STRATEGI MENGAJAR

248 views

STRATEGI MENGAJAR

Strategi mengajar menurut Muhibbin Syah (2002), didefinisikan sebagai sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Strategi mengajar ini mencakup beberapa tahapan, seperti :

  1. Strategi perumusan sasaran proses belajar mengajar (PBM), yang berkaitan dengan strategi yang akan digunakan oleh guru dalam menentukan pola ajar untuk mencapai sasaran PBM.
  2. Strategi perencanaan proses belajar mengajar, berkaitan dengan langlahlangkah pelaksanaan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini termasuk perencanaan tentang media ajar yang akan digunakan.
  3. Strategi pelaksanaan proses balajar mengajar, berhubungan dengan pendekatan sistem pengajaran yang benar-benar sesuai dengan pokok bahasan materi ajar.

Dalam pelaksanaannya, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian siswal mahasiswa dalam PBM, karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu  dan media sebagai sumber belajar bagi siska (Djamarah, 2002; ‘1 37).

strategi dalam mengajar - STRATEGI MENGAJAR

Menurut Nana (2001), media pengajaran merupakan salah satu unsur penting dalam belajar dan pembelajaran yang dapat mempertinggi proses belajar, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar. Lebih jauh menurut Nana Sudjana, ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi hasil belajar. Alasan pertama adalah menfaat media pengajaran dalam proses pengajaran dapat menghasilkan metode mengajar yang lebih bervariasi, bahan pelajaran akan lebih jelas, dapat menarik perhatian siswa/mahasiswa dan menimbulkan motivasi belajar. Alasan kedua adalah berkenaan dengan taraf berfikir dan kemampuan manusia dalam menyerap materi yang berbeda sesuai dengan taraf perkembangan masing-masing individu. Melalui media pembelajaran yang tepat hal-ha1 yang abstrak dapat dikongkretkan dan hat-ha1 yang kompleks dapat disederhanakan, sehingga pemahaman mahasiswa untuk suatu materi dapat ditingkatkan.

BACA JUGA  Untuk Apa Sekolah !!!

Umar Hamalik (1986), Djamarah (2002) dan Arif, dkk (1986), mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis:

  1. Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti tape recorder.
  2. Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam wujud visual.
  3. Media audiovisual, yaitu, media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.

Untuk mendukung pengembangan bidang media pembelajaran, maka penelitian dan pengembangan di bidang teknologi pembelajaran perlu digalakkan, terutama taori dan prkatik tentang : (1) perancangan, (2) pengembangan, (3) penggunaan, (4) pengelolaan dan (5) peng-evaluasi proses dan sumber daya untuk belajar (Ungsi, 2002). Kelima tahapan tersebut dilakukan berkelanjutan untuk dapat melakukan perbaikan terhadap mutu pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *