SASTRA LISAN

306 views
SASTRA LISAN
Sastra lisan adalah karya sastra dalam bentuk ujaran (lisan), tetapi sastra itu sendiri berkutat di bidang tulusan. Sastra lisan membentuk komponen komponen yang lebih mendasar, tetapi memiliki sifat-sifat sastra pada umumnya.(Wikipedia). Sastra  lisan  merupakan  kesusasteraan  yang  mencakup  ekspresi kesusastraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturun-temurunkan secara lisan dari mulut ke mulut (Hutomo, 1991: 1). Sastra lisan bersifat komunal, artinya milik bersama suatu anggota masyarakat tertentu dalam suatu daerah. Hal inilah yang membuat sastra lisan yang lahir dalam suatu masyarakat di masa lampau tersebut, memberikan ciri khas daerahnya sendiri karena di dalam sastra lisan tertuang banyak nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang mengikat masyarakatnya. Sastra lisan menjadi aset kebudayaan masyarakat yang seyogianya dilestarikan dan menjadi almamater masyarakat itu sendiri, sehingga bisa membedakannya dari komunitas lain.
Pandangan Teeuw (Endraswara, 2011: 151), sastra lisan masih terdapat di berbagai  pelosok  masyarakat.  Sastra  lisan  yang  terdapat  di  daerah terpencil/pelosok, biasanya lebih murni karena mereka belum mengenal teknologi dan juga buta aksara, dibandingkan dengan sastra lisan yang berada di tengah masyarakat perkotaan yang justru malah hanya terdengar gaungnya saja dikarenakan mulai tergeser dengan kecanggihan teknologi dan pengaruh dari budaya luar. Umumnya, masyarakat terpencil yang berada di pedesaan terdiri dari satu entik/suku bangsa dominan yang masih menjaga keutuhan budaya atau tradisi
peninggalan nenek moyangnya. Sementara masyarakat kota lebih cenderung berbaur karena terdiri dari berbagai kalangan masyarakat/etnik yang berbeda. Sehingga penelitian sastra lisan, lebih utama ditujukan pada daerah- daerah terpencil. Menurut (Endraswara, 2011: 150), penelitian sastra lisan sangat membutuhkan kecermatan dan ketelitian.

Sastra lisan kadang-kadang ada yang murni dan ada juga yang tidak murni. Sastra lisan murni misalnya, berupa dongeng, legenda, mite, atau cerita yang tersebar secara lisan di masyarakat. Adapun sastra lisan yang tidak murni, biasanya berbaur dengan tradisi lisan di masyarakat. sastra lisan yang berbaur ini kadang-kadang hanya berupa penggalan cerita sakral. Mungkin saja cerita hanya berasal dari tradisi leluhur yang tidak utuh. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *