eori-Konstruktivisme-Piaget

Teori Konstruktivisme Piaget

16 views

Piaget sebagai biolog, adalah orang pertama yang menggunakan filsafat
konstruktivisme dalam proses belajar (Setyono, 2005:20). Menurut Piaget (dalam Wati, 2012:12) proses berpikir adalah sebagai aktivitas gradual dari pada fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Seseorang akan melakukan proses adaptasi ketika belajar, yaitu asimilasi dengan cara mengaitkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki atau melalui proses akomodasi terhadap pengetahuan baru, yang nantinya akan mengubah struktur kognitif yang telah dimiliki. Perkembangan kognitif seseorang berlangsung melalui proses akomodasi yaitu memodifikasi seseorang. “Semakin banyak proses modifikasi seseorang, semakin banyak struktur kognitif seseorang.”(Sumiati dan Arsa dalam Wati, 2012:13).

Adapun beberapa istilah dari Piaget (dalam Setyono, 2005:21) yang perlu dipahami untuk menjelaskan proses seseorang dalam mencapai pengertian, antara lain:

a. Skema dan Skemata
Skema adalah struktur mental atau kognitif seseorang. Skema digunakan untuk memproses dan mengidentifikasikan rangsangan yang datang dari luar. Seorang anak yang baru lahir mempunyai skema yang dalam perkembangannya kemudian menjadi lebih umum, lebih terperinci dan lebih lengkap. Skemata sendiri adalah hasil kesimpulan atau bentukan mental, konstruksi, hipotesis seperti intelek, kreativitas, kemampuan dan naluri (Wadsworth dalam Suparno, 1997:31). Skemata seseorang dibentuk sepanjang waktu merupakan taraf pengertian dan pengetahuan seseorang saat itu tentang dunia sekitarnya. Skemata merupakan konstruksi jadi bukan merupakan suatu tiruan tentang dunia sekitar.

b. Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif. Dengan asimilasi seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. Melalui proses asimilasi, seseorang mengadaptasikan atau mengorganisasikan diri dengan lingkungan baru sehingga pengertian seseorang berkembang.


c. Akomodasi
Jika dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan dengan skema yang telah dimiliki, maka seseorang akan mengakomodasi, yaitu membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan baru atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan tersebut

d. Ekuilibrasi
Proses asimilasi dan akomodasi diperlukan dalam perkembangan ognitif seseorang. Dalam perkembangan intelek seseorang terdapat proses ekuilibrium (equilibrium), yaitu pengaturan diri secara mekanis untuk menyeimbangkan proses asimilasi dan proses akomodasi. Disekuilibrium (disequilibrium) adalah keadaan tidak seimbang antara asimilasi dan akomodasi. Ekuilibrasi (equilibration) adalah proses dari disekuilibrium ke equilibrium. Ekuilibrasi (equilibration) membuat seseorang dapat menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamnya (skemata).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *