SOSIOLOGI KELUARGA

1,006 views

SOSIOLOGI KELUARGA

Keberhasilan atau kegagalan keluarga menjalankan fungsi dapat kita pahami dari realitas atau kenyataan sosial yang terjadi. Kenyataan itu merupakan wujud dan hasil dari tindakan sosial individu-individu (unsur) keluarga. Pemahaman lebih lanjut dari tindakan sosial tersebut bisa juga ditelusuri maknanya dari hal-hal atau segala sesuatu dibalik tindakan. Hal-hal tersebut berupa nilai sosial, kepercayaan, sikap, dan tujuan, yang semuanya itu menjadi penuntun tindakan seorang individu atas nama dirinya sendiri maupun keluarga dalam mewujudkan cita-cita atau sebaliknya gagal mencapai yang diinginkan.
Contohnya, pecahnya satuan keluarga inti karena perceraian, antara lain dapat dijelaskan dari lemahnya sendi-sendi hubungan sosial anggota keluarga (suami istri) karena saling curiga (rentannya kepercayaan) yang tidak dapat dikendalikan, dan sebagainya. Seluruh pemikiran mengenai studi kemasyarakatan dan keluarga yang berkembang di Eropa telah meletakkan dasar bagi perkembangan pemikiran selanjutnya. Jasa besar para pemikir tersebut mendorong tumbuh dan berkembangnya pemikiran sosiologis serta mengkondisikan lahirnya berbagai pendekatan baru dalam mempelajari masyarakat dan keluarga; hal ini memiliki arti penting bagi perkembangan studi Sosiologi dan Sosiologi Keluarga ke depan.
Pemikiran-pemikiran tersebut juga mengantar dan mengenalkan kita dalam mempelajari masyarakat dan keluarga. Kita mendapatkan substansi pokok dan arah tentang apa, ke arah mana dan mengapa mempelajari sosiologi keluarga.
Namun, ada baiknya kita teruskan pembelajaran ini dengan memahami terlebih dulu tentang pengertian keluarga, sebelum berlanjut pada Sosiologi Keluarga. Pengertian mengenai keluarga memiliki padanan istilah dan kata yang artinya sama atau hampir sama dan bahkan berbeda. Mari kita coba perhatikan pengertian mengenai keluarga berikut ini.

Keluarga ialah satu kumpulan manusia yang dihubungkan dan dipertemukan melalui pertalian/hubungan darah, perkawinan atau melalui adopsi (pengambilan) anak angkat. Di Barat (negara-negara industri Eropa dan Amerika Utara) yang masyarakatnya hidup dan bekerja di bidang industry maka keluarga didefinisikan sebagai satu satuan sosial terkecil yang mempunyai hubungan darah atau memiliki pertalian hubungan sah melalui perkawinan, pengambilan anak angkat dan sebagainya. Secara umum keluarga inti yang kita kenal, memiliki komposisi unsur yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anak. Hubungan-hubungan sosial keluarga berlangsung intim berdasarkan ikatan perasaan dan batin yang kuat, di mana orang tua berperan mengawasi serta memotivasi untuk mengembangkan tanggung jawab sosial dalam keluarga dan masyarakat.

Sosiologi Keluarga
Pengertian “hubungan darah” pada keluarga masyarakat nonbarat atau masyarakat negara berkembang mempunyai makna yang lebih luas dari masyarakat barat. Misalnya, konsep Keluarga Besar yang dimaksudkan adalah keluarga luas, contohnya keluarga besar Hardjotarunan (misalnya keluarga-keluarga keturunan sampai generasi ke-tiga dari Hardjotaruna) di Jakarta, keluarga besar (kerabat) Mangkunegaran di Jakarta.
Burgess (dalam Eshleman) mengemukakan tentang karakteristik keluarga secara umum sebagai berikut.
1.    Keluarga terdiri dari orang-orang yang terikat oleh perkawinan, hubungan darah atau adopsi.
2.    Anggota keluarga hidup bersama di bawah satu atap (rumah) merupakan satuan rumah tangga atau mereka menganggapnya sebagai rumah sendiri.
3.    Keluarga terdiri atas orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain menurut peranan masing-masing, seperti misalnya sebagai suami, istri, ayah, ibu, anak laki-laki, anak perempuan, kakak atau adik laki-laki atau perempuan.
4.    Keluarga menghidupkan kebiasaan dan budaya tertentu yang diturunkan dari budaya umum (masyarakat) dan keluarga sering kali mempraktikkannya sendiri dalam bentuk tertentu.
UNESCO mendefinisikan keluarga sebagai satu institusi biososial yang terbentuk oleh sedikitnya dua orang dewasa laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki hubungan darah, tetapi terikat tali perkawinan, dengan atau tanpa/belum memiliki anak. Sedikitnya keluarga berfungsi memenuhi dan memuaskan kebutuhan lahir dan batin, termasuk kebutuhan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *