PROSES PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA BANK PART II

117 views
Terdapat tiga tahapan dalam prosese pembirian pembiayaan pada Bank Yaitu:
     Tahap Permohonan
     Tahap Kelayakan Pembiayaan
     Pengumpulan Data dan Peninjauan Aggunan 
PROSES PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA BANK PART II
1.    Analisis kelayakan pembiayaan
Analisis pembiayaan merupakan suatu proses analisis yang dilakukan oleh lembaga keuangan syariah untuk menilai suatu permohonan pembiayaan yang telah diajukan oleh calon nasabah. Dengan melakukan analisis permohonan pembiayaan, lembaga keuangan syariah akan memperoleh keyakinan bahwa proyek yang akan dibiaya layak (feasible)36. Analisis pembiayaan dilakukan dengan tujuan pembiayaan yang berikan mencapai sasaran, dan aman. Artinya pembiayaan tersebut harus diterima pengembaliannya secara tertib, teratur dan tepat waktu, sesuai dengan perjanjian antara pihak lembaga dengan nasabah sebagai penerima dan pemakai pembiayaan. Sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya : dan jika kamu khawatir akan terjadinya penghiantan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat (QS. Al-Anfal:58)
Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisis pembiayaan di lembaga keuangan syariah adalah sebagai berikut :
a.      Pendekatan analisis pembiayaan
Ada beberapa pendekatan analisa pembiayaan yang dapat diterapkan oleh para pengelola lembaga keungan dalam kaitannya pembiayaan yang akan dilakukan.
1)   Pendekatan jaminan, artinya lembaga dalam memberikan pembiayaan selalu memperhatikan kuantitas dan kualitas jaminan yang dimilki oleh peminjam.
2)   Pendekatan karakter, artinya suatu lembaga keuangan mencermati secara sungguh-sungguh terkait dengan karakter nasabah.
3)   Pendekatan kemampuan pelunasan, artinya suatu lembaga keuangan menganalisi kemampuan nasabah untuk melunasi jumlah pembiayaan yang telah di ambil.
4)   Pendekatan dengan studi kelayakan, artinya suatu lembaga keuangan memperhatikan kelayakan usaha yang dijalankan oleh nasabah peminjam.
5)   Pendekatan fungsi-fungsi bank, artinya bank memperhatikan fungsinya sebagai lembaga intermediary keuangan, yang mengatur mekanisme dana yang dikumpulkan dengan dana yang disalurkan.
b.      Prinsip analisis pembiayaan.
Prinsip analisis pembiayaan adalah pedoman-pedoman yang harus diperhatiakan oleh pejabat pembiayaan dari bank syariah pada saat melakukan analisis pembiayaan antara lain adalah :
1)   Character
Penilaian character permohonan pembiayaan dilakukan untuk mengetahui tanggung jawab, kejujuran, keseriusan dalam berbisnis dan keseriusan dalam membayar semua kewajiban ke bank dengan seluruh kekayaan yang di miliki. Karakter sangat menentukan kelancaran pembayaran kewajiban setiap bulannya dan pelunasan pada saat kredit jatuh tempo. Untuk memperoleh gambaran tentang karakter calon nasabah dapat ditempuh langkah sebagai berikut berikut :
a)      Meneliti riwayat hidup calon Customer
b)      Meneliti reputasi calon Customer
c)      Meminta Bank to Bank Information
d)      Meminta informasi kepada asosiasi-asosiasi usaha dimana calon mudharib berada.
e)      Mencari informasi apakah calon customer suka berjudi
f)       Mencari informasi apakah calon Customer memiliki hobi berfoya-foya
Untuk memperoleh semua informasi tersebut seorang Account Officer dapat mencari informasi dari:
(1) Sesama Account Officer, baik dari lembaga yang sama maupun bank yang berbeda. Seringkali nasabah bercerita tentang pihak lain yang berhubungan dengan AO yang memegang Account-nya.
(2) Nasabah bank yang memiliki bidang usaha yang sana dengan calon debitur. Misalnya sama-sama pedagang usaha dengan calon debitur.
(3) Supplier atau mitra dagang pemohon. Dengan mencari informasi dari supplier Account Officer dapat mengetahui sistem pembelian yang diperoleh pemohon dan ketepatan membayar dari calon debitur
2)   Capacity
Kapasitas calon nasabah sangat penting diketahui untuk memahami kemampuan seseorang untuk berbisnis, hal ini dapat dipahami karena watak yang baik semata-mata tidak menjamin seseorang mampu menjalankan bisnisnya atau tidak. Untuk mengetahui kapasitas nasabah, bank harus memperhatikan:
a) Angka-angka hasil produksi
b) Angka-angka penjualan dan pembelian
c) Perhitungan laba rugi perusahaan saat ini dan proyeksinya.
d) Data finansial perusahaan beberapa tahun terakhir yang tercermin dalam neraca laporan keuangan.
Untuk pembiayaan konsumtif, analisis diarahkan pada kemapuan sumber penghasilan nasabah dan kemampuan membiayai kebutuhan bulanannya. Untuk itu, yang perlu dianlisis adalah:
a) Perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.
b) Lama bekerja
c) penghasilan
3)    Capital
Capital atau modal yang perlu disertakan dalam obyek pembiayaan perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam. Modal merupakan jumlah modal yang dimiliki oleh calon nasabah atau jumlah dana yang akan disertakan dalam proyek yang dibiayai. Cara yang ditempuh oleh bank untuk mengetahui capital antara lain adalah :
a) Laporan keuangan calon nasabah
b) Uang Muka
4)    Collateral
Collateral adalah barang yang diserahkan oleh calon nasabah sebagai jaminan terhadap pembiayaan yang diterimanya. Collateral harus dinilai oleh bank untuk mengetahui sejauh mana risiko kewajiban financial calon nasabah kepada bank. Penilaian terhadap jaminan meliputi beberapa jenis, lokasi, bukti kepemilikan dan status hukumnya.
Pada hakikatnya bentuk collateral tidak banyak berbentuk kebendaan. Bisa juga collateral yang tidak berwujud, seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis, penilaian teradap collateral ini dapat ditinjau dari dua segi yaitu :
a) Segi ekonomis, yaitu nilai ekonomis dari barang-barang yang akan digunakan
b) Segi yuridis, yaitu apakah agunan tersebut memenuhi syarat-syarat yuridis untuk dipakai sebagai agunan
Risiko pemberian pembiayaan dapat dikurangi sebagian atau seluruhnya dengan meminta collateral yang baik kepada custumer.44
5)    Condition
Condition merupakan keadaan yang meliputi kebijakan pemerintahan, politik, segi budaya yang mempengaruhi perekonomian. Penilaian terhadap kondisi ekonomi dapat dilihat dari:
a) Keadaan konjungtur
b) Peraturan-peraturan pemerintah
c) Situasi, politik dan perekonomian dunia.
d) Keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran.
Dalam menganalisis pembiayaan, pertama-tama yang harus diperhatikan oleh Account Officer adalah kemauan dan kemampuan customer untuk memenuhi kewajibannya. Dan dari kelima prinsip diatas yang paling perlu mendapat perhatian Account Officer adalah character, dan apabila prinsip ini tidak terpenuhi, maka prinsip lainnya tidak berarti, atau dengan kata lain, permohonannya harus ditolak.
Faktor lain yang harus diperhatikan perekonomian atau aktivitas usaha pada umumnya (ekonomi makronya dan AMDAL). Mengingat risiko tidak kembalinya pembiayaan selalu ada, maka setiap pembiayaan harus disertai jaminan yang cukup, sesuai dengan yang ada.
c.       Tujuan analisis pembiayaan
Analisis pembiayaan memiliki dua tujuan yaitu:
1) Tujuan umum analisis pembiayaan adalah: pemenuhan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka mendorong dan melancarkan perdagangan, produksi, jasa-jasa, bahkan konsumsi yang kesemuanya ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
2) Sedangkan untuk tujuan khusus dari analisis pembiayaan adalah
a) Untuk menilai kelayakan usaha calon peminjam
b) Untuk menekan risiko akibat tidak terbayarnya pembiayaan.
c) Untuk menghitung kebutuhan pembiayaan yang layak.

Tujuan utama dalam melakukan analisis pembiayaan adalah menilai seberapa besar kemampuan dan kesediaan debitur mengembalikan pembiayaan yang mereka pinjam dan membayar margin keuntungan dan bagi hasil sesuai dengan isi perjanjian pembiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *