PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH

1,466 views

PRINSIP PEMBERIAN PEMBIAYAAN

PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH
Menurut kasmir dalam bukunya menyatakan bahwa kriteria penilaian yang umum dan harus dilakukan oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan pembiayaan dilakukan dengan menggunakan beberapa prisip-prinsip penilaian pembiayaan dengan analisis 5 C dan 7 P.
Penilaian dengan analisis 5 C adalah sebagai berikut:[1]
1.      Character
Merupakan sifat atau watak seseorang. Sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan pembiayaan benar-benar harus dapat dipercaya. Untuk membaca watak atau sifat dari calon debitur dapat dilihat dari latar belakang si nasabah, baik yang bersifat pribadi. Dari sifat dan watak ini dapat dijadikan suatu ukuran tentang  “kemauan” nasabah untuk membayar.
2.      Capacity
Analisis untuk mengetahui kemampuan nasabah dalam membayar pembiayaan. Penilaian ini terlihat kemampuan nasabah dalam mengelola bisnis. Sehingga akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan pembiayaan yang disalurkan.
3.      Capital
Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif atau tidak, dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas, dan solvabilitasnya, rentabilitas dan ukuran lainnya.
4.      Condition
Dalam penilaian pembiayaan hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sosial dan politik yang ada sekarang dan prediksi untuk di masa yang akan datang. Penilaian kondisi atau prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan pembiayaan tersebut bermasalah relatif kecil.
5.      Collateral
Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah pembiayaan yang diberikan. Jaminan juga diteliti keabsahan dan kesempurnaannya, sehingga jika terjadi suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin.
PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH
Selanjutnya penilain suatu pembiayaan dapat pula dilakukan dengan analisis 7 P pembiayaan dengan unsur penilaian sebagai berikut:[2]
1.      Personality
Menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun kepribadiannya masa lalu.
2.      Party
Mngklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu, berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya.
3.      Perpose
Mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil pembiayaan, termasuk jenis pembiayaan yang diinginkan nasabah.
4.      Prospect
Melihat usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.
5.      Payment
Ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan pembiayaan yang telah diambil atau sumber mana saja dana untuk pengembalian pembiayaan.
6.      Profitability
Menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. Profitability diukur dari periode ke periode.
7.      Protection
Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar pembiayaan yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar aman.
PRINSIP DAN PROSEDUR PEMBERIAN BIAYA PADA NASABAH
Disamping penilaian dengan 5C dan 7P, prinsip penilaian pembiayaan dapat pula dilakukan dengan studi kelayakan, terutama untuk pembiayaan dalam jumlah yang relatif besar. Adapun penilaian pembiayaan dengan studi kelayakan meliputi sebagai berikut:[3]
a.       Aspek Hukum
Aspek hukum digunakan untuk menilai keabsahan dan keaslian dokumen- dokumen atau surat-surat yang dimiliki oleh calon debitur, seperti akta notaris, izin usaha atau sertifikat tanah, dan dokumen atau surat lainnya.
b.      Aspek Pasar dan Pemasaran
Aspek yang digunakan untuk menilai prospek usaha nasabah sekarang dan di masa yang akan datang.
c.       Aspek Keuangan
Aspek yang digunakan untuk menilai kemampuan calon nasabah dalam membiayai dan mengelola usahanya. Dari aspek ini akan tergambar berapa besar biaya dan pendapatan yang akan dikeluarkan dan diperolehnya. Penilaian aspek ini dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.
d.      Aspek Operasi/ Teknis
Aspek untuk menilai tata letak ruangan, lokasi usaha, dan kapsitas produksi suatu usaha yang tercermin dari sarana dan prasarana yang dimilikinya.
e.       Aspek Manajemen
Aspek untuk menilai sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan, baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas.
f.       Aspek Ekonomi/ Sosial
Aspek yang digunakan untuk menilai dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan dengan adanya suatu usaha terutama terhadap masyarakat.
g.      Aspek AMDAL
Aspek yang digunakan untuk menilai dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dengan adanya suatu usaha, kemudian cara-cara pencegahan terhadap dampak tersebut.
PROSEDUR PEMBERIAN PEMBIAYAAN
Prosedur pemberian pembiayaan merupakan tahap-tahap yang harus dilakukan sebelum sesuatu pembiayaan diputuskan untuk diberikan. Dengan tujuan untuk mempermudah bank dalam menilai kelayakan suatu permohonan pembiyaan. Prosedur pemberian pembiayaan dibedakan menjadi dua yaitu untuk pembiayaan perorangan dan pembiayaan oleh suatu badan hukum, dan jika dilihat dari segi tujuannya yaitu pembiayaan konsumtif dan pembiayaan produktif.
Secara umum prosedur pemberian pembiayaan atau pembiayaan oleh badan hukum sebagai berikut:[4]
1)      Pengajuan berkas-berkas
Dalam hal ini pemohon mengajukan permohonan pembiayaan yang dituangkan dalam bentuk proposal, yang kemudian dilampiri dengan berkas-berkas lain yang dibutuhkan.
a.       Proposal hendaknya menjelaskan secara rinci mengenai latar belakang, maksud dan tujuan, besarnya pembiayaan yang dibutuhkan, jangka waktu pembayaran dan jaminan yang digunakan.
b.      Melampirkan dokumen-dokumen yang meliputi foto kopi:
a)      Akte notaris
b)      T.D.P (Tanda Tangan Perusahaan)
c)      N.P.W.P (Nomor Pokok Wajib Pajak)
d)     Neraca dan laporan rugi laba 3 tahun terakhir.
e)      Bukti diri dari pimpinan perusahaan
f)       Sertifikat jaminan
c.       Selanjutnya dilakukan penilaian dilakukan sementara adalah dari neraca dan laporan laba rugi.
2)      Penyelidikan berkas pinjaman
Untuk mengetahui apakah berkas yang diajukan sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar, termasuk menyelidiki keabsahan berkas.
3)      Wawancara awal
Penyelidikan kepada calon debitur dengan langsung berhadapan dengan calon debitur. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bank apakah berkas-berkas tersebut sesuai dan lengkap seperti dengan yang bank inginkan
4)      On the spot
Merupakan kegiatan pemeriksaaan kelapangan dengan meninjau berbagai obyek yang akan dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasil on the spot dicocokan dengan hasil wawancara awal.
5)      Wawancara kedua
Merupakan kegiatan perbaikan berkas, jika mungkin ada kekurangan-kekurangan pada saat setelah dilakukan on the spot dilapangan.
6)      Keputusan pembiayaan
Menentukan apakah pemberian pembiayaan atau pembiayaan akan diberikan atau pun ditolak, jika diterima maka, diapersiapkan administrasinya. Jika permohonan pembiayaan ditolak maka dikirim surat penolakan sesuai dengan alasannya masing-masing.
7)      Penandatangan akad pembiayaan/ perjanjian yang lainnya
Setelah permohonan tersebut diterima maka sebelum pembiayaan dicairkan terlebih dulu calon nasabah menandatangani akad pembiayaan, mengikat jaminan dengan hipotik dan surat perjanjian atau pertanyaan yang dianggap perlu.
8)      Realisasi pembiayaan/pembiayaan
Realisasi pembiayaan/ pembiayaan diberikan setelah pennadatanganan akad pembiayaan/pembiayaan dan surat-surat yang diperlukan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank yang bersangkutan.
9)      Penyaluran/ penarikan dana
Pencairan atau pengambilan uang dari rekening sebagai realisasi dari pemberian pembiayaan dan dapat diambil sesuai ketentuan dan tujuan pembiayaan/ pembiayaan yaitu sekaligus dan secara bertahap.


BACA JUGA  PENGERTIAN, KONSEP DAN STRATEGI PEMASARAN SYARIAH

[1] Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan, (Jakarta: PT RajaGravindo Persada, 2008), hal. 117-119
[2] Kasmir, Dasar-Dasar Perbankan,…., hal. 119
[3] Kasmir, Manajemen Perbankan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hal. 94
[4] Kasmir, DasarDasar Perbankan,…., hal. 124

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *