STANDAR/KUALIFIKASI KEPALA SEKOLAH

218 views
STANDAR/KUALIFIKASI KEPALA SEKOLAH

Penjelasan mengenai standar tersebut terdapat pada Lampiran keputusan Menteri Pendidikan tentang Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Kualifikasi Umum dan Khusu yaitu :
1       Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:
2       Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
3       Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;
4       Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
5    Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.[1]
Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
1.    Kondisi sosial ekonomi dan konsep-konsep pendidikan sebagai pengaruh dalam kepemimpinan. Faktor ini terdiri dari dua macam, yaitu :
2.    Kondisi sosial ekonomi yang memunkinkan tersedianya sumber-sumber dan fasilitsa pendidikan
3.    konsep tujuan pendidikan para pemimpin masyarakat dan warga pada umumnya akan mempengaruhi pola kepemimpinan
a.    Hakekat dan ciri sekolah sebagai pengaruh kepemimpinan
Faktor ini berkaitan dengan ciri atau khakikat para staf, para murid, dan jenis sekolah akan mempengaruhi kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Sistem administrasi, kurikulum yang digunakan dan pendekatan yang digunakan dalam sistem pendidikan akan berpengaruh juga terhadap sistem kepemimpinan pendidikan.
b.    Kepribadian pemimpin pendidikan dan latihan-latihan sebagai faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa individu itu sendiri membawa sesuatu dalam jabatanya. Energi, Loyalitas, pendangan hidupnya dan atribut propesional yang melekat padanya akan berpengaruh terhadap sistem kepemimpinan
Disamping hal diatas, pendidikan tambahan dan latihan-latihan yang memperkaya jabatan pemimpinnya , akan mempengaruhi sistem kepemimpinan.
c.    Perubahan-perubahan yang terjadi dalam terori pendidikan sebagai faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.
Tugas Kepemimpinan Pendidikan dipengaruhi oleh berbagai perubahan terori dan metode belajar. Konsep-konsep pertumbuhan dan perkembangan anak membawa implikasi terhadap prosedur pengajaran kelas.
d.   Pribadi dan training Kepala Sekolah mempengaruhi Kepemimpinan
Adalah suatu kenyataan bahwa individu itu sendiri membawa sesuatu dalam pekerjaan. Tenaganya, Loyalitasnya, merupakan faktor signifikan yang berpengaruh terhadap jenis kepemimpinan di sekolah. Oleh sebab itu suatu kewajiban moral dan tentunya profesional di Indonesia untuk memuntut adanya kualifikasi profesi dan personal untuk Para Kepala Sekolah.


BACA JUGA  POLIGAMI DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM

[1]Ibid., hlm. 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *