TIPE KEPEMIMPINAN

325 views

TIPE KEPEMIMPINAN

Dalam menjalankan tugas kepemimpinannya ada beberapa Gaya kepemimpnya ada beberapa Gaya kepemimpinan yang dapat digunakan oleh seorang Pemimpin (Leader) yaitu sekurang nya ada 3 daya kepeminpinan yang dapat digunakan yaitu otokratif, Demokratis, dan Laissez Faire.
a.    Gaya Kepemimpinan Otokratis
 “…dia sendiri yang menentukan kebijakan kelompok. Rencana-rencana umum dan langkah-langkah masa akan datang yang akan dilaksankan oleh kelompok atau organisasi dia sendiri yang membuat dan menentukan. Aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh setiap anggota kelompok ia ditentukan sendiri. Juga interaksi sesama anggota kelompok ia sendiri yang menentukan polanya dan ia sendiri pula yang menentukan hukuman dan hadiah yang diberikan kepada masing-masing anggota kelompok. Pemimpin yang bersifat otoriter, dengan bebas mengembangkan fungsi kemutlakannya dalam memimpin serta menolak terjadinya perubahan-perubahan dalam kelompok.”( Abdul Gaffar)
“…kepemimpinan otokratis berasumsi bahwa semua kewenangan ­­­__ yaitu hak dan kekuasaan untuk melakukan sesuatu __ dalam praktek berpusat pada menager. Menager memaksa putusan-putusan dengan penggunaan ganjaran dan rasa takut akan hukuman. Komunikasi cendrung untuk berjalan terutama dalam satu arah, dari menager kepada pengikut.”( Oteng Sutisna)
b.    Gaya kepemimpinan Demokratis atau Partisipatif
Pada tipe Kepemimpinan yang bersifat Demokratis, jumlah kekuasaan yang ada pada pemimpin ini tidak berbeda dengan jumlah kekuasaan yang ada pada pemimpin yang bertipe kepemimipinan otokratif. Perbedaannya terletak pada peranan dalam struktur kelompok. Pada tipe Kepemimpinan Demokratis, pemimpin berusaha melibatkan dan mengikutsertakan seluruh anggota kelompok semaksimalnya pada setiap aktivitas dan dalam penentuan tujuan kelompok. Tipe kepemimpinan Demokratis lebih banyak menyebarkan tanggung jawab daripada memusatkan.(Abdul Gaffar)
Kepemimpinan demokratis atau partisipatif mempertimbangkan keinginan-keinginan dan saran-saran dari pada anggota maupun dari pemimpin. Ini adalah pendekatan hubungan manusia dimana semua anggota kelomkpok dilihat sebagai penyumbang-penyumbang penting kepada putusan akhir. Partisipasi dicari untuk menggalakkan komitmen para anggota kepada putusan dan untuk memperbaiki kualitas melalui input yang meningkat bagi pemecahan masalah.( Abdul Gaffar)
c.    Kepemimpinan Laissez faire
Kepemimpinan ini tidak banyak berusaha untuk menjalankan kontrol atau pengaruh terhadap para anggota kelompok. Kepada para anggota ada diberikan tujuan-tujuan, tapi pada umumnya mereka dibiarkan memakai cara masing-masing untuk mencapainya.( Abdul Gaffar)
Tipe kepemimpinan yang bersifat Lissez faire ini perannya pasif dalam kelompok. Penentuan tujuan dan kegiatan-kegitan kelompok, tidak ia tekankan dan tidak pula ia musyawarahkan bersama-sama dengan anggota kelompok.( Abdul Gaffar)
Gaya kepemimpinan yang cocok untuk diterapkan didalam menajemen pendidikan terutama ditingkat madrasah dan kantor-kantor pendidikan adalah gaya kepemimpinan situasional. Dalam hal ini, kepala madrasah harus mampu bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi tenaga pendidikan(Depag, Pedoman Menajemen Berbasis Madrasah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *