum dari suatu benda itu diperoleh bila benda tersebut dengan suatu kecepatan. (Hidayat, 1998:169). Bila seorang perenang yang melakukan start pada renang gaya bebas, mengayunkan lengannya ke depan ayunan lengan ini merupakan momentum ke depan. (hidayat, 1998:170) demikian pula perenang dalam melakukan grab start saat melakukan kekuatan ayunan tungkai saat menolak disebut impuls dan saat melayang ketika menolak disebut momentum. Menurut hidayat (1998:170) impuls dan momentum merupakan hubungan sebab akibat. Momentu yaitu hasil dari perkalian massa dan kecepatan, dan setiap perubahan dalam momentum adalah sebanding atau sama besarnya dangan impuls yang menghasilkannya (impuls = m.Vf – m.Vi).
Momentum merupakan besaran gerak yang bertambah atau berkurangnya dengan car menambah atau mengurangi massa atau kecepatannya.
(I = F x t) = (M = m x V)
Keterangan:
M = momentum (kg.m/s)
I = Impuls (N.s)
M = massa (kg)
V = velocity (m/s)
F = Force (Newton)
t = Time (sec)
Ground reaction force (gaya dorong permukaan) Ground Reaction Force dapat disamakan dengan hukum Newton 3 yaitu setiap ada aksi terjadi reaksi yang besar, berlawanan arah dan bekerja pada satu garis lurus. (Hidayat, 1998:106). Berdasarkan hukum tersebut, ketika manusia berjalan, berlari, menolak pada saat start, setiap kali kaki menyentuh tanah, disanalah Ground Reaction Force terbentuk. Asas aksi sama dengan reaksi berlaku pada tumpuan yang kuat seperti saat melakukan tolakan pada teknik grab start, dapat disimpulkan untuk menghasilkan reaksi yang besar, perlu tumpuan yang kuat. Tumpuan yang kuat terjadi bila gaya geseknya (Friction) cukup besar.setiap aktivitas olahraga yang memerlukan gaya propulsive yang besar, harus mempunyai tahanan (Resistence) yang besar pula. (Hidayat, 1998:106)
PLYOMETRICS PADA OLAH RAGA RENANG
PLYOMETRICS

Latihan plyometrics dalam cabang olahraga renang saat peranang melakukan teknik start, pada saat gerakan tersebut dilakukan membutuhkan otot tungkai dan lengan dibutuhkan gerakan yang eksplosif, pada saat teknik start para pelatih harus cermat bagaimana seorang perenang melakukan gerakan tersebut dilakukan. Dari analisa tersebut harus mempelajari bagaimana menemukan suatu metode yang sesuai dengan gerakan dan karakteristik yang diperlukan, yaitu gerakan yang membutuhkan daya ledak otot yang eksplosif. Seperti dikemukakan (Harsono, 1990: 2) selain dengan latihan beban latihan yang amat baik untuk membuat otot memiliki daya ledak yang hebat atau eksplosif adalah latihan yang disebut plyometric. Metode yang sesuai dengan karakteristik ini adalah dengan latihan plyometrics gerakan-gerakan yang dilakukan harus secara eksplosif sehingga komponen fisik power akan cepat ditingkatkan hal ini cocok untuk gerakan start pada perenang. Bentuk latihan plyometrics yang diterapkan dalam penelitian ini berupa bentuk latihan squat jump, knee-tuck jump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *