PROFIL ERIK ERIKSON

531 views
PROFIL ERIK ERIKSON

Erik Erikson Lahir di Kota Frankfurt, Jerman, tanggal 15 Juni, 1902. Ada sedikit misteri tentang silsilah keluarganya. Ayah Biologisnya seorang yang tidak kenal bernama Danish. Dia meninggalkan ibunya sebelum Erik lahir. Ibunya, bernama Karla Abrahasemen, seorang wanita Yahudi yang membesarkan Erik seorang diri selama 3 tahun pertama,

Ibunya lalu dinikahi Dr. Theodor Homberge, seorang dokter anak, dan setelah ibunya menikah mereka lalu pindah ke kota Karlsruhe di selatan Jerman.

Kita tidak bisa melewati biografi kecilnya ini tanpa beberapa komentar tentang dirinya. Perkembangan identitas/diri tampaknya menjadi salah satu perhatian terbesar nya dalam kehidupan Erikson sendiri sama seperti dalam teorinya. Pada waktu kecilnya, dan awal remajanya, dia adalah seorang Erik Homberger, dan orang tuanya menyimpan rahasia tentang kelahirannya. Inilah ciri-ciri nya dia yaitu tinggi, pirang, seorang lelaki bemata biru yang juga seorang Yahudi. Di sekolah biara, teman-teman sekolahnya menggoda dia karena dia seorang Nordic. Artinya, mereka menggoda Erik karena dia adalah seorang Yahudi. Setelah lulus dari SMA, Erik ingin menjadi seorang seniman. Saat dia sedang tidak mengambil kelas seni, dia berkeliling Eropa untuk mengunjungi museum dan tidur di bawah jembatan. Dia hidup menjadi seorang yang pemberontak, itu sebelum dia menjadi seorang yang ‘The thing to do’ Pada saat umur 25 tahun, temannya yang bernama Peter Blos seorang seniman yang pada akhirnya menjadi seorang psikoanalisis menyarankan Erik untuk melamar menjadi seorang guru di sekolah eksperimental untuk murid Amerika yang dipimpin oleh Dorothy Burlingham, teman Anna Freud. Selain mengajar seni, Erik mendapatkan sertifikat dan pendidikan Montessori dan satu lagi dan Perkumpulan Psikoanalitik Vienna.
Saat mengajar di sana, Erik bertemu dengan Joan Serson, seorang guru dansa di sekolah Kanada. Mereka menikah dan mempunyai tiga orang anak, salah satunya menjadi seorang sosiolog sama seperti dirinya. Pada saat Nazi berkuasa, Erikson dan keluarga meninggalkan Vienna, pertama mereka pergi ke Copenhagen, lalu ke Boston. Erikson ditawari posisi di Sekolah Medical Harvard dan membuka praktek psikoanalisis anak secara private. Pada saat itu, Erik bertemu psikolog seperti Henry Murray dan Kurt Lewin, dan antropolog seperti Ruth Benedict, Margaret Mead, dan Gregory Bateson.
Erik lalu mengajar di Yale dan lalu tinggal di Universitas California di Barkeley. Di sinilah Erik melakukan pelajaran tentang kehidupan modern antara Lakota dan Yurok. Saat dia menjadi warga negara Amerika, dia secara resmi mengganti namanya menjadi Erik Erikson. Tidak ada yang tahu darimana dia bisa mendapatkan namanya menjadi Erikson. Pada tahun 1950, dia menulis buku yang berjudul Childhood and Society-nya tentang penduduk asli Amerika, analisis dan Maxim Gorkiy dan Adolph Hitler, hasil diskusi dan “American personality”, dan garis besar dari teori Freudian. Tema ini dipengaruhi oleh kepribadian dan analisis dan tokoh sejarah, salah satunya adalah dan teori kebenaran Gandhi. Dia memenangkan Pulitzer Prize dan National Book Award.
Pada tahun 1950, pada saat pemerintahan Senator Joseph McCarthy melakukan teror, Erikson meninggalkan Barkeley pada saat profesor di sana meminta dia untuk melakukan sumpah setia”. Dia menghabiskan 10 tahun dengan bekerja dan mengajar di klinik di Massachussets, dan 10 tahun kemudian kembali lagi ke Harvard. Sejak pensiun tahun 1970, dia menulis dan melakukan riset dengan istrinya. Erik Erikson meninggal pada tahun 1994.(sumber: Syamsu Yusuf LN dkk, Teori Kepribadian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *